24/10/2015

Bedah Produk #11 - Melihat Lebih Dekat Booth Berisi Satu Lusin Colokan di Bandara Soekarno-Hatta

Aakh.. sudah tiga tahun sejak terakhir saya naik Garuda Indonesia ke luar negeri, sehingga sudah cukup lama sejak saya masuk ke Terminal 2 Soetta. Di beberapa penerbangan sebelumnya, saya yang sejatinya masuk kategori wisatawan pelit backpacker, sudah barang tentu menyeberang samudera naik Low Cost Carrier.

Beberapa kali naik AirAsia dari Terminal 3, saya pun mulai hafal dengan letak colokan di ruang tunggu penerbangan, seperti yang ada di "meja-meja" bundar itu. Repotnya begini deh, kalau kekeuh nggak mau beli power bank (karena ane takut ngerusak baterai). Maklum, pede suka anjlok satu level kalau baterai hape kagak penuh. Takut nggak puas jeprat jepret di negeri tetangga. Tapi lebih takut lagi kalau nyasar dalam penjelajahan dan nggak bisa buka map di tempat yang ada wi-fi-nya. Hoh.

Karenanya, ketika awal 2015 yang lalu saya ada kesempatan untuk naik Garuda, saya pun jadi bisa terbang dari Terminal 2 lagi. Hari itu bandara sepi sekali, btw. Setelah melewati imigrasi dan berada dekat ruang tunggu (yang belum dibuka karena saya datang kepagian), saya pun mulai bosan dan akhirnya lihat-lihat sekeliling. Ahai.. benda apa itu yah. Nggak inget dulu ada yang begini. Kepo-in yuk!



Jrenggg!! Dari pinggir, tampak tulisan "FREE CHARGING" dengan ukuran font yang nggak segede gajah sih, tapi tetep gede banget.



Wuah.. colokan! #noraknorak #pleasebearwiththisboredperson. Total ada satu lusin, alias 12 unit. Disediakan oleh Angkasa Pura II dengan disclaimer bahwa segala bentuk kerusakan dan kehilangan tidak menjadi tanggung jawab mereka. Rapi juga yah, layout desainnya.



Sekat-sekat antara colokan memungkinkan user untuk meletakkan smartphone-nya di sana, meskipun rasanya dengan ukuran smartphone yang selalu berevolusi menjadi makin lebar dan panjang, ukuran ruangnya jadi nampak terlalu kecil. Jelas kalau tablet sih, nggak muat lah ya.. Apalagi catokan rambut. Yaaa keleus mau nyatok rambut di ruang tunggu bandara.



Setiap "ruang" colokan ternyata dilengkapi dengan pintu transparan dan kunci. Tapi yah, mana berani ninggalin handphone tanpa diawasi, meski dikunci sekalipun. Who knows kan, soalnya pepatah Bang Napi berbunyi "kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat pelakuknya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah!". Heran, orang sekarang banyak aja lagi yang jago congkal sana congkel sini. Kendaraan di tempat umum aja bisa raib mendadak.

Anyway, tetep lumayan bangetlah kalau ada banyak colokan kayak gini (nggak cuma satu lusin ini aja loh, di sudut lain juga ada kelompok colokan ini lagi) - jadi bisa pakai gadget tanpa ngurangin baterai sambil nunggu boarding ke pesawat, tanpa perlu antri atau takut nggak kebagian. Happy charging!


EmoticonEmoticon