Showing posts with label Jelajah Plus. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Plus. Show all posts

16/11/2015

Indeks "JELAJAH PLUS" - Daftar Semua Post di Kategori "JELAJAH PLUS"


Kembali ke Master Index

JELAJAH PLUS
#1Benda Apa Saja yang Tidak Boleh Dibawa ke Pesawat? (Θ˛Θƪ) Hmmm..Baca di Sini
#2Aturan Penumpang Kereta Api yang Perlu Kamu TahuBaca di Sini
#3Cara Beli Tiket Kereta Api (+ Pengalaman Berangkat dari Gambir)Baca di Sini
#4Cara Apply Visa AustraliaBaca di Sini

20/09/2015

Jelajah Plus #4 - Cara Apply Visa Australia

#recycledpost #throwbackAug2013
Source of Image: Google Maps
Sedang punya rencana cuci mata ke Australia? Sebagai WNI, tentunya kita akan butuh visa untuk pergi ke negri dengan penduduk beraksen unik ini. Adik saya baru-baru ini mengajukan visa turis ke Aussie dan kabar baiknya, ternyata prosesnya tidak sesulit dan sepanjang yang terpikir sebelumnya. Kuncinya adalah kelengkapan dokumen dan jaminan sponsor.


Sebelum masuk ke kedua poin tersebut, perlu diketahui bahwa sejak kedutaan Aussie di Jakarta dibom, mereka memperketat security di gedung mereka supaya hal yang sama nggak terjadi lagi, sehingga nggak sembarang orang bisa keluar masuk hilir mudik ke sana. Jadi kalau begitu, gimana caranya kamu bisa memasukkan aplikasi visamu sementara kamu sulit datang ke sana? Menurut website Australian Government: Department of Immigration and Citizenship, ada tiga cara yang bisa kamu tempuh untuk melakukan hal tersebut:

(1) Mereka sudah kerja sama dengan VFS Global untuk menyediakan jasa visa lodgement melalui Australian Visa Application Center;

(2) Kamu bisa mengirim aplikasimu lewat pos/kurir ke Kedutaan Australia, atau

(3) Kamu perlu membuat janji sebelum mengunjungi Kedutaan Australia jika kamu ingin memasukkan aplikasimu sendiri secara langsung ke sana. Namun, kalau nggak ingin buat janji, kamu bisa langsung meninggalkan aplikasimu di Australian Visa Application Center.

Selain ketiga cara tersebut, sebetulnya ada cara lain: pergi saja ke travel agency yang pada umumnya memang melayani jasa pengurusan visa. Sebut saja Dwidaya atau Smailing Tour. Adik saya menggunakan jalur ini. Sangatsimple! Berhubung letak Dwidaya Tour tidak jauh dari rumah kami, yang perlu dilakukan hanya jalan kaki, membayar Rp. 1.510.000 untuk biaya visa (bedaagency beda harga, sempat ngecek ke Smailing Tour harganya beda tipis, sebesar Rp. 1.530.000), dan membawa dokumen berikut:
  1. Fotokopi Passport, KTP, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, dan Surat Ganti Nama (kalau pernah ganti nama)
  2. Pas Foto 4x6 (dua lembar)
  3. Berbagai dokumen dari sponsor. Sponsor di sini berarti siapa yang akan menjamin tempat tinggal dan biaya selama kamu berkunjung ke Australia. Faktor ini tampaknya memang sangat menentukan kemudahan kamu mendapatkan visa. Gak bisa dipungkiri, kelancaran adik saya dalam prosesnya memperoleh visa didukung oleh fakta bahwa kami punya dua orang kakak yang statusnya adalah permanent resident di sana. Jika kamu pergi diutus perusahaan untuk urusan bisnis, maka perusahaanlah yang akan memberikan surat tersebut. Jika kamu masih di bawah umur 18 tahun, maka kamu akan butuh surat jaminan dari orang tua. Berbagai surat yang adik saya lampirkan dalam aplikasinya adalah:
  • Surat dari salah satu kakak saya, yang menceritakan bahwa dia mengundang adik saya untuk datang ke Aussie dalam rangka liburan untuk melihat kehidupan kedua kakaknya di sana (menyebutkan alasan kedatangan adik saya), menjamin bahwa adik saya pasti akan pulang sesuai batas waktu yang diberikan, dan bahwa adik saya masih berstatus mahasiswa aktif (ini fakta yang memperkuat pernyataan bahwa adik saya akan pulang ke Indo dan tidak akan tinggal atau bekerja secara illegal di sana), juga mengenai pekerjaan dan status kedua kakak saya di Aussie, dan bahwa kakak saya akan menjamin kehidupannya selama ia berlibur ke Aussie.
  • Surat dari Papa saya. Meskipun adik saya telah berusia di atas 18 tahun, namun surat pernyataan dari Papa saya ini juga dapat memperkuat aplikasi yang ia ajukan. Surat itu berisi tujuan adik saya pergi ke sana, berapa lama ia akan stay di sana, serta pernyataan yang menjamin bahwa adik saya tidak akan bekerja, tidak akan menetap di Aussie, dan akan kembali setelah masa liburan habis. Juga menyatakan bahwa segala biaya perjalanan dan pengurusan dokumen menjadi tanggung jawab papa saya.
  • Surat dari universitas adik saya, yang isinya menyatakan bahwa adik saya adalah benar adanya mahasiswa aktif dari universitas tersebut
  • Bank account (statement) tiga bulan terakhir milik Papa saya (karena adik saya masih "anak sekolah", tapi kalau kamu student dan sudah hasilkan cukup uang sih terserah aja pakai bank statement milik sendiri, haha), dan milik Kakak saya (sebagai sponsor yang menanggung adik saya). Memakai dua bank account seperti ini akan memperkuat aplikasi adik saya. Jika kamu pergi diutus perusahaan, saya rasa yang diminta adalah bank statement-mu sendiri, (tapi seharusnya sih gak perlu gede2 nominalnya karena yang terpenting adalah surat sponsor dari perusahaanmu karena kamu pergi dengan dijamin perusahaanmu).
  • Fotokopi passport dan bukti Permanent Resident kakak saya


Adapun adik saya kemudian diberikan 2 buah formulir (sang Agency bisa membantumu untuk mengisinya - atau kamu bisa isi sendiri), yaitu (a) Application for a Visitor Visa - Tourist Team (dibagi menjadi sekitar 14 bagian yang harus diisi, seperti seputar funding for stay, health details, details of your visit to Australia, dsb) dan (b) Appointment/Withdrawal of an Authorised Recipient. Maka selesailah! Umumnya kamu diminta untuk menunggu 14 hari kerja sebelum hasilnya keluar (di-approved atau tidak dan berapa lama).

Ternyata dalam hitungan 10 hari aplikasi adik saya sudah disetujui dan bahkan valid untuk jangka waktu tiga tahun (which is considered long, yipee!, soalnya nggak semua aplikasi di-approved, dan kalaupun sudah disetujui, jangka waktu yang diberikan bisa beda-beda, seperti Papa saya yang dahulu hanya dikasih 1 tahun). Adik saya tergolong visitor "Class FA", "Subclass 600", dengan visa stream "Tourist" dan entries "multiple" (boleh datang ke Aussie berkali-kali selama jangka waktu tiga tahun itu). Visa tersebut diberikan dengan syarat "No Work", "Max 3 Month Study", dan "No Further Stay". Jadi adik saya boleh tinggal di Aussie maksimal selama tiga bulan asalkan tidak bekerja (tapi kalau mau short course gitu keliatannya boleh, asal nggak lewat tiga bulan).

Demikian cara apply visa ke Australia. Sebagai customer yang puas, saya merekomendasikan jasa Dwidaya Tour kalau kamu memang sedang ingin buat visa ke Aussie. Hehe.. Semoga membantu yaa..! :)

19/09/2015

Jelajah Plus #3 - Cara Beli Tiket Kereta Api (+ Pengalaman Berangkat dari Gambir)

#recycledpost #throwbackOct2013
Salah satu alat transportasi yang bisa membawa kedua kakimu sampai di kota Bandung adalah KA Argo Parahyangan (especially kalo kamu warga Jekarda..). Belum lama ini saya pergi ke sana menggunakan cara tersebut, dan karena kali itu adalah pengalaman pertama jadinya ada sikit bingung-bingung dot com gitu... Langkah pertamanya tentu saja mencari jadwal penerbangan, eh, per-apa ya.. (`▽´)-σ perkeretapian? Heh.


Untuk mengetahui tanggal dan jam keberangkatan kereta, kamu bisa masuk ke situs resmi PT Kereta Api Indonesia dan klik menu Reservasi Tiket, lalu di sebelah kanan masukkan detil dari tujuanmu, seperti tanggal, stasiun asal, stasiun tujuan, dan jumlah penumpang. Klik Tampilkan, dan voila!, munculah info yang kamu perlukan. Karena saya berangkat dari Gambir dengan tujuan ke Stasiun Bandung, maka opsi yang muncul adalah Kereta Api Argo Parahyangan (di tiket saya tertulis KA Argo Parahyangan Tambahan, nggak tahu sih apa bedanya).

Kalau sudah tahu jadwal, sekarang saatnya kamu memilih kelas KA yang diinginkan. Ada berbagai jenis kelas Eksekutif dan berbagai jenis kelas Bisnis dan pada beberapa kereta ada juga yang menawarkan kelas Ekonomi. Kalau kamu ingin tahu beda jenis-jenis kelas kereta api, ada seorang agan blog writer yang menceritakan dengan jelas perbedaan di antara mereka, ini link-nya (mantep deh, (´⌣`ʃƪ) jadi pengen ngasih cendol). Saya yang pergi berdua papa pun akhirnya memilih untuk naik kelas Eksekutif A, itung-itung nyobain deh, jarang-jarang soalnya naik KA.


Ada banyak cara untuk membeli tiket kereta api, misalnya sebagaimana yang tertera pada peraturan penumpang no. 8 yang tertera di balik tiket KA. Jika kamu ingin membeli tiket lewat situs resmi KA di atas juga bisa. Tinggal mengikuti saja petunjuk yang ada dan setelah mengisi data lengkap kamu akan diminta untuk memilih tipe pembayaran, sebagaimana tertera pada gambar di bawah ini (hiks nggak ada KlikBCA, tapi ada KlikPay sih..):


Tadinya berniat langsung beli pakai kartu kredit, tapi kena charge sepuluh ribu kalau nggak salah. Kalau beli di Indomaret kena charge-nya lebih murah, Rp 7.500 buat rame-rame sekaligus (tapi charge segitu ada batas maksimum jumlah orang, bertiga atau berapa gitu). Karena dekat rumah ada Indomaret, saya pun membeli tiket kereta lewat Indomaret. Keuntungannya nggak perlu ikut antrian untuk beli tiket di Gambir. 

Meski begitu, waktu beli di Indomaret hanya diberi bukti pembayaran (dan dapet bonus air mineral cup gitu sama obat masuk angin sachet-an) sehingga bukti pembayaran tersebut masih harus ditukar lagi dengan tiket kereta api di Gambir (paling telat satu jam sebelum keberangkatan sudah harus ditukar). Dan sayangnya, hiks, nggak bisa dapat diskon lansia kalau beli tiket di minimarket (papa saya sudah berusia di atas 60 tahun sehingga sebetulnya berhak atas diskon 20%, tapi untuk saat ini kelihatannya diskon hanya bisa didapat kalau beli tiket langsung di loket stasiun). Tiket pun saya claim sehari sebelum saya pergi supaya nggak mepet dan buru-buru pas hari H-nya (karena jam berangkat saya cukup pagi).


Pagi itu pun, kira-kira setengah tujuh, saya tiba di Stasiun Gambir yang bernuansa hijau-hijau dan berhadapan dengan Monas. Di situ nampak puluhan Bus Damri berjajar untuk menunaikan tugasnya bolak-balik ke Bandara Soetta. Beberapa tenant yang kelihatan antara lain ada Indomaret Point, Alfamart, Dunkin Donuts, kios koran dan buku berlabel Gramedia, Indo Rail Tour, money changer, dsb. Selain itu ada juga papan petisi gede yang mendukung proyek sponsor untuk menjadikan Jakarta bersih berkilau (yeah, let's do it!). Suasana stasiun tidak terlalu ramai, tapi juga bukannya sepi sama sekali. Nampak juga beberapa bule bertubuh kekar yang sudah siap berkelana dengan tas punggung khas mereka.


Kami pun menunjukkan tiket dan KTP kepada pak petugas yang memberikan stempel sebagai tanda kami boleh lanjut naik tangga menuju jalur 1 - tempat KA Argo Parahyangan Tambahan berangkat. Di sana sudah banyak orang menunggu keretanya masing-masing di jalurnya masing-masing. Bunyi kereta api ternyata memang mirip sama yang ada di film kartun lho, jus jus jus jus gituuu..

Sayang aja, keretanya tiba dan berangkat terlambat ƪ(‾ε‾“)ʃ why... Di tiket saya tertera jadwal berangkat yakni Pk 07:20, tapi baru berangkat sekitar Pk. 07:45. Dan sempat ada insiden kecil dimana ada seorang Ibu duduk di kursi saya. Kami pun sama-sama menunjukkan tiket masing-masing kepada petugas (dan astagah, nomor kursi Beliau sama dengan nomor kursi saya). Ternyata Beliau salah naik KA, seharusnya naik kereta shift berikutnya yang berangkat satu jam kemudian. Wuaah, untung saja keretanya belum jalan, jadi Beliau masih sempat turun. Untung juga naiknya bukan jurusan lain, kalau pas bangkunya kosong dan si Ibu tetap duduk, bisa repot nanti, malah nyampe di kota lain... (!!˚☐˚) OH, NOO! 'Kan nggak lucu kalau mau ke Bandung malah sampai di Brebes, hehe... (oops, did I just laugh?). Hal ini pun jadi pelajaran buat saya supaya selalu memastikan dengan benar jalur mana, kereta mana, dan jam berapa kereta berangkat. Ingat..ingat...

Tambahan - Pertanyaan Pembaca (Hyoori - 1 Juli 2015):
"Seru bngt ya xD. Tp. NUker tiket tu emang cuma bisa di gambir aja yah? Soalnya saya sering liat org naik dr stasiun lain kaya jatinegara or klender gitu. Berarti mereka kudu tuker tiket dulu ya sebelumnya di gambir, baru naik dr stasiun lain?"

Jawaban Penulis (per 1 Juli 2015):

Hi there, saya coba jawab:

(1) Menurut kompas.com (Juni 2015, url: http://bit.ly/1HwTZUa), tiket yang didapat dari berbagai media pemesanan dapat dicetak sendiri di stasiun yang memiliki mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) yang ada di Stasiun Gambir (9 CTM), Pasar Senen (7 CTM), Jakarta Kota (2 CTM), Jatinegara (1 CTM), Bekasi (1 CTM), Tanjung Priuk (1 CTM) dan Stasiun Bogor (1 CTM).

(2) Menurut blog.tiketkai.com (Sept 2014, url: http://bit.ly/1GMTKgQ), penukaran tiket kereta api dapat dilakukan di loket-loket stasiun keberangkatan.

Jelajah Plus #2 - Aturan Penumpang Kereta Api yang Perlu Kamu Tahu

#recycledpost #throwbackOct2013



Di balik tiket kereta api ternyata ada... (mau tahu aja atau mau tahu banget? wkwk #alaymodeon). Well... Ternyata ada "persyaratan dan ketentuan angkutan penumpang kereta api"! Hehe... Eits, jangan cabut dulu, soalnya setiap poin ini penting dan menarik lhoo untuk disimak (beli tiket dimana, sejak kapan, berat bagasi, dsb) apalagi kalau kamu mau naik kereta api tut tut tut... siapa hendak turun?

1. Setiap penumpang wajib memiliki tiket;
2. Tarif sudah termasuk asuransi;
3. Semua penumpang dikenakan tarif dewasa;

4. Khusus pada KA tertentu yang ditetapkan, bagi anak usia di bawah 3 tahun jika tidak mengambil tempat duduk, berhak atas reduksi tarif;
5. Tiket berlaku dan sah apabila:
A. Dipergunakan oleh penumpang yang namanya tercantum pada tiket, dinuktikan dengan bukti identitas yang sah dan masih berlaku;
B. Nama dan nomor KA, tanggal dan jam keberangkatan, kelas dan relasi yang tercantum pada tiket telah sesuai dengan KA yang dinaiki;

6. Pada saat boarding, semua penumpang berusia di atas 17 tahun wajib menunjukan bukti identitas yang sah (KTP/SIM/Passport/ID Lainnya yang sah);
7. Penumpang yang kedapatan tidak memiliki tiket yang sah di atas KA, diturunkan pada kesempatan pertama atau stasiun terdekat.
8. Reservasi tiket KA dapat dilakukan sejak H-90 di loket stasiun, loket mitra, contact center 121, secara online melalui web, aplikasi android, blackberry dan windows mobile;

9. Mengubah tanggal, jam keberangkatan atau berganti KA dapat dilakukan paling lambat 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA yang telah dipesan dengan dikenakan bea administrasi sebesar maksimal 25% dari harga tiket di luar bea pesan;
10. Pembatalan tiket dapat dilakukan:
A. Sampai dengan maksimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA sebagaimana tercetak pada tiket, dikenakan Bea Pembatalan sebesar 25% dsari harga tiket di luar bea pesan;
B. Kurang dari 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA sebagaimana tercetak pada tiket, maka tiket hangus dan tidak ada pengembalian tiket;

11. Perhitungan bea perubahan jadwal, pembatalan atau reduksi tarif dilakukan pembulatan ke atas pada kelipatan Rp 1.000,-
12. Berat dan volume bagasi kabin kereta untuk setiap penumpang maksimum 20 kg dengan volume maksimum 100 dm3, kelebihan berat dan volume bagasi kabin dikenakan bea tambahan;

13. Barang yang dilarang pada bagasi kabin kereta: binatang, narkotika psikotropika dan zat aditif lainnya, senjata api dan senjata tajam, barang yang mudah menyala/meledak, barang-barang yang karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan, berbau busuk, barang-barasng yang karena keadaan dasn besarnya tidak pantas diangkut pada bagasi kabin kereta serta barang-barang yang dilarang undang-undang;
14. Semua Perjalanan KA adalah Tanpa Asap Rokok, tidak diperkenankan merokok di seluruh rangkaian KA.

Jelajah Plus #1 - Benda Apa Saja yang Tidak Boleh Dibawa ke Pesawat? (Θ˛Θƪ) Hmmm..

#recyledpost #throwbackDec2014
Setelah menunggu sekitar satu tahun lamanya (maklum deh, hasil berburu tiket AirAsia super murah.. wkwk), senangnya karena saya bisa ke luar negeri lagi di awal bulan ini. Yang nggak boleh ketinggalan: sebatang bolpen (+ cadangan; takut ilang soalnya), buku catatan mini dan smartphone berkamera yang udah fully charged. Maklum ya, apa daya kalau naluri jurnalis ini langsung ON pas jalan-jalan begini. \(´ー`)/ Cihuiii.. saatnya berkelana, saatnya corat coret!

Perjalanan saya pun dimulai dengan... pergi ke bandara, hohoho. Sebelum sampai di area menunggu alias gate tempat pesawat berangkat, penumpang indeed akan melewati pemeriksaan supaya petugas bandara di Indo bisa menyortir barang-barang bawaan kita. Apa saja yang sebetulnya tidak boleh dibawa? Berikut adalah informasi resmi yang ada di Bandara Soekarno Hatta:




Anda dilarang membawa barang-barang ini ke dalam tas Anda:

  1. Bahan-bahan Pengoksidasi (oxisiding material)
  2. Kemasan Kaleng Bertekanan (pressure pack cans)
  3. Bahan-bahan Beradiokatif (radioactive materials)
  4. Cairan yang Menimbulkan Api (flammable liquids)
  5. Racun dan Substansi Penular (poisons and infectious substances)
  6. Peledak dan Senjata Api (explosives and firearms)
  7. Bahan Perusak (corrosives)
  8. Benda yang Menimbulkan Api (flammable solids)
  9. Benda-benda yang Membahayakan (miscellaneous dangerous goods)
  10. Gas-gas terkompresi (compressed gases)
  11. Mercon, Petasan (Fire works)


Kelihatan lhoo di gambar atas ada macem-macem barang yang nggak diperbolehkan seperti: gunting, gunting kuku, gunting jahit yang imut-imut itu, cutter, obeng, tang, pistol, peluru, korek api, suntikan, cairan penghilang noda, magnet tapal kuda, termometer, dsb. Eits, ada lagi. Yuk, perhatikan juga hal-hal berikut, khususnya sebelum Anda melakukan check-in:


Apakah cairan, penyemprot, aerosol dan gel yang Anda bawa 100 ml atau kurang? Cairan penyemprot, aerosol dan gel termasuk barang-barang seperti minuman, krim, parfum, alat semprotan, gel, pasta gigi, pemerah bibir, salep bibir dan barang-barang lainnya memiliki ketentuan sebagai berikut:

1. Melebihi 100 ml: jika barang-barang itu melebihi 100 ml masuklah ke dalam bagasi yang didaftarkan masuk (check-in). Tidak ada larangan baru mengenai apa yang dapat Anda masukan ke dalam bagasi yang didaftarkan masuk.

2. Barang-barang yang Dijinjing: jika Anda ingin membawa barang-barang melalui tempat pemeriksaan, Anda harus memastikan agar:
a. Setiap barang besarnya tidak melebihi 100 ml
b. Semua barang ini harus dimasukan ke dalam satu kantong tembus pandang yang memuat satu latu liter (ukuran kantong kira-kira 20 cm x 20 cm) --> not sure if this is really enforced sih...
c. Kantong itu harus ditutup
d. Setiap orang hanya boleh membawa satu kantong

3. Terkait prosedur Keamanan atas barang-barang yang dijinjing:
a. Majulah ke tempat pemeriksaan keamanan
b. Tunjukan kantong itu bersama dengan barang-barang yang dijinjing lainnya.
c. Anda mungkin juga akan menjalani periksa raba secara acak (random). Ini selain dari proses yang sudah ada sebelumnya untuk mendeteksi adanya bahan peledak.
... dan sepertinya banyak yang tidak aware kalau penumpang dilarang membawa benda tajam masuk ke dalam pesawat. (ಠ_ರೃ) Banyak sekali gunting yang disita dan dikumpulkan jadi satu di boks ini. Sempat juga melihat beberapa botol air minum yang disita (soalnya termasuk cairan di atas 100 ml).