19/11/2016

Jelajah Melbourne #8 - DAY 01: Akhirnya Sampai Juga! Nge-GyuTanDon di Menya + Jalan Cepat di CBD + (Mencoba) Tidur di Hostel Backpacker

Akhirnya sampai juga 10 jari badan ini di postingan tentang Melbourne! 3 hari 2 malam yang kami habiskan di kota terpadat kedua se-Aussie ini akan saya bagi ke dalam tiga bagian cerita saja, biar nggak kepanjangan karena saya sudah lelah dan perlu move on ke artikel berikutnya. For now, please enjoy part one-nya below :) #throwbackApr2015 #itsalwaysahappyday



Destinasi #1: Makaaaan, saya laparrrr... Sudah sampai Melbie, wajib banget mampir ke Menya yang pas saya ke sana lagi booming banget karena Gyu Tan Don-nya. Memang ramai sekali tempatnya, tapi horeee... masih dapat tempat karena kapasitasnya juga besar. Pas baca sign-nya baru 'ngeh kalau Menya adalah bahasa Jepang dari "面屋" atau "Miàn Wū" yang artinya Ramen House. Oh yaaa.. sempet nemu snek yang kembar abis sama Nyam-nyam, tapi namanya Yan-yan. Lol.



Akkkh.. datang juga Gyu Tan Don yang dinanti :) Tapi ups, ogut sebenernya lupa waktu itu pesen Gyu Tan Don atau pesen ramen. #jedukinjidat #odongmodeon. Eniwei, senang deh, nggak lama setelah balik ke Jakarta, Gyu Tan Don mulai naik pamor di J-Town ini, jadi bisa nyicip pas lagi pengen. Contohlah waktu Negiya Donburi baru buka di Citywalk, antriannya panjang maksimal tiap jem makan siang, ~untung ada Pasukan Ijo (a.k.a Bang Ojek Online). Sedih aja harganya berat di kantong, jadi nggak bisa sering-sering. Nasi putih berselimutkan lidah sapi ini memang enyaaak...



Destinasi #2: Karena kami sampai di Melbourne ketika matahari lagi kunker ke belahan bumi tetangga, opsi wisata yang bisa disambangi di hari pertama ini jadi terbatas. Jadilah kami jalan ngasal di sekitar CBD (Elizabeth St, dkk). Yang saya masih ingat, salah satunya kami sempat melewati Harley Heaven, yang adalah dealer dari Harley Davidson (+ jualan aksesoris khas anak Harley gitu).



Lalu sempat juga mampir iseng ke supermarket Asia gitu. Banyak snek lucu buat cuci mulut mata, seperti biskuit Anpan-Man, mie garing Popeye, mini donut beraneka rasa, mochi green tea dengan choco filing (ngilerrr...), dan mini BungoPpang asal Korea yang iconic itu.



Destinasi #3: Saatnya check-in. Kamar saya penuh bule dan berisi + 5 bunk bed 2 tingkat & 1 kamar mandi. Kaget juga ternyata ada anak muda yang stay di situ sehari-harinya karena harganya murah (salut buat perjuangan hidupnya). Ada juga yang se-ranjang sempil-sempilan dipakai 2 turis saking mau hemat. Meski sekamar sama banyak orang asing rasanya nano-nano dan kurang comfy, kamar saya masih okelah. Salah seorang teman saya dapat kamar lain dan susah tidur karena sesama penghuninya kurang bersahabat - alias berisik (dan bau, lol) sampai akhirnya nyerah dan upgrade tipe kamar. Pengalaman backpacker-an yang nggak terlupakan deh.


EmoticonEmoticon