28/05/2016

Jelajah Sydney #24 - Menyusuri Sepanjang Jalan di Newtown: Mulai dari Toko Buku, African Market, hingga Kuburan!

Sudah hampir setahun sejak terakhir saya menginjakkan kaki di sini. Masih terbayang dalam ingatan saya siang hari yang terik di jalanan yang sibuk itu. Dengan berbekal aplikasi Maps dan semangat yang masih menyala-nyala walau kaki ini sudah minta diajak pulang, saatnya keliling Newtown!! #takemeback #throwbackJun2015



Selepas dari Usyd, saya pun mulai stroll around Newtown untuk cuci mata. Dimulai dari persimpangan Forbes Street ini dimana ada suatu bangunan di huk yang jadi noticable karena tulisan besar "1914 Victoria Buildings" di atasnya. Sudah seabad+ niiih... berarti usianya. Nampak dalam gedung itu ada restoran "Three Queens" dan sebuah tempat praktik chiropractic.



Lanjut ke King Street: ada toko buku keren bernama "Gould's Book Arcade, Gould's Video Library". Isinya rak buku tinggi, lorong sempit, buku, buku, dan buku. Hoaaah. Kebayang dong guys, betapa banyak koleksinya, segala macam genre ada: mau politik, horor, pelajaran, romansa, dsb. Banyak buku bekas dan buku terbitan lama loooh, buat yang pengen cari koleksi jadul. Hati-hati booklovers, kalau sudah masuk jangan lupa keluar karena saking asiknya nge-browse buku di sini.



Karena hari sudah siang, sekalianlah saya maksi. Eiitss, lagi ada promo lunch murah meriah pas saya lewat, masuk ahhh ke resto Thailand "Saab Wer" ini. Hampir tiap kali ke resto Thailand, saya pasti pesan tom yum. Jadi di sini juga makan menu itu dongg.. So yummy! Dapat gratis appetizer juga nih, yaitu sup kacang hijau yang rasanya nikmat tenan'...



Setelah itu nyempetin diri untuk masuk ke toko Vinnies karena di dalamnya ramai (jadi penasaran gitu). Pertama kalinya nih saya masuk ke Vinnies dan baru 'ngeh kalau ini adalah toko loak berkonsep unik dimana toko ini punya cukup banyak cabang di Sydney (simak curhat saya soal toko ini di Jelajah Sydney #23).



Nggak hanya berjalan lurus, saya juga coba masuk ke beberapa belokan dan menemukan beberapa sudut yang tampilannya agak beda dengan pinggir jalan besar. Misalnya ada tembok hipster yang penuh coretan grafiti seperti di Indo, ada sederet rumah imut dengan label "1885 Church Avenue", juga ada lapangan yang luas dan ramai dipenuhi orang (dan anjing) yang sedang santai di atasnya (bule semua, jarang-jarang nih nggak lihat orang Asia di Sydney).



Oh ya, ada suatu tempat bersejarah di Newtown, tapi kuburan... Namanya Camperdown Cemetery. Errr, karena sudah di sini, sekali saja deh mampir. Ada gereja di dekat pintu masuk kuburan (St Stephen's Anglican Church). Glekkk, jemaatnya apakah ibadah mingguan di tengah kuburan yak. Eniwei, kelihatannya banyak orang penting yang dimakamkan di sini, terlihat dari sejumlah nisannya yang tampak sepesial. Pas saya datang sedang sepi, jadi saya nggak puterin kuburannya. Dalem hati saya juga geleng-geleng sih, "Haduh, saya lagi ngapain ini wisata sendirian ke kuburan..." Haha.



Lepas tuuh saya balik lagi ke pinggir jalan. Ada beberapa gedung yang cukup menarik pandangan. Salah satunya bangunan CommBank Aussie dengan nuansa putih-abu ini yang somehow enak dilihat. Ada rasa "kuno" dan "koboi"-nya, tapi terlihat rapi dengan desain garis-garis lurus yang tegas.



Ada juga gedung warna creamy pink tua ini yang ternyata adalah klinik looh. Kalau langitnya lagi bagus, gedung ini pasti tampak gagah bersahaja di foto di bawah angkasa. Berdiri di sebelahnya yakni gedung kuning yang dihuni toko clothing (Doll House) dan toko tas (Love Luggage).



Ada Cafe Newtown yang posisinya persis di ujung penyeberangan pejalan kaki. Bagian outdoor-nya cukup ramai dengan pengunjung. Sedangkan toko-toko di sebelahnya menawarkan berbagai jasa dan produk looh, misalnya ada spesialis pajak pendapatan, tempat massage, dsb.



Lalu ada gedung bernama "Newtown Central", semacam shopping centre yang dari lua tampaknya tidak terlalu besar, tapi punya basement untuk tempat parkir segala loh. Letaknya tidak jauh dari stasiun kereta.



Yang juga menarik, ada beberapa toko yang berlabel "African", misalnya "Salon de African Pride" dan "African International Market". Tapi sepertinya toko ini khusus menjual produk terkait perawatan kulit dan rambut. Would be interesting niih kalau ada toko African market yang jual makanan dan produk ritel lainnya seperti yang biasa dijual di Asian market gituuu... Pengen tahu 'kan makanan dan produk-produk dari benua tersebut seperti apa.


EmoticonEmoticon