13/03/2016

Jelajah Sydney #16 - Suapin Kangguru, Selfie Bareng Koala, dan Lihat Tasmanian Devil di Kebun Binatang Featheardale Wildlife Park

Ahay! Jauh-jauh ke benua tetangga, tentu nggak lengkap rasanya kalau belum main ke zoo alias kebun binatangnya. Sempat agak menggalau pas diri ini tahu ada lebih dari 1 pilihan tempat untuk mandangin hewan di sekitar Sydney, sebut saja Taronga Zoo, Wild Life Sydney, Sea Life Sydney Aquarium, Featherdale Wildlife Park dan Koala Park Sanctuary. Okeh, nggak ada cara lain. Terpaksa minta bantuan jari telunjuk dan lagu capcipcup belalang kuncup. #eh

Ternyata bisnis yang beruntung karena pengunjungnya nambah enam (baca: saya dan keluarga) adalah Featherdale! Akhirnya pilih ke sini karena Featherdale punya beberapa koleksi binatang lokal, pengunjungnya boleh suapin kangguru dan selfie sama aneka macam binatang... serta errr, saya punya voucher diskon tiketnya (yang saya temukan setelah susah payah memburu guide book gratisan untuk turis). Saatnya pergiii!

#latepost #throwbackJun2015



Cara ke sini: naik kereta ke stasiun Blacktown, lalu naik bus no. 725 dari halte yang ada di depan stasiun. Bus itu akan langsung berhenti di halte tepat di seberang Featherdale Wildlife Park. Tempat ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore setiap hari, namun tutup di Hari Natal.



Info harga saat artikel ini ditulis (per Maret 2016) dari situs resmi Feathedale (featherdale.com.au/park-information), harga tiket masuk adalah sbb: Orang Dewasa = AUD 29.50; Anak Usia 3-15 Tahun = AUD 16; Pelajar/Pensiunan = AUD 23; Lansia = AUD 20.50; Keluarga (2 Orang Dewasa dan 2 Anak Kecil) = AUD 83; Keluarga (2 Orang Dewasa dan 1 Anak Kecil) = AUD 69; Keluarga (1 Orang Dewasa dan 2 Anak Kecil) = AUD 56.



Bukan tanpa alasan tiket masuknya berjudul "passport": dengan bahan karton yang dilipat dua, tiket ini memang bentuk dan size-nya mirip passport meski kurang muka cantik saya di sana. Di dalamnya ada peta dan lembar berburu stempel 8 hewan lokal yang dapat ditemukan di sekitar kandang mereka, yang jika sudah penuh akan nampak seperti tiket di foto. Meski tampaknya ditujukan untuk seru-seruan anak kecil, dengan adanya ini, saya jadi tahu minimal hewan aussie apa aja yang perlu saya cari agar tidak sampai kelewatan.



Ada papan petunjuk arah untuk bantu pengunjung pas keliling kebun. Fyi, 8 hewan yang cap-nya perlu saya temukan adalah: (1) Grey-Headed Flying Fox, (2) Emu, (3) Dingo, (4) Tasmanian Devil (Ey..ey.. siapa dia, ada Taz yang suka mejeng di Looney Tunes ituh! Kayak apa yaaa bentuknya...), (5) Common Wombat, (6) Saltwater Crocodile, (7) Red Kangaroo, dan tentunya: Mr & Mrs. (8) Koala.



Sebagaimana kebun binatang pada umumnya, disana-sini juga ada papan "Tahukah Kamu?" yang menjelaskan latar belakang (ukuran, makanan, habitat, peranakan, dan info umum) hewan-hewan yang lagi jemuran di kandang itu. Oh ya, banyak pengunjung bule yang datang membawa anak kecil. Kebun ini memang seperti taman edukasi untuk turis yang ingin kenal hewan lokal.



Ternyata sejumlah hewan memiliki jadwal "presentasi"-nya masing-masing oleh pihak pengelola, yakni waktu khusus dimana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan tersebut, seperti memberi makan, berfoto bersama, atau bahkan memeluk mereka. Jadwalnya sbb (dari situs resmi per Maret 2016): Sepanjang Hari (Koala, Kangguru, Wallabi, Poteroo, Pademelon), 9-10 pagi (reptil), 10 pagi & 2.30 siang (trenggiling), 10.15 pagi di musim panas (buaya), 10.30 pagi & 3.45 sore (penguin), 11 siang (pelikan), 2.45 sore (kelelawar), 3.15 sore (dingo), serta 4 sore (tasmanian devil).Dan berikut beberapa hewan yang sempat saya pelototin:



Ada sekumpulan bintang kecil mirip kangguru yang panjang dan tebal ekornya seperti ekor kucing. Mereka berkeliaran loh. Eik. Kandangnya terbuka, jadi mereka bisa semau-gue nyebrang sana sini di antara pengunjung yang sedang jalan. Untungnya mereka jinak dan kalem ajah lihat manusia hilir mudik di depannya. Mungkin ini hewan yang namanya "Pademelon"? Semuanya lagi sibuk makan, rayuan manja pun nggak mempan bikin mereka nengok. Laper banget kayaknya bos.



Berdiri di dekat mereka ada burung yang warnanya cantik sekali: kuning di separuh badan bagian atas, dan merah di separuh bawahnya.



Wuah, ada burung camar yang warnanya berbeda dari yang biasa terlihat di jalanan Sydney. Namanya "Kelp Gulf". Burung ini tercatat pertama kali ditemukan di Aussie di Teluk Botany pada tahun 1943.



Oh ya, ada sepasang burung yang romantisan di siang bolong begini... Sekilas mirip burung hantu, tapi ternyata berjenis "Tawny Frogmouth". Apa coba nih maksudnya, nemplok berduaan mulu kagak gerak. Nyindir ye, mentang-mentang ai kaga ada pasangannya. #kokkezelya



Koleksi bebek/burung lainnya yang cukup menarik perhatian adalah Pelikan Australia ini. Jumlah mereka cukup banyak tapi heran deh, meski tinggal di dalam kandang tanpa atap, mereka nggak kabur terbang (mungkin bagian sayapnya ada yang dipotong supaya nggak bisa terbang). Ukuran tubuh dan paruhnya besar dan gagah, agak kagum gitu pas melihat langsung dari jarak yang sangat dekat.



Naah ini yang namanya Wombat, dan mereka bisa gigit, jadi harus hati-hati. Ada yang posenya kayak lagi sembayang gitu. Cute! Entah lagi tidur atau udah dongkol difotoin orang terus. Haha...



Lalu ada area yang banyak koalanya. Ternyata "koala" itu artinya "no water" dan mereka bisa tidur hingga 18-22 jam dalam sehari!! AKhirnya saya ketemu saingan saya. HUAHAHA. Padahal makanannya cuma daun kayu putih dan bukan nasi makan siang saya yang bikin ngantuk itu. Setiap koala ini diberi nama loh, oleh Featherdale: ada Maci, Ava, Chloe, Molly, Noah, dll. Untung gak semuanya lagi bobo (meski mayoritas emang lagi tidur), jadi saya bisa amati koala yang lagi melek dan panjat-panjat pohon.



Pengunjung bisa ambil foto sekalian pelukan sama koala beneran, dan jasa ini tersedia sepanjang hari, tapi harus antri sebentar. Ada petugas yang bantu kami untuk ambil foto. Kalau sama yang beneran belum puas, bisa foto sama patungnya juga kok.



Pengunjung juga bisa mensposori hewan-hewan ini loh, atau sekedar menyumbang ke celengan kayu berbentuk koala ini. Ternyata ada badan yang khusus melestarikan koala bernama Australian Koala Foundation. Cek deh website mereka di savethekoala.com. Kamu bisa meng-"adopsi" seekor koala agar mereka bisa tetap lestari, beli merchandise kekoala-koalaan, atau bantu tanam pohon untuk makanan mereka.



Saatnya kita ke bagian kangguru. Di sini kita bisa kasih makan kangguru, jadi beli dulu makanannya seharga satu dolar. Simpel niih makanannya: rumput-rumput yang ditaruh dalam cone es krim.



Berdiri di hadapan saya adalah para kangguru berukuran mini. Di bagian belakang kebun ada lagi yang versi medium. Senangnya saya bisa suapin mereka, yaitu sodorin grass cone tersebut yang dimakan dengan sangat lahap. Kalau kita iseng kasihnya pelit-pelit, langsung direbut gitu cone-nya. Dan imutnya ngelihat anak kecil yang nangis histeris pas si kangguru rebut makanannya itu. Ahhh, co cwittt...



Wuah... ada kandang yang tampak lucu dengan lubang di tengahnya. Di dekat kandang ini, ada juga kandang lain yang dilengkapi dengan kolam air, yang ternyata adalah markasnya para pinguin. Sempat juga melewati kolam lain yang dihuni oleh buaya.



Jangan lupa ambil foto di papan pengukur tinggi badan ini. Pengunjung bisa membandingkan tinggi badannya dengan burung emu dan kangguru dewasa (tinggi mereka sekitar 1,8 meter atau 6 feet).



Ada juga gerombolan si landak yang kalau lagi jalan tampak lucu. Habis kakinya pendek dan badannya buntet, tapi langkahnya cepet gitu.


Lalu terdapat bagian indoor yang khusus jajakan aneka reptil, seperti ular dan komodo. Oh ya, ada juga kandang untuk anjing Dingo, cuma dia-nya mojok gitu kayak lagi tidur. Ternyata Dingo adalah anjing asli Australia dan jenis anjing ini sedang terancam punah di New South Wales. Jadi inget sama anjing Jindo khas Korea karena namanya yang agak mirip.



Wuaaah.. ini dia si Tasmanian Devil. Cuma sayang dia-nya lagi males-malesan di atas tanah niih, jadi nggak bisa observe apakah dia emang suka muter-muter kayak Taz di tipi. Mungkin kalau datang jam 4 sore di saat ada feeding time akan lebih menarik karena Taz 'kan terkenal dengan taring dan rakusnya. Jadi kita bisa bandingkan sama Tasmanian Devil asli pas lagi makan.



Ini dia burung Emu. Jarang-jarang bisa lihat burung Emu di depan mata. Emu mirip ya dengan Kasuari (ada Kasuari juga di zoo ini), tapi Emu warnanya lebih butek-sendu gitu, kayak jerami. Kalau kasuari kan bulunya hitam bekilau seperti iklan shampoo, juga lehernya cantik dengan warna biru dan merah.



Oooh lihat deh, ada kangguru albino! Warna kulitnya putih banget..



Selesai deehh... Masih ada beberapa kandang lainnya sih, seperti area khusus kelelawar yang nggak saya masuki. Lalu ada juga toko souvenir yang menjual banyaaak sekali barang untuk oleh-oleh.


Meskipun beberapa hewan masih bisa kita temukan di Indo, tapi tetap menarik 'kaan... Kalau nggak sama anak kecil, saran saya keliling cepat saja antara 45 menit - 1 jam, agar waktu Anda bisa dipakai untuk lanjut ke tempat wisata lainnya.


EmoticonEmoticon