18/02/2017

Jejalah Jabodetabek #25 - Daftar Lengkap Toko dan Restoran di Central Park (2017)

Hari ini saya ada janji bertemu dengan seorang kerabat di Central Park. Ketika melewati lantai dasar, saya menemukan papan peta petunjuk aneka toko dan restoran yang berada di kompleks superblok ini. Ternyata ada banyak sekali tenant di mall ini, nggak heran kalau tiap akhir pekan ramenya ruar biasa. 

Ada apa saja di Central Park? Berikut saya salinkan directory CP per 17 Februari 2017 berdasarkan kategori, khusus untuk Anda yang ada rencana pergi ke sana :) Semoga bermanfaat!!



BEAUTY, HEALTH & PERSONAL CARE
ACCA KAPPAUG-13A
ADVANCEL-215
APTOWNL2-106
BACKUP CLINICL-136
BEAUTY BOXL-240
BEYONDL-146A
C&F PERFUMERYL-241, 242
CARAMELLOL3-110A
CELEBRITY FITNESSL3-113
CELL SCIENCE BY CARLA CKIN CENTREL-128, 129
CENTURY HEALTHCAREL-153
CHRISTOPHER SALONL3-111
COPIAL-149
DOUBLE R HAIR STUDIOL2-201
EMPROL-150
ERHA APHOTECARYL1-105
ETUDE HOUSEL-243
GNC LIVE WELLL-148
GUARDIANL-246
HAND ON REFLEXOLOGYL-120
HEADQUARTERSL2-104
IRWAN TEAM SALONL1-209
JPP SKIN LASER CLINICL-228
KAY COLLECTIONL3-110A
KHIEL'SL-151
LAMPE BERGERUG-137
L'OCCITANEL-149A
MAKE OVERL1-130
MARIE FRANCE BODYLINEL1-208
MARTHA TILAARL-225
MUSEE PLATINUML-225 & 22
NOT ONLY NAIL ARTL-147
NYXL-239A
ONE PIECE HAIR STUDIOL2-105
RAZORL-133A
SEPHORAG-102, 103
SKIN FOODL-239B
THE BODY SHOPL-239
THE CLINIC INDONESIAL-223
THE FACESHOPL-240A
THE NAIL SHOPL3-107
URBAN DECAYL-147A
VICTORIA SECRETG-105A
ZEN-O REFLEXOLOGYL-229, 230

DINING & GOURMET
AUNTIE ANNE'SL-159A
BAKERZING-217
BASKIN ROBBINSL-155; G-123B
BEARD PAPA'S & CRISPY PUFFSL-257A
BEE CHENG HIANGL-145
BLACK BALLL1-132
BREADLIFEL-152, 152A
BREADTALKL-249
BURGER KINGL-248
CARL'S JRL-102
CHAMPS PATISSERIEL-260A
CHATIMEL-154, 258
CHICK N ROLLL-116
CHUNG GI WAL2-203
COLD STONEL-247
COMEBUYL1-131
CREPES SIGNATUREL-159A
DAILY FRESH CUP CORNL-158A
DAIRY QUEENL-159
D'CREPESL-251A
DE' EXCELSOG-118, 118A
DESSERT TOWNL-254
DHARMA KITCHENL1-121
DYNAMIC BAKERYL-252A
EGGO WAFFLEL-214A
FANTASI LOLLIPOPL-253A
FISH & COL-211
GELATO PARADISEL-253
GONG CHAL1-135A
HAAGEN DAZSL-260; G-217A
HACHI-HACHI BISTROL-234
HOKA HOKA BENTOL-206
HONG TANGL-121
HONGKONG CAFÉ, TATSUYAL1-112
HOP HOP BUBBLE DRINKL-256A
HOSHI BAKERYL-214
IKKUDO ICHIL3-124
I-TA SUKIL-207, 208
IWATA ABURA SOBAL-105
J.CO COFFEE & DONUTSG-127
JAVA KITCHENL-105A
JUN NJANL-204A
KAFE BETAWIL-238
KOPI LUWAKL-160
KOPITIAML-141, 142
KUSHIYA MONOGATARIL-107, 108
L&L HAWAIIAN BARBECUEL3-121
LLAO LLAOL-132
MADAM RICHL3-102
MAQUI'SL-202A
MAY STARL-103, 103A
MIE TARIK LAIKERL-237
MINI MELTSL-158A
MOCHI-MOCHIL-254A
MR. PUFFL-202
NANNY'S PAVILLONG-213A
NEW ZEALAND NATURAL & NADL-255
OKIROBOXL-257
PALEM CAFÉ (SOGO)L1-202
PARADISE DINASTYL-139, 140
PAUL (SOGO)G-209
PENANG BISTROL1-112A
PEPPER LUNCHL-236
PORTO BISTREAU (SOGO)G-209
POTATO CORNERL-256
PUYOL1-135
RAMEN HACHIMAKIL-117
RED BEANL-209
RICE BOWLL-203
RIUNG SUNDAL-210
SATE KHAS SENAYANL-213
SECRET RECIPEL-201
SHABU SHABU EXPRESSL-204B
SHABUYAL1-113A
SHIHLINL-101
SIMPLYL-251
SOLARIAL-235
SONGFAL3-123
SOUR SALLYL-252
STARBUCKS COFFEEG-119, 120, 209; L1-133
SUKIYAL-130, 131
SUMOBOOL3-202
SUN ZUGOS SNACKL-255A
SUNNY SIDE UPL-106
SUSHI TEIL1-113
TA WANL3-203
TAIYAKI PATISSERIELG-158
TAMOYA UDONL-212
TEH 63L-137
THAI, I LOVE YOUL-204C, 205
THE DUCK KINGL1-114, 115
THE COFFEE BEAN & TEA LEAFG-124
THE MANHATTAN FISH MARKETL-156
TOKIO KITCHENL2-202
TOUS LES JOURSL1-117
TWELVE CUPCAKESL-143, 144
URBAN KITCHEN* L2-202
WAROENG KOPIKOEL3-122
WARUNG KOPIL2-209
WARUNG LEKOL3-119
WASHOKU SATOL1-118
YUMMY BITESL-122
ZENBUL-115
*Catatan: Urban Kitchen meliputi Bakso Duta, Bakso Afung, Chicken Rice Palace, Doner Kebab, Food & Tea, Fiesta Steak, Gado-Gado Java, Holdak Fried Chicken, Iga Penyet Wong Jawa, Marukin Yakishabu Ramen, Nasi Campur Putri Kenanga, Noodle Doodle, Pempek Merdeka, Saboga, Soka, Warung Soto

EDUCATION, KIDS & TOYS
COOL KIDSL2-108A
EARLY LEARNING CENTERL2-109
FUNWORLDL2-113, 115
GUESS KIDSL2-108
KIDDY CUTSL2-107
KIDZ STATIONL2-116, 117
MOTHERCAREL2-109A, 111
PODOMORO UNIVERSITYL3-102B
RISEL3-114; L4-103, 103A, 113B
TEDDY HOUSEL3-115
WALL STREET ENGLISHL3-112B

ENTERTAINMENT, GADGET, HOBBIES & HOME
SOGOG-209, UG-209, L1-202, L2-206
CARREFOURL-300
ACE HOME CENTERL-109, 114
INFORMALGM-01
LOCK & LOCKL-245
IBOXL-146
POINT 2000L-138
TELESINDOL-119
TOKOPDA.COML-242A
BEST DENKIL1-201
BOSEL1-128
ERAFONEL1-102
GLOBAL TELESHOPL1-103
IBOXL1-123, 125
SAMSUNGL1-201A, 201B
THE KASEL1-129
WELLCOMML1-101, 101A
ARISTONL2-208, 209
KITCHEN ARTL2-208, 209
SIMMONSL2-129
SLEEP CENTERL2-101, 102, 103
VINOTI LIVINGL2-204
VIVEREL2-210, 211
PONDOK PUJIANL2-126A
INUL VISTA FAMILY KTVL2-112A
GRAMEDIAL3-201, 201A
CGV BLITZ 4DXL8-101
PETER & PARTNERL3-107A

FASHION
ALLEIRAUG-110
ARMANI JEANSG-117B
BATIK KERISL1-126
BERSHKAG-121, 123A
BOSS ORANGEG-117B
COLD WEARL1-111
COTTON ONUG-204
COTTON ON KIDSUG-205
DAMN! I LOVE INDONESIAL1-107B
DOROTHY PERKINSG-213
GIORDANOL1-122
GUESSG-128, 129
H&MUG-113, 113A
HUGO BOSSG-114
LA SENZAG-104
LACOSTEG-109
LEVI'SUG-109
LIMBROL3-101
MANGOG-101
MANGO MANG-214, 215
MARKS & SPENCERG-205, 208
MEZZOUG-203
MEZZO STORE*UG-126
NAUTICAUG-112
NEXTUG-201
NYLAL3-106
OLD NAVYUG-120
OREGANOL1-120
POLOL1-107
PULL & BEARG-125, 126
SPORT STATIONL1-122, 125
STRADIVARIUSG-107, 108
THE EXECUTIVEL1-205, 206
TOMMY HILFIGERG-115
TOPMANG-214, 216
VERSACE COLLECTIONG-1113
ZARAG-201, UG-202
*Catatan: Mezzo Store antara lain meliputi Wakai, Komono, Keds, Kohai, Little Thing, Paul Frank

JEWELLERY, WATCHES & OPTICALS
BALLINL3-120A
BONIAUG-217
ESPRIT ISLANDUG-132
FOSSILG-105
GAL TIMEL3-108
GCG-108A
G-FACTORYUG-218
INGERSOLLL1-125A
JADE WONGL3-102
MY JEWELUG-206
OPTIK MELAWAIUG-101
OPTIK SEISUG-107
OPTIK TUNGGALUG-127
SWATCHG-127A
TAG HEUERG-117A
URBAN ICONUG-130
WATCH WORLDUG-111
WATCH ZONEUG-133

SERVICES
ANTAVAYAL-221A
ATM BANK DANAMONATM-01
ATM BCAL-216, 2
ATM BIIATM-08
ATM BNIL-241A
ATM BNIATM-04
ATM BRIATM-05
ATM BTNL-205A
ATM CIMB NIAGAATM-02
ATM HSBCATM-06
ATM OCBC NISPATM-03
ATM PANINL-252B
ATM PERMATA BANKATM-07
AVIA TOURL-222
BANK DANAMONL-220
BANK MANDIRIL-118
BANK UOBL-203A
CIMB NIAGA DIGITAL HOUSEL-218
DWI DAYA TOURL-219
M STUDIO & ADA GALLERYL-134
PANORAMA TOURL-133
TELKOMSELL3-116, 118
TRITUNGGAL BERKAH MANDIRIL-221
XL XPLORL-232, 233

SHOES, BAGS & ACCESSORIES
ADIDASL2-119, 120
BAG'S CITYL1-104
BIRKENSTOCK & STACCATOL1-106
BRAUN BUFFELUG-115A
CHARLES & KETIH / PEDROUG-105
CHIBILANDL3-102, 103
CLASS ROOML2-121
CROCSL1-107A
ETIENNE AIGNERG-111A
FURLAG-112
GUESS ACCESSORIESUG-102, 103
HUSH PUPPIESUG-117A
KIPLINGG-123
LINEAG-110
NIKEL2-122 & 123
PAYLESSL2-118
PEDROUG-106
PLANET SPORTSL2-125 & 126
PUMAL2-127
ROTELLIUG-134
SAMSONITEUG-104
SKETCHERSUG-215
STROBERIL3-105
SWAROVSKIG-215A
TIMBERLANDUG-214
TRAVEL X PERIENCEL1-210
TUMIG-111

TRIBECA
6 DEGREESTGF-07, 08
DANTE COFFEETGF-05
GMS FAVOURTL1-01
GYOZA BARTGF-11, 12
HOG'S BREATH CAFÉTGF-15; TUG-15
KITCHENNETTEPAV-03A
LA BIERETGF-09, 10
LIBERICATGF-01
LUCIOLE BISTROPAV-01
MIXX GRILL & VIN+TGF-03
PANCIOUSTGF-16
PIZZA E BIRRAPAV-03
SERBA FOODTUG-07, 08
SOCIETY+TUG-09, 10
TGIFPAV-02

ALOHA...!! KEMANA LAGI YA DI JABODETABEK? SIMAK ULASAN BERBAGAI PILIHAN TEMPAT WISATA DI JABODETABEK DI DAFTAR ISI JELAJAH JABODETABEK!

17/02/2017

Jelajah Macau #1 - Pengalaman Naik Bus Umum dari Bandara ke Hotel

Menengok balik ke triwulan terakhir di tahun 2016, tepatnya pada bulan sembilan, bulan dimana semua orang sibuk nikahan sedangkan saya masih sibuk makan, lolll, bersyukur banget saya kembali diberkahi dengan kesempatan untuk nge-backpacker lagi. Kali itu cukup spesial karena perginya borongan ke beberapa destinasi wisata sekaligus, yaitu Macau, HongKong, serta Taipei dan Taichung di Taiwan, dimana saya sempat pula transit di Kuala Lumpur saat pergi dan bermalam di Singapura dalam perjalanan pulang ke Indonesia, menjadikan penjelajahan saya kali ini salah satu yang terpadat dan paling makan tempat di halaman paspor kecilku itu.

Karena itu... time for a new Jelajah series! Saatnya berubah wujud jadi jurnalis musiman. Liputan liburan kali ini akan saya pecah menjadi 3 seri, yaitu Jelajah Macau, Jelajah Hong Kong dan Jelajah Taiwan. Dan karena judulnya "backpacker", maka akomodasi, transportasi dan itinerary-nya adalah versi hemat bin ngirit (biar nggak jebol kantong anak muda ini karena pergi 11 hari ke 5 area berbeda), tapi tetap padat, manusiawi (penting nih wkwkwk...), dan menyenangkan. Moga-moga ada info yang bermanfaat untuk sampeyan yak. Soo, ayo kita mulai ngebolang dari Macau :) #throwbackSept2016


Berangkat pagi-pagi dari Jakarta, saya bersama dengan orang tua dan adik semata wayang saya tiba di Kuala Lumpur naik Air Asia, lalu makan siang di bandara sebelum kemudian pindah ke pesawat Air Asia X (sister company dari Air Asia yang melayani penerbangan jarak jauh) dengan tujuan ke Macau International Airport. Perjalanan dari KL ke Macau memakan waktu sekitar 3,5 jam dimana, surprisingly tidak ada perbedaan waktu antara KL dan Macau.

Tiba di bandara hampir jam 6 sore, ketika mendarat saya sempat melihat pemandangan yang menarik, yaitu sebuah pesawat yang sedang melakukan pengisian bahan bakar. Ada mobil bertuliskan "oil" dan selang besar yang disambungkan ke bawah tanah oleh seorang petugas. Kayak gitu ya bentuknya kalau lagi isi bensin. Hmm... tiba-tiba kepikiran, apa jadinya yak kalau avtur diisikan ke tengki bensin mobil? *kebayang Transformer gitu*


Ihik... di bandara ada sebuah poster besar yang berisi peringatan dari kepolisian agar wisatawan berhati-hati terhadap pencuri saat berada di ruang publik, seperti kantin, toko, dan bus. Ternyata mirip-mirip di Jakarta gitu harus mawas diri...

Fyi, ada dua mata uang yang bisa dipakai di Macau, yaitu MOP (Macanese Patacas) dan HKD (HongKong Dollar). HKD harganya sedikit lebih mahal dibandingkan MOP. Sebagai gambaran, info kurs Google Finance saat artikel ini ditulis yakni 1 HKD = Rp 1.719,64 sedangkan 1 MOP = Rp 1.668,54. Namun menurut penjual valas langganan saya, tidak banyak orang yang menjual MOP di Indonesia, sehingga ia menyarankan untuk membeli HKD saja, selain agar tidak susah menukarnya jika ternyata tidak terpakai semua, HKD bisa sekalian kami pakai di HK juga.


Setelah mengambil bagasi, kami bergegas keluar dari bandara karena langit sudah mulai gelap. Dari pintu keluar, kami segera belok kiri menuju halte bus, yang letaknya bersebelahan dengan tempat menunggu taksi. Pilihan pun jatuh kepada bus simply karena alasan universal = ongkosnya yang lebih ramah ketimbang naik taksi. Tidak sulit menemukan halte bus ini karena ada papan merah besar bertuliskan "Public Bus", serta antrian para calon penumpang yang sedang menunggu hadirnya om telolet om.


Penginapan yang kami tuju bernama "5 Footway Inn", terletak tidak jauh dari halte "Ponte 16" dan bisa dicapai langsung dengan menaiki bus nomor 26 dari bandara. Sekedar info, ada empat nomor bus umum yang lewat bandara Macau, yaitu 26, 51A, AP1, dan AP1X. Daftar rute bus dapat ditemukan pada tiang merah di halte, tepatnya pada papan silinder yang bisa berputar 360 derajat ini. Selain tertulis dalam aksara simplified chinese, syukurnya papan rute ini dilengkapi dengan abjad A-B-C (bahasa Spanyol) → bikin hidup ini lebih mudah, jadi nggak perlu sambil buka kamus kan malem-malem gini, haha..

Untuk Anda yang perlu infonya, saya akan coba tuliskan rute lengkap bus nomor 26, 51A, AP1, dan AP1X pada artikel ini di lain waktu saat sedang senggang. Oh ya, meski banyak bis gratis di Macau, perhatikan bahwa bus umum ini nggak gratis loh, tapi berbayar sesuai dengan jauh dekatnya perjalanan.


Bus no. 26 pun tiba. Tidak disangka ternyata wujud busnya adalah berupa mini van ber-AC warna putih ini dengan kapasitas sekitar 20-25 kursi serta memiliki langit-langit yang cukup tinggi sehingga 5-7 penumpang yang tidak kebagian kursi masih bisa berdiri. Tidak ada tempat khusus untuk menaruh koper. Penumpang bisa langsung membawa kopernya masuk dan menaruhnya dekat kaki saat duduk atau berdiri, which was totally fine, tapi mungkin akan sedikit rempong kalau bus ini sedang penuh karena ruang geraknya terbatas...


Penumpang bisa melakukan pembayaran dengan kartu Macau Pass (ada mesin tap di pintu masuk) atau membayar tunai kepada Pak Supir. Halte yang saya tuju adalah halte ke-18 setelah halte bandara. Segini jauh bayarnya cukup 5 MOP/HKD per orangnya, nggak rugi lah yak, haha.. Btw, di atas kepala Pak Supir ada running text gitu, utamanya dalam bahasa Mandarin, tapi jangan sedih brosis, untuk pemberhatian next halte ada tulisan pakai ABC-nya juga.


Oh ya, seperti bus umum di negara lain, kalau mau stop ada tombol yang harus ditekan supaya Pak Supir berhenti dan tidak skip halte tempat Anda mau turun. Tombolnya ada di langit-langit berbentuk persegi panjang, dan sepertinya hanya ada di beberapa titik. Jadi ketika Anda naik bus ini, cobalah untuk langsung locate ada dimana letak tombolnya, misalnya dengan mengamati saat ada penumpang lain yang turun dari bus. Jika Anda tidak yakin harus turun dimana, bisa info juga ke Pak Supir supaya nggak kelewatan.

31/01/2017

Jelajah Bandung #11 - Nginep Cantik di Lembang: Ini "Vila Air", Penginapan Rasa Jepang yang Kental dengan Nuansa Alam

Di penghujung tahun 2016 yang lalu, divisi saya di kantor mengadakan acara kebersamaan ke luar kota. Padahal rasanya baru kemarin saya outing bersama divisi saya yang lama dan bermalam di bawah "kemah" ala-ala Mongolia di The Highland Park Resort Bogor yang hits di sosmed itu. Tahu-tahu setahun sudah lewat saja (kilat parah) dan waktunya pun kembali tiba buat nona kalem ini (a.k.a. me) ng-outing alias& nginep cantik lagi. Destinasi kali ini: Vila Air di Lembang, Bandung. Nyoo, langsung meluncur ke TKP, gan...!



Ooh. Lokasi Vila Air ternyata ada di dalam kompleks per-villa-an Istana Bunga. Meski jumlahnya tidak banyak (I think sekitar belasan), para vila di resort Vila Air ini berjajar rapi dalam balutan eksterior bertemakan alam: air, batu, kayu, dan tanaman yang ditata dalam kombinasi yang wuapik dan serene, lumayan juga buat nge-refresh sepasang alis, bola, dan bulu mata ini. Berhubung ini acara kantor, kami pesan cukup banyak vila dan dapat harga corporate.




Setiap vila dilengkapi meja dan kursi untuk curhat semalam suntuk, serta kolam kecil di bagian depannya dimana untuk sampai ke 'lobby' dari vila ini ada jembatan (sangat) pendek yang harus disusuri. Tepatnya hanya beberapa anak tangga, sih. Kolam ini cantik, namun jika Anda membawa anak kecil perlu ekstra hati-hati, terutama saat malam hari dimana karena gelap gulita kita bisa lupa atau kurang awas akan adanya kolam ini sehingga bisa saja tercebur.




Kalau Anda bosan ngobrol dengan cara tradisional (a.k.a. duduk di kursi), jangan sedih karena Anda bisa ngobrol sambil lesehan di atas mini gazebo beratap jerami beralaskan bambu yang nangkring di atas kolam di depan vila ini. Mungkin bisa dipakai yoga juga kalau situ pede dipandangin tetangga di kiri kanan vila, heh. Di atasnya juga tersedia bakiak tandem dan karung khas 17-an untuk seru-seruan bareng geng sepermainan.




Bagian dalam vila bernuansa agak ke-Jepang-Jepang-an dengan meja batu bergaya horigotatsu (meja dengan lubang di bawahnya untuk menyelonjorkan kaki - karena duduk sambil ngelipet kaki ituh pegel dan bikin ligamen ngilu 'mak) dan penggunaan kayu yang dominan di seluruh badan vila, baik pada lantai, dinding, dan tangga. Pintu masuknya memakai model sliding door modern yang sedikit banyak membuat saya ingat akan lemari tempat Doraemon tidur (*jadi kangen Doraemon*). Terdapat 2 lantai di tiap vila. Vila-nya bersih dan suasana di dalamnya nyaman.




Di lantai satu terdapat 1 kamar tidur, 2 kamar mandi, tv, tempat payung, kulkas, sandal hotel, dan perlengkapan minum. Seperti kamar hotel pada umumnya, tersedia cangkir, kopi dan teh instan, teko elektrik, serta air putih untuk penghuni vila. Untuk kamar mandi disediakan perlengkapan mandi standar (sabun, shampoo, shower cap, tissue) dan tentunya air panas (yang agak membingungkan cara pakainya dan salah satu kamar mandi di vila saya sempat tidak bisa dipakai air panasnya, kurang stabil gitu). Kamar mandinya agak unik dimana selain ada wastafel dan toilet, ada tangga kecil ke bawah khusus untuk shower.




Ada 2 kamar tidur di lantai 2 dengan balkon yang cukup luas. Baru 'ngeh kalau dinding luar vila ini seluruhnya terbuat dari kaca dengan frame kayu berpola kotak-kotak khas Jepang. Setiap dinding dilengkapi dengan tirai dimana kalau tirainya dibuka, kita bisa melihat penghuni lain di dalam vila mereka dan demikian sebaliknya. Dari balkon kamar saya juga terlihat sebuah kolam renang. Namun karena kami tidak pakai kolam tersebut, saya tidak tahu apakah kolam renang ini gratis dan merupakan fasilitas dari Vila Air.


Suasana terbuka seperti ini memang asyik, tapi ada sedikit kelemahan dimana suara orang mengobrol dari vila sebelah bisa terdengar hingga vila kami terutama di tengah malam. Udara juga berubah menjadi dingin saat tidur sehingga perlu kaus kaki, celana panjang dan jaket untuk jadi pelipur lara yang sejati. Good news-nya, saya bisa tidur nyenyak malam itu. Oh ya, ada wi-fi, tapi entah kenapa saya nggak berhasil konek.




Selain vila tempat kami tidur, ada sebuah bangunan terpisah dimana pada lantai dasarnya terdapat panggung dan area yang agak lapang yang kami pakai untuk senam pagi per grup. Di lantai 2 ada ruangan berkapasitas besar yang bisa di-set-up untuk training atau workshop karena dilengkapi dengan sound system, layar gulung, dan seperangkat meja-kursi formal dimana ruangan ini kami utilize dengan acara yang full-packed selama menginap di sini. Makanan prasmanan dengan taste yang were just okay juga tersedia di balkonnya yang memiliki atap berbentuk segitiga.


Overall, saya punya mixed feeling akan tempat ini dengan segala plus-minus-nya, tapi seluruh acara kebersamaan yang diadakan kantor saya sangatlah menyenangkan, sehingga outing kali ini terasa seru sekali.

21/01/2017

Jajan #36 - Bosan Makan Bubur Biasa? Yuk, Coba Santap "Bubur Kuning" di Nasi Kuning Plus-Plus


Bicara soal bubur, pikiran saya langsung terbayang pada sebuah rumah makan dengan menu buburnya yang jadi favorit saya sejak suapan pertama. Ini dia: "Nasi Kuning Plus-plus". Rumah makan bertembok kuning yang terletak di area Kelapa Gading ini (Jl. Kelapa Kopyor Raya Blok O1 No. 18) selain menyajikan aneka paket nasi kuning (termasuk tumpeng mini) dengan harga yang ramah di kantong, juga memiliki menu bubur loooh.


Buburku tiba! Konsisten dengan nama restonya, ini dia masakan Bubur Kuning, yang dari penampakannya memang diolah dari nasi kuning (jadi bukan bubur putih pakai kuah kuning), serta dilengkapi dengan potongan ayam dan cakwe (yang mana ketika saya datang, cakwenya habis sehingga diganti dengan kremes). Rasanya enaaak banget, lain dari bubur ayam biasa, berasa banget aneka rempah-nya, rich gitu. Mirip dengan rasa masakan ayam jahe buatan mama saya yang sedap sekali. Recommended deeh... Harganya terjangkau dan bikin kenyang pula. An all time favorite dan resmi jadi opsi wiskul yang akan saya datangi kembali saat sedang mampir ke Kelapa Gading. Yummy!!

30/12/2016

Jelajah Melbourne #11 - DAY 03: Ternyata di Melbourne Ada Pasar Tradisional-nya Juga! Ini Dia, "Queen Victoria Market"


Last checkpoint before heading back to reality, eng-ing-eng... 'twas Queen Victoria Market! Sepasang papan glossy berwarna ijo-kereng khas pensil ujian nasional menyambut kami dengan info seputar jam operasi pasar ini (Senin-Rabu tutup; Selasa-Kamis-Jumat mulai jam 6 pagi; sedang Minggu mulai jam 9 pagi). So, dari sini telah nampak ituh deretan stall dagangan yang separuh wujudnya ketutupan mobil para pencari parkir. Rame juga nih pasar.

Tinggg.. aha! Mendadak inget gitu kalau di halaman pasar ada sebuah monumen peringatan untuk seseorang yang bersejarah bernama John Batman (beliau lahir di tahun 1800). Ternyata Batman sudah ada dari jaman neneknya nenek saya. Eeehh, Batman-nya beda yaak sama Bruce Wayne... #upsie #throwbackApr2015


Wuahh.. ternyata pasar ini memang pasar tradisional. Di salah satu bagian pasar, nampak mereka yang menjual bahan makanan sehari-hari seperti daging, buah, dan sayur. Sedangkan di bagian yang lain, nampak pula pedagang yang menjajakan makanan olahan (misalnya jagung manis), serta pakaian, tas, dan aksesoris. Oh ya, itu mas bule penjualnya ada yang ganteng, bonus lesung pipit pula. Lagi nganggur (baca: single) nggak Masss? #sayanganak #dipilihomdipilihtante


Eikk. Ada pedagang kulit binatang asli loh di sini (winter was coming, by the way). Rada syok gitu waktu saya pertama kali lihat kulit berbulu dengan aneka warnanya itu digantung kayak jemuran di langit-langit. Yang mana gara-gara dipajang begitu, kulitnya nggak mungkin nggak kelihatan, alias jadi eksis to the max, membuat semua mata langsung menoleh (bule-bule lokalnya aja pada nengok, apalagi saya yang hanyalah pendatang).


Wiiihh.. ada antrian panjang yang mengulat dan menggeliat. Pssst, ternyata mobil van putih-biru American Doughnut Kitchen inilah pelakunya. Pelaku yang bikin saya ikutan antri juga setelah melihat banyak orang antri di sisi kirinya. Bukan gue namanya kalo nggak kepo. Wuakakak..! Maka tadaaaa... dapat juga 'kann: donat hangat bertabur gula serta donat hangat isi selai yang rasanya bisa dipilih sendiri dari sejumlah pilihan selai yang ada.


Meski jam makan siang belum tiba, akhirnya kami sepakat untuk lunch dulu karena dikejar waktu untuk balikin mobil rental, sehingga nggak sempat setop-setop lagi pas setir balik ke Sydney. Ternyata ada foodcourt yang modern di sini, dengan harga makanan yang relatif murah jika dibandingkan dengan porsi super gedenya. Dimana saat menuju foodcourt, saya ingat melewati sebuah resto yang sedang mengadakan kelas memasak bagi para kurcaci cilik, alias anak-anak kecil yang terlihat antusias dengan topi chef warna-warninya.


Time to go home, kami pun pulang ke Sydney karena waktu libur sudah selesai. Saatnya kembali ngampus dan ngantor. Daaan.. tahu-tahu langit udah gelap aja saat kami setir balik ke Sydney. Senangnya nemu KFC di tengah jalan ketika perut yang maha-kenyang tadi mulai berevolusi jadi maha-lapar (oh whyyy).

Menariknya, KFC yang kami masuki memiliki nama KFC Krush Bar. Not sure apa bedanya sama KFC yang biasa, but hey I'm not picky kokkk, as long as they serve me food, I'll sit down like the nicest kid in the town, he. Dan dinner ini pun menutup seluruh rangkaian road trip kami ke Melbourne. Thanks gais sudah ngikutin kisah ini and see ya soon di Serial Jelajah berikutnya. :)

28/12/2016

Jelajah Melbourne #10 - DAY 02 EVENING: Pergi ke Melbourne Wajib Mampir ke Pantai Ini - "Brighton Beach" dengan Rumah Warna-Warninya!

If there is one place you must visit in Melbourne, pilihannya tak lain tak bukan jatuh kepada... Brighton Beach! So, lepas menjelajahi sekitaran pusat bisnis Melbourne, saatnya ambil mobil di dekat penginapan dan here we go! #omteloletom #brembrem #throwbackApr2015



Aseek.. sudah dekat. Saatnya cari parkir gengs. Ternyata banyak rumah ber-desain unik dan modern yang tampak berkelas nggak jauh dari pantai. Berasa kayak anak kecil yang excited saat cuci mata melihat deretan rumah-rumah mewah ber-eksterior variatif di area Danau Sunter atau Menteng. Ternyata menurut Oom Wikipedia: "Brighton houses some of the wealthiest citizens in Melbourne with grand homes, and the development of large residential blocks of land." Oooh, pantes... interesting fact nih.



Wuaauwww... langsung takjub bahkan saat cuma lihat gundukan pasir yang luas sekali. Keren sangat, dua-rius! Dan nggak cuma di atas pasir aja - ada sejumlah spot bagus lainnya untuk foto, seperti jalan setapak dengan kursi kayu hijau yang bisa banget difungsiin jadi latar foto OOTD. Oh ya, kalau Anda bawa heli gukgukguk, ada aturan bahwa sang dogi tidak boleh dilepas di pantai, tapi harus diikat di jam 10.00 - 19.30 pada tanggal tertentu. Turut sedih untuk pemiliknya, tapi buat hooman yang jantungnya cenat-cenut nggak karuan saat bertatapan sama anjing dari jarak 2 meter seperti saya, it's kinda relieving. He.



Woh-woh-woh! Took me a moment to dive into the moment (pun intended, lol), but I was really there, wasn't I? Di depan 82 beach bathing boxes berbentuk rumah (yang berbentuk persis kayak bentuk rumah yang suka saya gambar karena saya nggak jago gambar, ha) yang berjajar cantik dengan warna-warninya, looking so catchy like beautiful candies!

Beberapa di-cat dengan gambar kartun (ombak laut, kangguru, bahkan kepiting), sedangkan sejumlah lainnya di-cat mirip warna dan motif bendera (Belanda, Ukraina, dan... Aussie!). Matahari plis jangan terbenam dulu. Biarkan kami ambil unlimited selfies, wefies dan... pokonya fotooo centil sampai lelah!



Setelah jempol ini nggak ada tenaga lagi buat pencet tombol kamera, kami yang kehabisan ide pose dan bewajah kelaparan ini, tiba-tiba kangen masakan mama di rumah dan bergegas cari resto sebelum kelihatan tambah ngenes. Nggak salah masuk ke Kanpai di Chapel Street, karena masakannya wuenank pol, ditambah lagi service-nya ramah kali. Te-o-pe-be-ge-te kalau kata anak '90-an.



Lepas dinner, kami mengademkan diri pakai angin cepoi-cepoi sambil jalan kaki di sepanjang Yarra River. Dengan background Southgate Pedestrian Bridge yang membusur indah dan gedung-gedung metropolitan yang kelap-kelip lampunya bertaburan menghiasi angkasa, kami pun nggak melewatkan kesempatan untuk memulai kembali sesi narsis kami. Suasananya santai sekali, deh!

Di sepanjang jalan ini ada orang yang membuat fun games dengan hadiah uang, seniman jalanan yang jago paint brush, dan yang nggak kalah menarik yaitu adanya restoran di dalam kereta: The Colonial Tramcar Restaurant. Menurut review para netizen, resto ini recommended pisan loh, meski akhirnya kami cuma memandang dari luar, secara resto ini masuk kategori fine dining (baca: mahaaal) dan kurang bulet apalagi perut ini.



Di Yarra River tadi, salah seorang dari kami bertemu dengan seorang teman yang menemani kami berkeliling. Ia pun membawa kami ke Curtin House untuk nongki di atapnya, yakni Rooftop Art Space. Tempat outdoor ini dilapisi dengan rumput buatan, punya kapasitas yang cukup luas dengan meja berpayungnya, jual makanan dan minuman, menawarkan night view yang ciamik, serta dilengkapi dengan layar besar. Asiklah buat kongkow dan nobar pas ada pertandingan bola.



Ternyata kami lapar lagi dan temannya teman saya membawa kami makan ke satu tempat bernama Stalactites, untuk take away Souvlaki, semacam sate khas Yunani yang oleh resto ini disajikan dalam roti Pita. Saya pun sharing berdua teman, memesan satu Mixed Souvlaki yang berisi campuran daging domba dan ayam. Slurrppp... ~lezat sekali!! Demikianlah malam terakhir kami di Melbourne ditutup dengan makanan. Muahaha!

17/12/2016

Jelajah Melbourne #9 - DAY 02 MORNING: Ada Apa Saja di CBD Melbourne? Keliling Setengah Hari Yuk!

Pagi, pagi, selamat pagi! Langsung nyengir kuda nil begitu melek dan sadar kalau diri ini ada di Melbie. Aseeek... setelah wangi-mewangi hasil antri kamar mandi dengan sesama penghuni hostel dan tak lupa BB-cream-an secukupnya, kami pun mulai jalan keliling Melbourne. #throwbackApr2015



Eits, di meja resepsionis hostel ada brosur tur gratis Melbie dengan jalan kaki selama 2,5-3 jam dipandu oleh tour guide lokal. Tur ini ada tiap hari loh, baik saat hujan maupun hari cerah, dan ada 2 shift. Sesi pertama pk 10.30 pagi dan sesi kedua dimulai pk 14.30 siang. Turis cukup pergi ke Sir Redmond Barry Statue di depan State Libary dan mencari pemandu berbaju hijau cerah.

Tak perlu daftar dulu, Anda tinggal datang ke sana. Fyi, "I'm Free Tour" ini di antaranya meng-kaver: (1) Street Art; (2) Federation Square; (3) Free Things to Do; (4) Outlaw Ned Kelly; (5) Flinders St Station; (6) Yarra River; (7) Princess' Theatre; (8) Melbourne Laneways; (9) Melbourne's Underworld; (10) Melbourne's Arcades; (11) State Library of Victoria; (12) Old Melbourne Gaol; (13) Indigenous History; (14) Royal Exhibition Building; (15) Eureka; (16) Batman; (17) Chinatown; dan lainnya.



Tapi biar santai akhirnya kami putuskan mau otodidak saja, alias mengandalkan peta online dan naluri tanya orang untuk berkelana keliling kota. Perjalanan dimulai dengan naik tram kecil yang lewat di tengah jalan di dekat hostel dengan memakai kartu pra-bayar MYKI yang dikeluarkan oleh PTV (Public Transport Victoria). Tram-nya sepi sehingga kami langsung dapat kursi dan yang penting, nggak begitu malu untuk bernasis ria di dalam tram, wuakakak...



Kalau di Macau ada situs Ruins of St. Paul yang ikonik ituh di penghujung Senado Square, jrenggg... kalau di Melbourne ada St. Paul's Cathedral yang berdiri megah di Federation Square dengan arsitektur eksteriornya yang sangat khas Eropa dan tampak indah.



Sebelum nyeb'rang ke sana gengs, kita lanjut jalan dulu ke Degraves Street. Wajib banget ambil foto dan video di tengah jalan yang bentuknya kayak lorong ini. Spot yang tampak keren di kamera, apalagi karena di kiri-kanannya ada aneka ruko yang menarik, termasuk deretan meja berpayung. Psstt.. kami bikin video pendek loh di lorong ini. Salah satu toko yang saya ingat ialah toko aksesoris "Sine Qua Non" dimana nama tokonya ternyata adalah kata benda dalam bahasa Latin yang sering muncul dalam kalimat Inggris dengan makna "sesuatu hal yang sangat penting dan mutlak dibutuhkan", #belajarvocab.

Juga sebuah toko bernama "The Soup Place" yang memajang aneka sup hangat dalam 9 pot berwana hitam. Kerennya nih, toko ini punya proyek pay-it-forward dimana pelanggan bisa sumbang uang lebih sebesar $3.50 dan meninggalkan pesan di post-it untuk ditukar dengan semangkuk sup oleh siapapun tunawisma yang lapar dan perlu makanan (harga normal $7.50).



Kami yang belum sarapan pagi pun masuk ke kafe "Perkup Burgers" yang meski luasnya kecil tapi cantik dan cozy. Guess what, salah satu menunya adalah burger kangguru (outback burger) yang jadi pesanan saya hari itu meski agak nggak tega makannya, #ihik, dimana (seingat saya) rasanya mirip tapi nggak se-strong kambing. Btw, mereka punya mesin kopi yang tampak imut dengan warna soft pink-nya. Dan juga sebuah papan berisi quote keren tentang semangat untuk "give it your all".



Pose wajib berikutnya adalah di depan Flinders Street Railway Station. Gedung warna kuning di persimpangan jalan yang nggak mungkin nggak kelihatan ini hampir selalu masuk ke checklist-nya para turis Melbourne. Di area ini ada juga sepeda biru Melbourne yang bisa Anda sewa (pakai mesin self-service) dengan kartu kredit seharga $2.90 untuk 30 menit pertama dan tambahan fee tertentu untuk jam pemakaian berikutnya. Ada pula patung Captain Matthew Flinders yang namanya dijadikan nama jalan tempat kami berada sekarang.



Daaaan... ternyata McDonald's kalau di Melbourne disebut Macca's. Betul-betul tertulis "Macca's" looh di plangnya.



Balik lagi ke Federation Square, dan tiba-tiba sudah ada kerumunan orang yang tidak terlihat tadi pagi. Wuah, ternyata ada street performance di tengah square ini yang menyedot perhatian dan gelak tawa banyak orang. Setelah nonton sebentar, kami bergegas ke Melbourne Visitor Centre untuk cari opsi mau kemana lagi setelah ini. Ternyata Centre yang terletak di bawah tanah ini lengkap juga untuk bantu-bantu turis cari ide: ada brosur aneka tempat wisata di Melbourne, layar interaktif, petugas yang bisa ditanya-tanya, dan juga toko oleh-oleh.



Kami sekarang ada di pusat belanja "The Block Arcade". Di sini akhirnya saya melihat pemandu tur gratis "I'm Free Tour" yang nggak jadi kami ikuti dan lagi sibuk nungguin grup turisnya selfie cantik dengan latar langit-langit dan lantai catur keren di Arcade ini.

Ada juga timbangan berat badan bersejarah (Victorian Scale No. 228) yang berusia 130+ tahun (dibuat pada tahun 1880 di Inggris). Juga ada satu toko kue yang antriannya mengular-naga-panjangnya-bukan-kepalang bernama "Hopetoun Tea Rooms" (kayak antrian BreadTalk pas baru buka dulu) yang tampak mewah dari luar.



Lepas tu, grup kami terpecah jadi dua, ada yang mau belanja pakaian di toko-toko ritel sekitar Melbourne Central karena sedang banyak sales, ada juga yang mau sightseeing putar-putar. Karena nggak hobi belanja baju, saya pun ikut kelompok yang kedua. Menyenangkan aja jalan kaki lihat-lihat sekeliling jalan: ada yang gedungnya tradisional, ada yang modern, ada juga sekumpulan senior citizen yang sedang berdemo di tepi jalan (wuah.. baru lihat para lansia jadi peserta demo).

Sempat juga melewati China Town, dimana di sini kami masuk ke supermarket Oriental "Laguna" yang ada produk Indonya dan ke toko sepatu keds yang display-nya nampak futuristik.



To close the first half of the day, saya diajak teman minum kopi di Brother Baba Budan yang dapat review bagus di dunia maya. Ternyata baik kopi maupun tempatnya memang enjoyable. Ramai banget antriannya, tapi kami masih dapat kursi. Dekornya unik meski agak pusing lihatnya, lol, yaitu kursi-kursi yang digantung di langit-langit.

Teman saya yang hobi minum flat white selama di Aussie dan saya yang suka cappuccino serta seorang lagi yang saya lupa pesan apa, hehe, kami bertiga menikmati santainya suasana kafe ini di balik seruputan kopi sambil menunggu grup yang lain selesai belanja. Itung-itung ngelurusin kaki yang udah pegal sebelum sore nanti lanjut lagi ke Brighton Beach:) Coffee is the sine qua non of my sanity. Lol, berguna kan belajar vocabulary baru di atas tadi..

19/11/2016

Jelajah Melbourne #8 - DAY 01: Akhirnya Sampai Juga! Nge-GyuTanDon di Menya + Jalan Cepat di CBD + (Mencoba) Tidur di Hostel Backpacker

Akhirnya sampai juga 10 jari badan ini di postingan tentang Melbourne! 3 hari 2 malam yang kami habiskan di kota terpadat kedua se-Aussie ini akan saya bagi ke dalam tiga bagian cerita saja, biar nggak kepanjangan karena saya sudah lelah dan perlu move on ke artikel berikutnya. For now, please enjoy part one-nya below :) #throwbackApr2015 #itsalwaysahappyday



Destinasi #1: Makaaaan, saya laparrrr... Sudah sampai Melbie, wajib banget mampir ke Menya yang pas saya ke sana lagi booming banget karena Gyu Tan Don-nya. Memang ramai sekali tempatnya, tapi horeee... masih dapat tempat karena kapasitasnya juga besar. Pas baca sign-nya baru 'ngeh kalau Menya adalah bahasa Jepang dari "面屋" atau "Miàn Wū" yang artinya Ramen House. Oh yaaa.. sempet nemu snek yang kembar abis sama Nyam-nyam, tapi namanya Yan-yan. Lol.



Akkkh.. datang juga Gyu Tan Don yang dinanti :) Tapi ups, ogut sebenernya lupa waktu itu pesen Gyu Tan Don atau pesen ramen. #jedukinjidat #odongmodeon. Eniwei, senang deh, nggak lama setelah balik ke Jakarta, Gyu Tan Don mulai naik pamor di J-Town ini, jadi bisa nyicip pas lagi pengen. Contohlah waktu Negiya Donburi baru buka di Citywalk, antriannya panjang maksimal tiap jem makan siang, ~untung ada Pasukan Ijo (a.k.a Bang Ojek Online). Sedih aja harganya berat di kantong, jadi nggak bisa sering-sering. Nasi putih berselimutkan lidah sapi ini memang enyaaak...



Destinasi #2: Karena kami sampai di Melbourne ketika matahari lagi kunker ke belahan bumi tetangga, opsi wisata yang bisa disambangi di hari pertama ini jadi terbatas. Jadilah kami jalan ngasal di sekitar CBD (Elizabeth St, dkk). Yang saya masih ingat, salah satunya kami sempat melewati Harley Heaven, yang adalah dealer dari Harley Davidson (+ jualan aksesoris khas anak Harley gitu).



Lalu sempat juga mampir iseng ke supermarket Asia gitu. Banyak snek lucu buat cuci mulut mata, seperti biskuit Anpan-Man, mie garing Popeye, mini donut beraneka rasa, mochi green tea dengan choco filing (ngilerrr...), dan mini BungoPpang asal Korea yang iconic itu.



Destinasi #3: Saatnya check-in. Kamar saya penuh bule dan berisi + 5 bunk bed 2 tingkat & 1 kamar mandi. Kaget juga ternyata ada anak muda yang stay di situ sehari-harinya karena harganya murah (salut buat perjuangan hidupnya). Ada juga yang se-ranjang sempil-sempilan dipakai 2 turis saking mau hemat. Meski sekamar sama banyak orang asing rasanya nano-nano dan kurang comfy, kamar saya masih okelah. Salah seorang teman saya dapat kamar lain dan susah tidur karena sesama penghuninya kurang bersahabat - alias berisik (dan bau, lol) sampai akhirnya nyerah dan upgrade tipe kamar. Pengalaman backpacker-an yang nggak terlupakan deh.