Showing posts with label Bedah Produk. Show all posts
Showing posts with label Bedah Produk. Show all posts

17/08/2016

Bedah Produk #15 - Praktis Nan Stylish: Tas Punggung Lipat (a.k.a. Foldable Backpack) Serbaguna


Zaman sekarang apa aja bisa dilipat, termasuk tas punggung! Yuk mareee, kita unboxing bareng benda serbaguna yang praktis ini...



Penampakan tas dalam keadaan terlipat. Warna birunya bagus 'kan Gann...



Mari kita buka resletingnya untuk melihat wajah sesungguhnya dari tas ini.



Wujud tas punggung sudah mulai kelihatan, sekarang tinggal dirapikan.



Jreengg... Ini dia backpack-nya! Bahannya dari parasut - ringan mirip-mirip tas belanjaan lipat yang biasa itu looh, tapi modelnya lebih gaul yakni berbentuk tas gendong. Kelihatannya nggak akan bisa bawa barang yang terlalu berat, tapi will do enough untuk sekedar bawa baju, kotak makan, dan satu-dua buku. Cucok lah jadi teman belanja, sightseeing pas traveling, atau sepedaan.



Tampak depan, tampak samping, dan tampak belakang. Di kiri-kanan-nya ada tempat untuk taruh payung atau botol. Jahitannya rapi dan nggak mengecewakan. Ada pola kotak-kotak kecil di sekujur badan tas, bikin tas kelihatan makin gaya.



Tampak dalam. Ada satu tempat untuk selipan di bagian atasnya.



Menarik untuk mengamati mekanisme cara melipatnya. Bagian tas yang ada di gambar tengah, kalau dilipat ke arah dalam dan dirapikan, maka seluruh bagian tas akan terlipat seperti awal tadi sebelum unboxing. Kalau dilipat ke arah luar, maka akan jadi ruang yang ada di bagian depan tas. Ternyata rahasianya ada pada resletingnya: satu kepala, satu lajur, tapi dengan dua gagang (satu di masing-masing sisi kepala). Oh gitu, tooh...



Stylish 'kan. Harganya tergolong ekonomis pula. Praktis, bisa dilipat dan ditaruh di bagasi motor, laci kantor, atau selipan jok mobil, kali-kali aja 'kan perlu tas mendadak. Ane pamit ke kampus dulu, ya Gan, mau pamer tas baru. Haha~!!

16/07/2016

Bedah Produk #14 - Kursi Roda Lipat untuk Traveling

Salah seorang kerabat saya belum lama ini terkena stroke, yang mana hal ini mengakibatkan salah satu sisi tubuhnya tidak bisa bergerak. Praise the Lord, belakangan ini kondisinya semakin membaik sehingga beliau sudah bisa berjalan meskipun masih dengan bantuan tongkat. Ini sungguh adalah kemajuan yang pesat jika mengingat awal pertama kondisinya saat terserang penyakit tersebut.

Kerabat saya melakukan pengobatan secara rutin di luar kota, sehingga dengan mobilitas beliau yang masih terbatas, tak ayal diperlukan kursi roda untuk membantu pergerakkannya untuk bolak balik dan selama tinggal di sana. Saat saya menengoknya, oleh keluarganya, saya ditunjukkan kursi roda lipat yang beliau gunakan: kursi roda lipat ringan untuk jalan-jalan alias traveling.


Tadaaa... ini dia kursi rodanya. Nampak simple yah, seperti kursi biasa yang dilengkapi roda. Karena bahannya terbuat dari aluminium, saat saya coba, beratnya ringan sekali, loh. Makanya convenient jika dibawa traveling. Ukurannya tidak terlalu lebar, jadi mungkin kurang nyaman kalau pemakainya bertubuh gemuk. Entah apakah ada varian lain dengan size yang lebih lebar.


Bagian belakang senderan kursi roda dilengkapi dengan kantong kecil untuk menaruh barang. Pada gagang untuk mendorong kursi roda juga terdapat rem tangan.


Bagian pijakan kakinya juga dibuat dari aluminium dan bisa dilipat.


Sandaran kursi bisa dilipat ke belakang, seperti posisi orang saat khayang.


Kursi ini bisa dilipat dua seperti ini, kemudian dimasukkan ke dalam tas hitam yang didapatkan saat membeli kursi roda ini. Karena ringan dan ukurannya nggak terlalu besar setelah dilipat, kursi ini oke pisanlah untuk dibawa jalan-jalan, misalnya naik bus, mobil, atau kapal laut. Kalau naik pesawat, hmmm.,. i think tergantung aturan masing-masing maskapai sih, boleh bawa masuk kabin atau nggak. Tapi kalau untuk masuk bagasi check-in, lumayan 'kaaan... karena ringan, jadi tidak terlalu menghabiskan jatah beban bagasi yang penumpang miliki saat berpergian.

06/07/2016

Bedah Produk #13 - Kipas Angin Dua Fungsi (Bisa Jadi Kipas dan Bisa Jadi Penghangat Sekaligus), Sohib Sejati di Cuaca Dingin!

Anomali cuaca di Jakarta dimana hujan mahaderas masih rajin datang-nggak-diundang-pulang-nggak-dianter meski musim kemarau telah tiba membuat saya merindukan 'pacar' saya saat bermukim sementara di Sydney = KIPAS PENGHANGAT (nulis kata ini sambil ngebayangin doraemon yang ngomong, lol). I know, suram amat ya, pacaran sama kipas angin... 😖

Kipas dual fungsi itu sudah saya wariskan kepada abang saya karena koper saya sudah obesitas dan nggak sanggup lagi menahan beban kehidupan ini. Maafkan aku kipaskuuu harus meninggalkanmu nun jauh di sana. Kini ku hanya bisa mengenangmu lewat tulisan ini... hiks.


Perkenalkan, nama gaulnya "Oscillating Fan Heater". Tadinya saya sempat bertahan hanya pakai selimut tanpa benda ini selama beberapa hari setelah memasuki musim dingin. Nggak sangka ternyata kamar jadi super duper dingin di winter ituh hingga saya pun menyerah dan beli satu. Harganya cukup terjangkau karena ini merk supermarket (merk "Essentials" dari "Woolworths"). Tapi no worries bro, soalnya benda ini really did the job well, seperti logonya "Stay warm this winter!".


Ukurannya yang kecil, hanya 1.5x botol air minum, membuat kipas penghangat ini sangat convenient untuk ditaruh di kamar saya yang imut dan hanya satu-satunya (maklum, namanya juga anak kos). Di bagian bawah ada cetekan untuk pilih apakah badan kipasnya mau diam saja atau putar-putar hadap kiri-kanan. Di bagian atas ada lampu indikatornya.



Desainnya juga nggak katro dan enak dipandang mata. Sedangkan warnanya yang putih memberikan aksen minimalis ketika ditaruh dalam ruangan. Di bagian belakang kipas ada handle, serta kabel dengan panjang sedang sehingga bisa sedikit di-stretch dari plug listrik yang ada di kamar.



Naaah... kerennya itu, kipas ini bisa di-set jadi kipas angin biasa, bisa juga berubah jadi penghangat dengan ukuran either 1000 W atau 2000 W. Jadi meskipun sedang tidak musim dingin, kipas ini bisa mengeluarkan angin sejuk layaknya kipas angin pada umumnya (meskipun ketika dalam mode kipas angin, tidak bisa diatur kecepatan kipasnya, tapi not a big deal siiih...).



Ketika dalam mode heater, ukuran penghangatnya bisa diubah, mulai dari agak hangat sampai sangat hangat. Jadi kalau suhu sudah terlalu panas, bisa di-adjust lagi. Kecil-kecil cabe rawit nih barang. Betul-betul bisa menghangatkan kamar, loh. Efeknya juga cepat, nggak perlu tunggu terlalu lama sampai suhu kamar jadi hangat. Enak banget pas udara lagi dingin terus taruh tangan depan si kipas (ala-ala api unggun ceritanya), angeeet sekali...



Keunggulan lainnya dari kipas ini, ada semacam safety feature gitu. Di bagian bawah kipas ada semacam tombol yang harus "terpencet" baru kipasnya bisa jalan. Ketika kipas dalam posisi berdiri, otomatis tombol itu akan "terpencet" karena menyentuh tanah. Ketika pemanas ini terkapar alias terbalik, otomatis kipas ini akan mati dengan sendirinya karena tombolnya tidak lagi "terpencet". Jadi nggak perlu kuatir akan bahaya pemanas atau kebakaran ketika misalnya, benda ini terjun bebas karena kesenggol binatang peliharan atau diutak-utik anak kecil.

Huaaa, jadi kangen dan pengen bawa pulang untuk nemenin saya di kantor yang suhu AC-nya kadang terlalu dingin...

08/12/2015

Bedah Produk #12 - Ide Bagus Hadiah Ulang Tahun atau Perpisahan - Pen Parker dengan Custom Cetak Nama

Suatu hari kakak saya diundang untuk menjadi Groomsman (pengapit pengantin pria) pada acara pernikahan sahabatnya. Sebagai ucapan terima kasih, teman kakak saya memberikan sejumlah kenang-kenangan, salah satunya adalah pen Parker yang bertuliskan nama kakak saya. Wuoh-wuoh! #numpangnorak #maafkankelakuanadikmuinikak. Ternyata bukan cuma kaleng Coca-Cola yang bisa dicetak pakai nama pilihan kita. HA.

Ide memberikan hadiah pen Parker sering saya dengar sehari-harinya dalam berbagai kesempatan, tapi selama ini saya nggak pernah tahu kalau ternyata pen tersebut bisa di-customize dengan cetakan nama sang pengguna.
You know laahh... punya pen Parker saja rasanya sudah bangga-bangga gimana gitu, *insert emoticon idung kembang kempis here*, apalagi kalau huruf-huruf yang menyusun nama kita bertengger di atasnya. Hadiah pun jadi terasa semakin personal dan eksklusif. Selain itu juga bisa mengecilkan kemungkinan akan dimuseumkan (a.k.a. nggak dipakai), apalagi dipindahtangankan ke orang lain. Haha... Dengan mata berbinar-binar, yuu kepo-in bentar isi kotaknya:



Kotak pen Parker yang bahannya tebal dan berwarna silver agak keemasan, ditambah dengan logonya yang minimalis dan apik menampilkan rasa eksklusif yang memang melekat pada brand ini.



Jreng...! Ini dia tampilan dalam kotak. Kombinasi warna black dan gold memang nggak ada matinya.



Kelihatan nggak: nama lengkap kakak saya dicetak dengan warna emas pada batang pena, yakni di dekat ujung atas pen tersebut (nb: nama belakang sengaja saya samarkan dengan warna putih untuk privacy).



Saat bagian dasar kotak dibuka, maka akan tampak beberapa pelengkap lainnya, yaitu (1) sebuah cadangan isi batang pen...



(2) kartu sertifikat yang menandakan keaslian dari pen Parker ini, serta ...



(3) lembar garansi internasional. Lengkap juga ya ciiin...

Boleh juga, yah. Waktu saya cek, Pen Parker harganya memang ada yang jutaan, tapi ada juga loh yang harganya di bawah Rp 200.000 dan tetap bisa cetak nama. Jadi tetap bisa disesuaikan sama budget Anda. Patungan saja dengan beberapa orang jika dirasakan terlalu mahal. Cetak nama sudah termasuk dalam harga beli dan bisa langsung dikerjakan di booth resmi dari Pen parker (booth mereka antara lain bisa ditemukan di Gramedia) dimana waktu yang dibutuhkan sekitar 10 menit. Ide bagus nih buat next time kalau ada yang mau ulang tahun atau farewell. Atau kalau ada yang mau beliin satu buat saya lebih boleh lagi. Haha...

16/11/2015

Indeks "BEDAH PRODUK" - Daftar Semua Post di Kategori "BEDAH PRODUK"


Kembali ke Master Index

BEDAH PRODUK
#1Pompa Galon Manual yang OkehBaca di Sini
#2Kantong Plastik Gulung PraktisBaca di Sini
#3Alat Cek Aki MobilBaca di Sini
#4Ini Octopod (Gorillapod), Tripod Praktis yang Bisa MelengkungBaca di Sini
#5Cobain Lipstik Warna Orange? Siapa Takut!!Baca di Sini
#6Ini Dia Wujud Balok Stik untuk Penonton Sebelum DitiupBaca di Sini
#7Dispenser Air di Korea SelatanBaca di Sini
#8Nasi Instan Korea: Praktis dan Real NasiBaca di Sini
#9Lima Benda Simple nan Unik yang BergunaBaca di Sini
#10Package Menarik Sebuah Obat Flu di SydneyBaca di Sini
#11Melihat Lebih Dekat Booth Berisi Satu Lusin Colokan di Bandara Soekarno-HattaBaca di Sini
#12Ide Bagus Hadiah Ulang Tahun atau Perpisahan - Pen Parker dengan Custom Cetak NamaBaca di Sini
#13Kipas Dua Fungsi (Bisa Jadi Kipas Angin dan Bisa Jadi Penghangat Sekaligus), Sohib Sejati di Cuaca Dingin!Baca di Sini
#14Kursi Roda Lipat untuk TravelingBaca di Sini
#15Praktis Nan Stylish: Tas Punggung Lipat (a.k.a. Foldable Backpack) SerbagunaBaca di Sini

24/10/2015

Bedah Produk #11 - Melihat Lebih Dekat Booth Berisi Satu Lusin Colokan di Bandara Soekarno-Hatta

Aakh.. sudah tiga tahun sejak terakhir saya naik Garuda Indonesia ke luar negeri, sehingga sudah cukup lama sejak saya masuk ke Terminal 2 Soetta. Di beberapa penerbangan sebelumnya, saya yang sejatinya masuk kategori wisatawan pelit backpacker, sudah barang tentu menyeberang samudera naik Low Cost Carrier.

Beberapa kali naik AirAsia dari Terminal 3, saya pun mulai hafal dengan letak colokan di ruang tunggu penerbangan, seperti yang ada di "meja-meja" bundar itu. Repotnya begini deh, kalau kekeuh nggak mau beli power bank (karena ane takut ngerusak baterai). Maklum, pede suka anjlok satu level kalau baterai hape kagak penuh. Takut nggak puas jeprat jepret di negeri tetangga. Tapi lebih takut lagi kalau nyasar dalam penjelajahan dan nggak bisa buka map di tempat yang ada wi-fi-nya. Hoh.

Karenanya, ketika awal 2015 yang lalu saya ada kesempatan untuk naik Garuda, saya pun jadi bisa terbang dari Terminal 2 lagi. Hari itu bandara sepi sekali, btw. Setelah melewati imigrasi dan berada dekat ruang tunggu (yang belum dibuka karena saya datang kepagian), saya pun mulai bosan dan akhirnya lihat-lihat sekeliling. Ahai.. benda apa itu yah. Nggak inget dulu ada yang begini. Kepo-in yuk!



Jrenggg!! Dari pinggir, tampak tulisan "FREE CHARGING" dengan ukuran font yang nggak segede gajah sih, tapi tetep gede banget.



Wuah.. colokan! #noraknorak #pleasebearwiththisboredperson. Total ada satu lusin, alias 12 unit. Disediakan oleh Angkasa Pura II dengan disclaimer bahwa segala bentuk kerusakan dan kehilangan tidak menjadi tanggung jawab mereka. Rapi juga yah, layout desainnya.



Sekat-sekat antara colokan memungkinkan user untuk meletakkan smartphone-nya di sana, meskipun rasanya dengan ukuran smartphone yang selalu berevolusi menjadi makin lebar dan panjang, ukuran ruangnya jadi nampak terlalu kecil. Jelas kalau tablet sih, nggak muat lah ya.. Apalagi catokan rambut. Yaaa keleus mau nyatok rambut di ruang tunggu bandara.



Setiap "ruang" colokan ternyata dilengkapi dengan pintu transparan dan kunci. Tapi yah, mana berani ninggalin handphone tanpa diawasi, meski dikunci sekalipun. Who knows kan, soalnya pepatah Bang Napi berbunyi "kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat pelakuknya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah!". Heran, orang sekarang banyak aja lagi yang jago congkal sana congkel sini. Kendaraan di tempat umum aja bisa raib mendadak.

Anyway, tetep lumayan bangetlah kalau ada banyak colokan kayak gini (nggak cuma satu lusin ini aja loh, di sudut lain juga ada kelompok colokan ini lagi) - jadi bisa pakai gadget tanpa ngurangin baterai sambil nunggu boarding ke pesawat, tanpa perlu antri atau takut nggak kebagian. Happy charging!

20/09/2015

Bedah Produk #10 - Package Menarik Sebuah Obat Flu di Sydney


Suatu waktu saat Kakak saya pulang ke rumah dari perantauannya di negri Kangguru, tangan saya yang tidak bisa diam itu dengan jailnya mengacak-acak tas Kakak seperti anak kecil yang mencari permen lolipop. Di dalamnya saya temukan sebuah package produk yang menarik. Sekilas tampak seperti deretan vitamin dengan warna yang menarik, tapi waktu saya tanya, ternyata itu adalah obat flu. Bentuknya seperti ini:



Dimetapp merupakan salah satu merk obat flu yang ada di Sydney dan hadir dalam aneka wujud, seperti sirup dan kapsul seperti gambar di atas. Senang saja saya melihatnya, karena package seperti ini terlihat apik dan sangat practical untuk dibawa kemana-mana dimana look-nya seperti container obat yang berbentuk kotak-kotak kecil itu lho. Ada 24 tablet dalam satu genggam tangan saja! Ooh ya, satu kali konsumsi obat ini dosisnya sebanyak dua tablet, sehingga total satu sachet ini pas dipakai untuk 3 hari, kira-kira cukuplah sampai flu dan gejalanya sembuh (atau paling nggak membaik). Gejala flu yang dimaksud menyerang orang dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas, dimana mencakup sakit kepala dan demam, rasa sakit-sakit gitu di badan, sakit tenggorokkan, batuk kering, hidung meler, bersin, serta mata berair dan gatal.

Menariknya juga, obat ini dibagi jadi dua jenis sesuai kebutuhan:
1. Kapsul Oranye yang tidak menyebabkan kantuk untuk diminum di jam kita beraktivitas, dan dibagi menjadi morning, midday, dan afternoon.
2. Kapsul Biru yang menyebabkan kantuk untuk diminum di jam tidur supaya tidur jadi lebih nyenyak dan istirahat malam lebih pol (sehingga dilarang menyetir dalam kurun waktu 8 jam dari konsumsi kapsul biru).

Kalau mau minum obat tinggal keluarkan saja dari slot-nya sesuai jam konsumsimu. Dipikir-pikir ide ini keren sih mengingat banyak orang yang suka pikun terkait urusan minum obat ("tadi gw udah minum obat atau belom ya?"). Dengan adanya label seperti ini kita jadi ingat apakah sudah minum obat atau belum: misalnya kalau tadi pagi lupa minum obat, maka di label morning, obatnya masih akan ada disitu; tapi kalau sudah disobek, berarti tadi pagi kita sudah minum obat tersebut. Kreatif juga: ide package obat seperti ini boleh juga dicontoh untuk diadopsi oleh obat flu di Indo.

19/09/2015

Bedah Produk #9 - Lima Benda Simple Nan Unik yang Berguna

Pamparamparamparam.... Langsung aje ya enyak babe, kite simak kompilasi sejumlah hasil bedah produk-produk yang sederhana tapi berguna berikut ini:


Gambar 1: SEDOTAN TARIK


Sewaktu dulu saya berlibur ke Kuala Lumpur, ada sekumpulan orang membagikan air mineral gelas gratis di salah satu stasiun monorail yang saya singgahi. Airnya sih biasa saja, tapi yang nggak biasa itu sedotannya. Sedotan yang terbungkus dalam plastik tersebut (dan di-attach ke badan dari air cup itu) adalah sedotan tarik, bisa dipanjangin gitu sehingga panjangnya menjadi 2x lipat dari panjangnya sebelum ditarik.

Gunanya? Karena ukurannya yang pendek, sedotan bisa diselotip pada badan air mineral gelas, sehingga setiap air mineral dapat disimpan/dibagikan bersama dengan sedotannya (bandingkan dengan di Indo dimana ada sedotan yang dipak lusinan atau puluhan gitu dan kadang kita kehabisan sedotan jadi harus nyari garpu buat bolongin tutup air mineralnya atau dengan susah payah berusaha menyobek tutupnya secara manual pakai tangan). Selain itu lebih higienis juga karena sedotan ini di-pak per satuan ('kan ada sedotan yang di-pak keroyokan gitu, apalagi kalau beli minuman di minimarket acap kali dikasih sedotan tanpa bungkus... (―˛―“) hiiii jorok ).


Gambar 2: TUTUP REMOTE NYAMBUNG


Pernah nggak Anda membuka tutup remote tv untuk mengganti baterainya, kemudian lupa dimana Anda menaruh tutup tersebut dan menghabiskan waktu beberapa saat untuk mencarinya? atau pernah nggak Anda tak sengaja menjatuhkan remote tv sehingga tutup dan baterainya berserakkan kemana-mana?

Naah.. ternyata ada remote tv yang tutupnya menyambung seperti di atas dan tidak bisa dilepaskan dari badan remote, sehingga kalau Anda ingin mengganti baterainya dapat dilakukan dengan menarik tutup tersebut. Nanti tampak ada pengaitnya gitu yang bisa maju mundur ataupun ditekuk ke belakang untuk memudahkan penggantian baterai. Dengan pengait ini, maka tutup remote tetap menempel dan kita tak perlu salah taruh saat tutup perlu dibuka atau 'terpeleset' dari tangan. Wuaah.. bagus juga nih idenya untuk diterapkan pada device lainnya, misalnya seperti casing hape atau tutup baterai jam dinding.


Gambar 3: ALAT KOMUNIKASI DI RESTORAN

Ada banyak cara agar bisnis kuliner Anda meninggalkan memori unik di hati pelanggannya. Salah satunya dengan mengeksplor hal-hal biasa dengan metode yang out-of-the-box, misalnya cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan.

Gambar sebelah kiri adalah terompet tukang roti yang saya temui di resto Tjap Toean. Resto ini memang sarat dengan ornamen dan interior jadulnya sehingga cukup tepat rasanya bila ada benda yang satu. Maklum aja, tukang roti yang suka keliling kompleks rumah sambil membunyikan terompet ini sudah nggak sebanyak dulu. Tahu nggak gunanya untuk apa? Terompet ini dipakai untuk memanggil pramusaji, misalnya kala kita mau melakukan pesanan ataupun minta tagihan. Suaranya asli nyaring banget, bikin shockkalau tiba-tiba ada temen semeja yang membunyikan. The upside? Ini buat suasana yang sudah asik makin riuh.

Kalau yang kiri adalah benda tempo doeloe, maka yang kanan adalah benda masa kini alias pakai teknologi digital: buzzer antrian! Saya pertama kali mengenalnya kala bertukar pelajar ke Korea. Coffee shop yang menjamur di Korea umumnya memberikan buzzer bagi pelanggan yang sudah melakukan pesanan. Ketika pesanan sudah jadi, buzzer akan bergetar dan bercahaya (biasanya merah-merah gitu), dan Anda bisa segera menuju kasir untuk mengambil pesanan. Kalau resto di Indo umumnya 'kan akan kasih kita papan kecil dengan nomor untuk diletakkan di meja dimana saat pesanan sudah jadi, pelayan akan berkeliling untuk mencari meja dan mengantarkan pesanan Anda. Dengan buzzer ini, kita nggak perlu menunggu sang pelayan susah-susah mencari meja kita (apalagi kalau kita duduk di lantai atas), tapi kita bisa tahu kapan pesanan sudah jadi dan tinggal ambil sendiri. Di Indo juga sudah mulai banyak yaa, misalnya bisa kita temui di D'sushibodo (simak: D'SUSHIBODO: Outlet Sushi-nya D'Cost).

Gambar 4: PENGGANTUNG KUNCI BERBENTUK RUMAH

Bingung mencari ide souvenir pernikahan? Sebuah resepsi pernikahan yang pernah keluarga saya hadiri memberikan tanda terima kasih berupa gantungan kunci berbentuk rumah. Bukan hanya penampilannya yang unyu-unyu manis, tapi menurut saya benda ini sangatlah bermanfaat. Sering 'kan tuh, pas kita lagi capek saat pulang ke rumah, entah habis dari kantor, sekolah, atau jalan-jalan, bawaannya pengen lempar barang sana-sini terus pelor di kasur aja, termasuk kunci rumah.

Naah... dengan adanya gantungan ini, kunci rumah bisa segera kita gantung saat masuk kamar/rumah, sehingga kita tidak ribet harus mencari kunci yang 'terselip' saat hendak keluar dari rumah. Simple banget, gantungan ini cukup dipaku di tembok dan memiliki tiga pengait sehingga bisa dipakai untuk menggantung beberapa kunci sekaligus. Selain itu, ukurannya yang very very small membuatnya tidak makan tempat. Souvenir pernikahan ini sudah bertahun-tahun ada di tembok rumah saya lhooo...

Gambar 5: PISAU BERTUDUNG

Ada kalanya ketika menginap di luar kota, misalnya saat harus jadi penghuni villa, kita akan butuh pisau untuk memasak dan potong-potong ini itu. This knife comes in handy, right? Sejak membelinya 10 tahun yang lalu, saya baru-baru ini aja sadar kalau papa suka membawa pisau ini saat berwisata. Ada tutupnya yang enak dilihat mata karena 11-12 sama warna dan bahan gagangnya: kayu coklat! Jadinya nggak ribet dan bahaya deh kalau harus dibawa pergi dan masuk ke dalam tas. Naah.. Jaman sekarang model dan bahan cover pisau sudah sangat bervariasi dan keren-keren. Sederhana tapi berguna.

Bedah Produk #8 - Nasi Instan Korea: Praktis dan Real Nasi

#recycledpost #throwbackJun2012


Di Indonesia sempat ada beberapa perusahaan yang mencoba memproduksi nasi instan tapi umurnya nggak lama. Nasi instan, misalnya seperti yang diproduksi Garuda Food, memang siih bisa dibilang instan (tinggal memasukkan bumbu pada nasi kering dalam kemasan kemudian diseduh dengan air panas dan setelah menunggu sekitar 7 menit sudah jadi).

Tapi ternyata menunggu 7 menit cukup lama jika dibandingkan dengan masak mie instan yang jauh lebih cepat dan lebih enak. Belum lagi, ada persepsi masyarakat yang berpikir produk instan seperti ini banyak menggunakan bahan-bahan tidak alami dan kurang baik untuk kesehatan, rasanya nggak asli gituu.. sehingga tentu saja kalau disuruh pilih, lebih baik masak beras sendiri.



Nah, kalau di Korea Selatan, ada nasi instan juga lho! Tapi nasinya benar-benar nasi putih yang sudah jadi, bukan serbuk atau nasi kering dan rasanya memang asli rasa nasi. (ada juga varian lain seperti black rice, dll). Nasi ini (dalam bahasa Korea, nasi disebut 밥 atau "bab") sudah dikemas dan kalau mau makan tinggal dihangatkan di oven, kira-kira 2 menit aja. Praktis banget, benar-benar jadi nasi hangat seakan-akan baru dikeluarkan dari rice cooker.

Ada kadaluwarsanya dan bisa tahan disimpan untuk waktu yang cukup lama. Juga tidak pakai bumbu, kerupuk, atau embel-embel lainnya. Kalau memang butuh lauk bisa beli atau masak sendiri. Misalnya dimakan pakai lembaran 김 (kim) atau seaweed/nori juga enak lhooo.. Btw, di Korea banyak sekali dijual kemasan seaweed aneka ukuran dalam aneka packaging, dimana harganya juga terbilang murah dibandingkan harga seaweed yang ada di Indo. Kriuk-kriuk dan asiiin, nikmat banget dimakan sama nasi panas!! Misalnya kayak begini (satu pak kalau nggak salah isi 5 lembar):





Harganya berbeda tergantung merek (yup ada banyak merek nasi instan >> ini pertanda kalau nasi instan memiliki banyak peminat di Negri Ginseng). Untuk merek Ottogi pada gambar di atas memang terbilang murah dibanding kompetitornya dimana seringkali juga ada promo. Pada spring semester 2012 yang lalu pernah beli tiga seharga 2,000 won, pernah juga beli lima seharga 3,000 won (1 won kala itu sekitar 8 rupiah).

Sangat praktis untuk orang yang lapar dan ingin makan nasi, tapi malas memasak karena jika memakai rice cooker harus menunggu sekitar setengah jam. Satu porsi sudah cukup mengenyangkan (beratnya sekitar 200 gram), tapi kalau lapar banget bisa makan dua porsi. Sebenarnya kalau di Indonesia ada dan bisa dibuat dengan harga yang reasonable, mungkin akan laku karena memang sangat praktis dan toh, rakyat Indo benar-benar pemakan nasi.

Bedah Produk #7 - Dispenser Air di Korea Selatan

#recyledpost #throwbackJul2012

Tempat makan di Korsel (serta tempat umum sejenis seperti sekolah, asrama, terminal tempat beli tiket, bandara, dsb) dimana-mana menyediakan air gratis untuk pelanggannya. Banyak rumah makan yang tidak ada menu minumannya, hanya terdapat air putih saja. Biasanya mereka memiliki sebuah mesin dispenser air dimana kita gak akan menemukan galon air yang segede gajah tersambung ke mesin tersebut. Kayanya sih, mesin-mesin ini langsung terhubung ke tanah atau sumber air tertentu, dan sang pemilik akan bayar ke pemerintah dengan harga yang murah. Nah, minum air putih ini biasanya self-service, kita yang ambil sendiri dan bisa refill sepuasnya.


Airnya bersih dan menyegarkan. Ada dua pilihan: air panas (panasnya cukup untuk masak mie instan lho) dan air dingin (dinginnya seperti air yang sudah lama ditaruh dalam kulkas). Jadi kalau butuh air yang suam-suam kuku, tinggal gabungkan saja air panas dan dingin secukupnya.


Nah, disamping dispenser ini biasanya ada sebuah box yang berisi kertas-kertas untuk dipakai minum. Kertas ini bisa diambil dari atas, bisa juga ditarik dari bawah (di bagian dasar box ada lubang). Jadi, gak perlu takut gak bawa botol minum. Tetep bisa minum, kok!


Seperti inilah bentuk kertas tersebut. Ini kertas yang general. Ada tulisannya: 대한민국 (Dae Han Min Guk, atau Republic of Korea). Perusahaan bisa memesan kertas minum ini jika ingin kustomisasi, misalnya di kampus saya, bentuknya seperti ini, tetapi yang tercetak di atasnya beda: terdapat logo atau tulisan SolBridge (nama univ saya) pada kertas minum yang disediakannya.


Cara pakainya, buka kertasnya, pegang dengan tangan, dan isi airnya. Kertas minum ini tidak akan bocor ketika digunakan, tapi tergantung kualitas juga. Kertas yang agak tipis, paling banyak bisa diisi tiga kali, setelah itu, kalau masih haus juga, lebih baik ambil kertas baru karena airnya sudah merembes. Nah, kalau sudah minum, bisa langsung dibuang. Biasanya di samping mesin ada tong sampah. Dengar-dengar kertas ini bisa didaur ulang juga, jadinya ramah lingkungan.

Selain memakai kertas, ada juga yang memakai gelas aluminium atau gelas porselin (umumnya di kantin sekolah atau rumah makan), tidak terlalu besar volumenya, kira-kira bisa diisi 125 ml air. Gelas-gelas ini biasanya ditaruh di dalam mesin pemanas yang dipasang pada suhu antara 45-50 derajat. Kalau butuh tinggal kita ambil dan langsung minum. Glek..glek.. ahhh.. segeeer!!

13/09/2015

Bedah Produk #6 - Ini Dia Wujud Balok Stik untuk Penonton Sebelum Ditiup

Saya yakin Anda pernah menghadiri pertandingan olahraga di stadion atau paling tidak menonton pertunjukkan musik di layar kaca TV. Pada event-event tersebut acap kali kita temukan para penonton dengan semangat memukul-mukulkan sepasang balon berbentuk stik vertikal panjang yang mengeluarkan bunyi riuh, menambah keseruan di tengah hingar bingar teriakkan semangat dan bunyi nyaring terompet yang memekakkan telinga.

Musim piala dunia yang sedang berlangsung di Juni 2014 mengingatkan saya pada kunjungan saya beberapa tahun silam ke sebuah pertandingan olahraga kampus yang melibatkan ratusan mahasiswa di lapangan rumput serbaguna yang dikelilingi dengan tribun untuk penonton. Hari itu saya hadir untuk menyemangati teman-teman saya yang ikut bertanding dalam kejuaraan tersebut. Setelah berhari-hari menabung suara, hari itu saya sudah siap serak. Sebagai penonton, oleh panitia saya dibagikan sebuah plastik berisi benda berwarna biru yang sekilas tampak asing. Hmm.. apaan ya ini?


Setelah membaca label dan melihat gambar anak kecil yang sedang melompat kegirangan pada plastik tersebut, saya baru engeh bahwa benda ini ternyata adalah balon stik yang sering digunakan oleh penonton untuk cheering dalam acara-acara kompetisi atau meet and greet. Oooh, jadi begitu toh bentuknya sebelum ditiup... Adapun di dalam plastik tersebut terdapat 2 buah balon stik yang belum ditiup berukuran kira-kira 55 cm dan sebuah sedotan mungil. Balon ini terbuat dari plastik dan bukan seperti balon ultah yang terbuat dari semacam karet gitu.


Setelah lipatan dibuka, akan tampak dua ujung balon dimana ujung yang satu membulat sedangkan ujung yang lain berbentuk persegi panjang. Pada sisi yang berbentuk persegi panjang tersebut terdapat sebuah celah yang ukurannya just nice untuk meng-insert sedotan. Pas poko'e.


Melihat begitu panjangnya si balon stik dan imutnya si sedotan, saya pun segera menarik napas sedalam-dalamnya guna memenuhi paru-paru ini dengan sebanyak-banyaknya angin, namun ternyata, terlalu lebai itu... Di luar dugaan saya, gampang sekali lho meniup balon stik ini sampai jadi. Hanya dengan meniup beberapa kali saja, balon segera terisi udara dan mengembang dengan sempurna. Nggak perlu diikat pula, udaranya stay di dalam. Wuaah, very practical! Andai saja meniup balon bulat juga semudah meniup balon ini.


Maka jadilah: sepasang balon stik yang berbunyi nyaring saat ditepukkan satu sama lain atau bahkan saat hanya dipukulkan ke tangan. In-do-ne-sia.... duk duk... duk duuuuk duk!