Showing posts with label Jelajah Korea. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Korea. Show all posts

17/01/2016

Jelajah Sydney #11 - Berwisata ke Eastwood, Salah Satu "Kampung Korea" di Sydney

Setidaknya ada tiga area yang dikenal sebagai "Kampung Korea"-nya Sydney, yaitu Strathfield, Eastwood dan Campsie. Karena diajak kakak untuk mampir ke Eastwood dan makan dengan teman-temannya sepulang ngantor, saya yang adalah fans drama Korea langsung mengiyakan, sekalian pengen nostalgia masa-masa dulu ikut pertukaran pelajar ke Korea. Ini adalah #latepost #throwbackMar2015.



Selamat datang di Eastwood. Memang ya, enak'e tinggal di negara maju itu, transportasi umumnya sudah established. Dengan mudahnya saya bisa sampai di Eastwood dengan menunggangi kereta, meski perginya sendirian dan baru pertama kali pula coba naik kereta di Sydney.



Sambil menunggu kakak dan teman-temannya datang, keliling dulu ah, sebentar. Wuaah, di sini bangunannya pendek-pendek. Langitnya langsung kelihatan membentang gitu di depan mata. Areanya juga cukup sepi. Ada beberapa bangku juga di atas trotoar, jadi bisa duduk dan menikmati suasana syahduh ini yang kalau di Jakarta langka banget nih.



Ada deretan ruko yang semuanya punya label ganda (dalam bahasa Inggris dan Korea), misalnya ada toko daging, optik, resto BBQ, toko perlengkapan rumah tangga...



... juga salon, kredit mobil, toko buku, klinik, dan banyak lainnya.



Banyak juga supermarket ukuran sedang gitu yang menjual aneka produk impor Korea. Waktu saya masuk ke sejumlah toko, kebanyakan para penjual dan pembelinya juga sedang mengobrol dalam bahasa Korea. Jadi berasa ada di Korea gitu. Wah, wahh... ada Bungoppang (roti bentuk ikan isi pasta kacang merah) dan Danmuji (acar lobak kuning) kesukaan saya!



Dan karena Korea sangat terkenal dengan ginsengnya, ada pula toko yang spesial menjual ginseng Korea.



Yang juga menarik yaitu adanya jasa pemakaman bernama "White Lady Funerals" dengan tagline "a woman's understanding", membuat saya bertanya-tanya dalam hati apakah segmen yang disasar adalah wanita, atau penyedia jasanya terdiri dari wanita semuanya, atau hanya sekedar namanya saja yang unik. Dan jika memang service-nya berfokus di segmen wanita, saya agak penasaran sih dengan alasan, diferensiasi layanan, dan pangsa pasarnya dibandingkan jasa pemakaman pada umumnya.



Yang nggak kalah unik yaitu adanya kotak mirip tempat sampah ini, yang ternyata adalah kotak sumbangan untuk para penduduk bisa menyumbangkan pakaian, sepatu, aksesoris dan aneka manchester (perlengkapan kasur, handuk, dan sejenisnya - heh, baru tahu kalau manchester itu kata dalam bahasa Inggris) yang masih bersih dan layak pakai untuk orang-orang muda Aussie yang membutuhkan. Operatornya adalah The Smith Family (cek situs mereka untuk tahu program charity mereka lebih lanjut).



Akhirnya kakak saya dan teman-temannya sampai juga. Tujuan ke sini sebenarnya mau dinner bareng di Jeans BBQ Chilli Chicken. Saya nggak 'ngeh kalau ternyata di Jakarta juga ada loh resto Korea ini.



Dari sejumlah menu yang kami pesan, salah satu menu yang layak di-highlight adalah rice ball! Bisa minta dibuatin pelayannya, bisa buat sendiri juga. Kalau nggak salah buat sendiri lebih murah loh. Jadi kami diberikan sebaskom nasi yang sudah dibumbui, daging ayam yang sudah dipotong kecil-kecil, dan seaweed yang jodoh banget sama nasi.



Dengan memakai sarung tangan, bahan-bahan tersebut kami campur hingga rata dan dibentuk bulat-bulat menjadi bola-bola nasi yang nikmat. Nyam nyam nyam...



Sebelum pulang teman-teman Kakak ngajakin kami ke supermarket, jadilah saya masuk ke supermarket lagi. Aaah, beli es krim ah. Es krim korea 'kan antik-antik gitu. Saya pun membeli es semangka, yang bentuknya memang mirip potongan semangka, tapi rasanya lebih mirip stroberi. Yang jadi biji semangkanya adalah chocochips. Kreatif, deh. Tapi serius, ini rasanya wuenak.



Oh ya, saya juga nemu sabun batangan ini looh, wanginya seperti ginseng, enaaak deh! Karena kasta belum nyampe untuk beli ginseng beneran, beli versi sabunnya aja aaah buat cuci tangan di asrama. Wkwk... Jadi inget masa kecil, setiap hari dikejar-kejar oma untuk minum ginseng. Aaah, ♥(´⌣`ʃƪ) aroma dan rasa ginseng memang nikmat.

16/11/2015

Indeks "JELAJAH KOREA" - Daftar Semua Post di Kategori "JELAJAH KOREA"


Kembali ke Master Index

JELAJAH KOREA
#1Pohon Gembok Cinta di N Seoul TowerBaca di Sini
#2Tandu untuk Pengantin Wanita di Bandara GimpoBaca di Sini
#3Jejak Winter Sonata (First Kiss!) di Nami IslandBaca di Sini
#4Legenda Dr. Jin di Pulau JejuBaca di Sini
#5Naik Seoul City Tour Bus untuk Keliling SeoulBaca di Sini
#6Ada Apa di N Seoul Tower? Temukan 9 Hal Berikut!Baca di Sini

19/09/2015

Jelajah Korea #6 - Ada Apa di N Seoul Tower? Temukan 9 Hal Berikut!

Sejumlah pengunjung datang dengan Namsan Electric Bus

Namsan Seoul Tower atau yang beken disingkat dengan sebutan N Seoul Tower adalah perhentian saya dan teman-teman yang kesekian di Seoul setelah mengunjungi beberapa spot wisata lainnya sebelumnya. Untuk sampai ke sini saya dan teman-teman datang naik Seoul City Tour Bus (klik untuk tahu lebih lanjut soal bus itu). Hmmm.. kabarnya ada juga beberapa angkutan lain seperti memakai Namsan Cable Car atau naik Namsan Electric Bus (woww, ada Bus Listrik!!).

Dan...ngosh..ngosh.. rasanya untuk sampai ke Tower ini jauuuh banget, karena letaknya ada di puncak bukit, ditambah lagi bus-nya itu nggak berhenti tepat di pintu masuk gedung sehingga kami harus jalan menanjak ke atas untuk sampai ke gedung tersebut. Lumayan empot-empotan dan bikin keringetan, wkwk... Karena itu kalau nggak mau mandi keringet, usahakan jangan bawa barang banyak-banyak. Jadiii... ada apa aja yah di tempat ini?

1. TEMPAT BELI KARCIS MASUK



Tempat setenar ini nggak mungkin gratis kan. Hahaha.. Jadi siap-siap merogoh kocek untuk ditukar sama tiket. Ada dua tiket yang bisa dibeli, yakni tiket makan dan tiket masuk.




Karena nggak merasa lapar, ditambah lagi harga paket makannya juga bisa bikin melempem kantong (berkali-kali lipat harga makan normal di Daejeon), saya pun nggak berminat untuk beli makanan di sini. Dari keterangan di papan bisa dilihat ada dua paket yakni "Neo Korean Cuisine HanCook Package" dan "The Exclusive French Restaurant n.GRILL". Menariknya, harga tiket makanan dibedakan berdasarkan usia. Hmm.. mungkin mempengaruhi porsi kali yaah...




Untuk tiket masuk juga dibedakan berdasarkan usia, yaah layaknya tempat wisata pada umumnya, tapi klasifikasinya lengkap banget deh, mulai dari infant (3 tahun ke bawah), child (3-12 tahun), senior (65 tahun ke atas), teenager (13-17 tahun), dan adult (18 tahun ke atas).

Harga tiket juga dibedakan berdasarkan paket yang mau kamu masuki, ada observatory (maksudnya naik ke puncak gedungnya; disini kamu bisa pilih lagi mau lihat-lihat sendiri atau pakai audio guide) dan ada juga teddy bear museum (yup bener! Di sini ada museum beruang yang terkenal itu lhooo). Kamu bisa pilih kombinasi dua paket tersebut dengan harga yang lebih murah dibanding beli masing-masing tiket terpisah. Saya yang masuk kategori adult pun memilih kombinasi dua objek wisata itu sehingga total yang harus saya bayar adalah 14.000 won.


2. TEDDY BEAR MUSEUM



Ada dua Teddy Bear Museum di Korea: satu di Jeju dan satu di N Seoul Tower ini. Keduanya sama-sama mengasyikan: memamerkan banyak sekali boneka beruang mulai dari yang ukuran mini, sedang, sampai yang raksasa, namun disajikan dalam konteks dan tampilan yang berbeda. Teddy Bear di Jeju mewakili berbagai tokoh yang namanya membahana di dunia internasional baik itu fiksi maupun non-fiksi, misalnya ada Monalisa, the Thinker, Elvis Presley, Michael Jordan, tokoh-tokoh kartu poker, dsb.

Sedangkan Teddy Bear di Seoul menceritakan tentang sejarah dan kebudayaan Korea, banyak boneka yang bisa bergerak dan sudah diatur agar menggambarkan scene kehidupan orang Korea di masa lampau. Jadi, meski sudah pergi ke museum yang satu, tidak ada salahnya pergi ke museum satunya lagi, karena isinya berbeda sehingga masih menarik untuk dilihat. Koleksinya ada banyak sekali. Naah.. berikut ini adalah contoh Teddy Bear yang ada di N Seoul Tower.





3. POHON GEMBOK CINTA


Yang satu ini nggak kalah menariknya: pohon cemara yang terbuat dari buaaaanyak sekali gembok cinta. Saking menariknya, cerita ini saya tuliskan duluan secara terpisah di sini. Sebetulnya bukan cuma pohon doang sih yang dipenuhi gembok-gembok ini, tapi ada juga pada patung besi berbentuk hati raksasa serta pagar besi yang akan membuat mata kita tersenyum. Sayang karena waktu saya terbatas, nggak sempat ambil foto deh... T.T

4. PATUNG HAECHI




Haechi (atau Xiezhi) adalah makhluk legenda yang dapat ditemukan dalam mitos China dan Korea. Pemerintah kota Seoul merasa image yang dimiliki kota Seoul tidaklah kuat. Mereka menyadari bahwa berbagai kota besar di seluruh dunia, seperti New York, Paris, dan London memiliki simbol, motto, atau iconyang memberikan city image yang kuat. Karenanya Seoul dianggap membutuhkan icon untuk memperkuat imagenya di mata dunia.

Haechi pun diumumkan sebagai simbol kota Seoul pada bulan Mei 2008. Kemudian karakter Haechi Brand Image (BI) dikembangkan lewat survei dengan penduduk Seoul dan konsultasi dengan para ahli. Maka lahirlah karakter kuning bersayap ini dimana wajahnya bisa ditemukan di berbagai item promosional di Seoul, seperti T-shirt, mug, patung, dsb, bahkan ada taksi Haechi segala lhoo... [Source of info: english.seoul.go.kr]

5. GEDUNG NAMSAN TOWER



Dengan cat putihnya, landmark kota Seoul ini menjulang tinggi tinggi sekali (mencapai 236,7 m lhoo) dimana angka ini ternyata jauh lebih besar daripada Monas yang tingginya sekitar 130-an meter. Katanya night view-nya keren banget soalnya bakal ada lampu yang menyala, sama seperti Monas gitu.

Nggak lupa foto bareeenggg.. waktunya semua masuk ke frame :)

6. TEMPAT OBSERVATORI DI PUNCAK





Sebagian Seoul dilihat dari atas. Ada jasa foto juga dengan pemandangan kota ini sebagai background-nya kalau kamu nggak bawa kamera. Ada jasa dinner juga di atas sini, dan bisa muter gitu restorannya. wuaah.. pastinya romantis banget buat nge-date, apalagi kalau malem banyak lampu kelap kelip.


Ada deretan gunung! (Kalau nggak salah) itu Namsan Mountain.
JAKARTA, Indonesia: 5.268,18 km dari jendela ini!
dan pastinya ada.. TEROPONG untuk lihat pemandangan dari atas sini.





7. GIFT SHOP
It's the N Gift Shop! Ada di lantai 1 dan lantai puncak.
Gift Shop Lantai 1: Banyak souvenir lucu dengan harga agak mahal
Sejumlah produk yang dijual di gift shop ini
N for Namsan! Huruf N raksasa yang ada di gift shop lantai puncak...


Drinkware warna-warni bertuliskan love me,take me, dan drink me.
Juga ada magnet kartun kekinian yang terlihat sweet.
Strap handphone kece seharga @12,000 won.
Cover passport bertema pengantin Korea (pembuatnya: miraclekorea.co.kr)

8. JASA KIRIM POSTCARD




Dari menara N ini, kamu bisa mengirimkan kartu pos kemana aja ke seluruh dunia. Tagline-nya bener gitu, haha: "Love N Letter - The Highest Post Office". Caranya: beli kartu pos, tulis pesan, tempel perangko (included di sejumlah postcard atau sertakan 400 won untuk gantikan perangko; kalau ke luar negeri +200 won lagi), dan masukkan ke kotak pos.



9. SYUTING! WooHoo...


Woohoo, my lucky day! Waktu saya mau pulang tiba-tiba terkejut karena ada sekelompok kru yang lagi syuting bareng dua orang artis di jalanan mendaki menuju N Seoul Tower. Kayak talk showatau reality show gitu. Tapi masalahnya saya nggak kenal siapaaa... T.T Huaaa.. Kalau begini, ketemu artis Korea sama aja bo'ong dehh, soalnya nggak kenal juga... My lucky day was not that lucky after all. *sulking* Wish any of you were Lee Seung-gi, dear unknown Oppas!


Chalgayo, wahai artis tak kukenal...

Jelajah Korea #5 - Naik Seoul City Tour Bus untuk Keliling Seoul

#recycledpost #throwbackJun2012



Waktu mengunjungi Seoul dulu, saya dan teman-teman menaiki Seoul City Tour Bus yang ngetem di sekitar Seoul Station. Transportasi yang satu ini betul-betul mempermudah wisatawan yang nggak tahu mau kemana dan yang nggak bisa bahasa Korea, karena dengan membayar 10.000 won saja (di dalam bus ada semacam "pramugari" yang menjual tiket dan sesekali menjelaskan tempat wisata di Korea dalam bahasa Inggris), bus ini berhenti di halte di berbagai objek wisata terkenal di Seoul dan bisa kamu pake seharian penuh.

Halte-halte ini khusus untuk Seoul City Tour Bus, beda sama halte bus biasa, ada tandanya koq. Di setiap halte kamu bisa memilih untuk turun atau nggak turun. Kalau kamu kamu nggak mau turun, kamu boleh skip tempat itu. Cukup stay di bus dan turun di halte yang kamu mau. Sesudah puas liat-liat, kamu cukup ke halte itu lagi untuk capcus ke halte berikutnya dengan memperlihatkan tiket yang sudah kamu beli (bus akan datang dengan selang waktu tertentu, kalau nggak salah sekitar 20 menitan gitu). Informasi lebih lanjut soal rute, jam, dsb, silahkan lihat website ini: bit.ly/MVPROp



Tiket Seoul City Tour Bus yang sudah disobek oleh si "pramugari". Di pinggirnya ada voucher diskon yang bisa disobek. Kali ini voucher yang tersedia: 10% Namsan Seoul Tower, 20% Ilmin Museum Art, 10% Nanta Theater, 15% 63 (Yuk Sam) Building, dan 10% Chongdong Theater.


Ini dia si "pramugari" yang selain bertugas jadi penjual, penyobek, dan pemeriksa tiket; juga menjadi tour guidesederhana dalam perjalanan kami. Meski bahasa Inggrisnya kental dengan aksen Korea dan memang agak sulit dimengerti, tapi daripada nggak ada yang cuap-cuap kan sepi juga, hihi..


Dan ini adalah suasana dalam Seoul City Tour Bus. Nuansanya merah marun, typical khas bus antar kota yang bisa kamu temui di bandara. Tempat duduknya empuk, semi sofa gitu deh, lebih empuk dari bus biasa. Bandingkan dengan gambar di bawah ini yang merupakan interior bus biasa.


Nah, ini dia.. kalau yang ini bus Korea biasa atau bus dalam kota. umumnya tempat duduk berwarna biru atau dilapisi cover warna biru, dimana banyak tiang-tiang untuk gelantungan bagi yang nggak dapat tempat duduk, kaya TransJakarta gitu.


Kalau yang ini bukan MP3 player lhooo, tapi mesin tour guide, makanya nggak masalah meski si "pramugari" nggak terlalu bisa bahasa Inggris soalnya ada mesin ini yang memuat rekaman narasi mengenai info tempat-tempat wisata yang ada di Seoul yang dilalui oleh bus ini dengan detil. Ada lima bahasa yang bisa dipilih: Korea, Jepang, Inggris, Mandarin, dan Perancis. Audio ini ada di bagian belakang kursi. Sayangnya waktu saya naik, ada mesin yang kondisinya lagi nggak pol nih alias rusak...

Jelajah Korea #4 - Legenda Dr. Jin di Pulau Jeju

#recycledpost #throwbackJun2012



Salah satu tempat wisata yang menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi kala berwisata ke Jeju Island di Korea Selatan adalah Hallim Park. Taman raksasa ini dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap section amat berbeda dan punya sisi menariknya masing-masing, seperti taman kaktus, folk village, aneka kolam air, taman burung, pepohonan aneka bentuk, dsb. Pokoknya seru deh buat foto-foto, beda bagian beda feel!

Di post kali ini saya nggak akan mengorek secara detil apa saja yang ada di dalam Hallim Park, tapi secara spesifik izinkan saya untuk meng-highlight satu objek wisata yang ada di dalamnya: patung Dr. Jin yang ada di dalam Hyeopjae Ssangyong Caves. Ada GUA di sini! GUA beneran lhooo.. keren deh!


Hari itu adalah weekday, saya berdua teman datang di pagi hari dan sedang bukan musim liburan di Korea sehingga pengunjung tidak terlalu ramai. Kami berjalan menapaki lantai bebatuan gua yang remang-remang dalam suasana yang sunyi banget.

Alhasil lumayan bikin merinding disko, soalnya bayangkan saja, gua yang kami lalui sempat kosong dimana hanya ada saya dan teman saya di dalam. Jadi serem sendiri, hiiii... Salah satu alasannya karena saya takut ada kelelawar yang lewat, meski katanya bagian gua yang ada kelelawarnya ditutup dan tidak bisa dikunjungi publik.




Di dalam gua yang saya lalui, saya akui ada sejumlah objek yang menarik perhatian. Salah satunya, yang membuat mata saya berbelok arah adalah patung di atas ini. Ada dua orang yang sedang berpose aneh! Yang berdiri wujudnya adalah seorang pria, sedang yang berlutut tampak seperti seorang wanita. Si pria sedang menggenggam sebuah bola merah kecil dengan mulut yang terbuka lebar dengan pose seakan kesakitan. Sedangkan tangan kiri wanita menarik lengan baju sang pria, seakan ingin mengambil bola merah tersebut. Hmmm.. kira-kira itu benda apa yah? Mereka nggak mungkin rebutan tomat, kan? Heh.


Untungnya ada penjelasan di sekitar patung tersebut. Ternyata ini adalah sebuah legenda. Dan yang menggagetkan saya, judulnya adalah "Legenda Dr. Jin". Kaget karena judulnya 11-12 sama suatu drama Korea yang kala itu lagi nge-trend gara-gara genre-nya yang medical dan time-traveling dan, ehem, ada Song Seung-Hon yang menjadi pemeran utamanya: Time Slip Dr. Jin. Tapi ternyata dari ceritanya sih nggak ada hubungan samsek...

Well, seperti Indonesia yang memiliki segudang legenda, Korea ternyata juga punya legendanya tersendiri! Saya tuliskan yah teks aslinya yang dimuat dalam bahasa Inggris (dan sebenarnya ada juga bahasa Mandarinnya) dan kemudian saya terjemahkan ke dalam bahasa Indo:


Legend of Dr. Jin


Young Jin Joa-Soo who lived in this neighborhood of Hallim during King Young-jo period of Chosun Dynasty once ran into a shower on the way to school and escaped himself to a cave. There, he met a pretty girl and played together with her bead.

Ever since, Jin met her in the cave and played together everyday. However, his face got pale day by day since then. The school teacher took it strangely and found out that the girl was a disguised old fox and told Jin "If you meet her next time, swallow the bead and look at the sky, the land and the people".

The next day when Young jin met the girl, he swallowed the bead as the teacher told him. Then the girl suddenly changed into a fox and went for Jin. As Jin was so surprised at the sight, he could not look at the sky and the land, and just ran away.

Luckily he met a man on the way and saved his life. Ever since he was able to see everything about human body and became a renowned doctor. People say he revived a dead person as he was able to look inside of the body. This stone sculpture depicts the scene that Jin is about to swallow the bead when he met a girl.


Legenda Dr. Jin

Seorang pemuda bernama Jin Joa-Soo tinggal di daerah Hallim selama periode Raja Young-jo pada Dinasti Chosun (Joseon). Suatu hari dalam perjalanan menuju ke sekolah, hujan lebat tiba-tiba turun, sehingga Jin memutuskan untuk berteduh di dalam sebuah gua. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik dan bermain dengan "bead"(semacam materi berbentuk bulat berukuran kecil) milik wanita tersebut.

Sejak saat itu, Jin menemuinya di dalam gua dan bermain bersamanya setiap hari. Akan tetapi, wajahnya menjadi pucat dari hari ke hari sejak waktu itu. Guru sekolah Jin merasa janggal dan menemukan bahwa gadis tersebut adalah seekor rubah tua yang menyamar, lalu memberitahu Jin "Kalau kamu bertemu dengannya lain kali, telan bead tersebut dan kemudian lihatlah langit, tanah, dan manusia".

Hari berikutnya ketika Jin bertemu dengan gadis itu, ia menelan bead tersebut sebagaimana yang telah disuruh oleh gurunya. Tiba-tiba si gadis berubah menjadi seekor rubah dan bergerak menyerang Jin. Karena Jin terkejut melihat pemandangan tersebut, dia tidak bisa melihat ke langit dan ke tanah, dan hanya kabur.

Untungnya di dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian menyelamatkannya. Sejak saat itu dia mampu melihat apapun mengenai tubuh manusia dan menjadi dokter yang terkenal. Ada yang berkata Jin menghidupkan orang mati karena ia mampu melihat ke dalam tubuh manusia. Patung batu ini menggambarkan adegan ketika Jin akan menelan bead saat ia bertemu dengan sang gadis.


Begitulah ceritanya. Menarik yah, suatu legenda, meski hanya dongeng belaka tapi memang mampu memperkaya khasanah budaya sebuah negara atau tempat yang spesifik dalam sebuah negara. Seperti di Indo saja, ada legenda Tangkuban Perahu di Jawa Barat atau legenda Danau Toba di Sumatera Utara. Jadi pengen dengar legenda lainnya dari negeri Ginseng ini.