Showing posts with label Jelajah Bangkok. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Bangkok. Show all posts

18/03/2017

Jelajah Macau #2 - Review Budget Hotel yang Nyaman dengan Lokasi Strategis untuk Turis

Meski cuma semalam di Macau, tapi kami tetap perlu tempat memejamkan mata yang nice to meet you. Jauh-jauh hari gugling dan seneng gitu pas ketemu hotel yang bukan hanya pas di hati namun juga pas di kantong, yaitu "Hotel Sintra" tapi sayang sudah fully booked meski selama 2 bulan kami terus intai, haha, bahkan sudah coba email langsung ke pihak hotel tapi nggak direspon (mungkin karena penuh). Meski demikian, buat Anda yang lagi cari penginapan terjangkau di Macau, saya merekomendasikan Hotel Sintra ini. Jangan lupa pesan jauh-jauh hari biar jodoh alias dapat kamar.

Hotel Sintra, meski hotel kuno tapi kalau melihat foto interiornya cukup mewah (bintang 3). Harganya hanya Rp 1 jutaan semalamnya untuk sekamar isi 4 orang loh. Lokasinya sangat strategis ada di area pusat wisata Senado Square, dan persis di depannya adalah lokasi halte free shuttle bus yang bisa ditumpangi untuk menuju ke area Casino seperti Venetian dan Parisian. Menurut review sesama traveler di dunia maya, Hotel Sintra bisa dikatakan adalah best budget hotel di Macau.

Karena kami perlu kamar isi 4 orang, setelah mencari lagi, pilihan kami pun jatuh kepada "5 Footway Inn", harganya dua kali lipat Hotel Sintra (sekitar Rp 2 Juta untuk berempat semalamnya di Sept 2016 yang lalu), tapi harga segitu kompetitiflaah, masih terjangkau dibandingkan hotel besar. Lokasinya juga strategis (meski nggak se-strategis Hotel Sintra) dan kamarnya nyaman untuk istirahat (decent rating di internet, di atas 7). "5 Footway Inn" juga memiliki beberapa cabang di Singapur loh. Langsung aja gan, ane bagi quick review dari pengalaman menginap di sini:
 

Untuk sampai ke hotel ini saya menaiki bus No. 26 dari Bandara (simak kisah saya naik bus ini di Jelajah Macau #1) dan turun di halte "Ponte 16" yang terletak persis di depan hotel besar bernama "Sofitel". Dari sini cukup jalan kaki karena penginapan "5 Footway Inn" berlokasi tidak jauh, yaitu hanya beberapa ratus meter dari halte ini. Lokasinya sedikit masuk gang, tapi mudah ditemukan. Untuk jaga-jaga, ada baiknya sejak dari Indo, Anda screenshot dulu peta dari Sofitel ke hotel ini. Oh ya, sebagai catatan, bagian luar penginapan ini tidak diberi label dalam bahasa Inggris, tetapi memakai bahasa Mandarin dengan angka 5 besar di depannya yaitu 5 步廊 (wǔ bù láng).

Lokasi 5 Footway Inn bisa dibilang strategis, karena:
(1) Dekat dengan halte bus sehingga dari bandara Macau bisa naik bus umum
(2) Di Sofitel ada free shuttle bus yang bisa membawa kami ke Hongkong Ferry Terminal untuk menyeberang ke Hongkong
(3) Di sekitarnya ada minimarket sehingga bisa jajan kalau mendadak lapar
(4) Letaknya dekat dari Senado Square, pusat wisata penting di Macau


Untuk sampai ke kamar, tidak ada lift. Lift hanya ada di area santai menuju ke dapur. Pengunjung juga perlu membawa sendiri barangnya sampai ke kamar. Tapi jangan khawatir, anak tangganya tidak terlalu banyak kok. Olahraga dikitlah sebelum sampai kamar, biar tetep kurus sepulang balik ke Indo, hehe.. Oh ya, di tembok-tembok tangga ada serangkaian lukisan sederhana yang colorful dan cara buatnya tampak mudah, asik nih buat jadi inspirasi DIY project.


Tadaaa... ini tampak dalam kamarnya. Meski ruangannya kecil, tapi suasana di dalam cozy dan tidak sumpek. Tidak ada lemari baju, tapi masih banyak ruang gerak untuk taruh barang. Ada meja kecil, sambungan telepon ke resepsionis, perangkat minum, teko listrik, televisi, dan laci kecil. AC-nya juga dingin. Kamarnya bersih dan nyaman. Tidur juga nyenyak kok.


Di setiap ranjang ada lubang seukuran tas wanita yang dilengkapi dengan lampu. Sehingga kalau lampu kamar dimatikan, saya bisa menyalakan lampu untuk ranjang saya saja agar tidak mengganggu teman atau kerabat yang sudah tidur di ranjang sebelah. Lalu ada juga lubang colokan kaki tiga di setiap ranjangnya (beware, tidak ada colokan kaki dua di sini). Dan yay, wifi-nya juga lancar jaya :)


Kamar mandinya bersih, modern dan tidak sempit, serta dilengkapi dengan aneka perlengkapan mandi, sikat gigi, kloset, bathtub dan shower. Air panasnya juga berfungsi dengan baik.


Dekat resepsionis ada tempat duduk-duduk, baik di belakang maupun di depan. Adapun di ruang duduk depan ada fasilitas komputer yang sepertinya bisa dipinjam penghuni hotel. Sedangkan di ruang duduk belakang, seingat saya ada novel dan bahan bacaan lainnya. Di dekat resepsionis juga ada semacam gudang, sehingga saya bisa titip koper sehabis checkout dan mengambilnya kembali di sore hari saat akan berangkat ke HongKong Ferry Terminal. Btw, resepsionisnya ramah dan mampu bicara bahasa Inggris dengan baik (malah tidak bisa bicara bahasa Mandarin karena bukan warga lokal, lol).


Dekat ruang duduk belakang ada lift yang menuju ke dapur. Ada beberapa meja makan yang modern. Perlengkapan masaknya cukup beragam, mulai dari microwave, toaster, rice cooker, hingga kompor elektrik kecil. Untuk perlengkapan makan seperti gelas, sendok, piring, dsb, tersedia dalam kuantitas banyak. Tamu hotel bisa beli makanan siap saji di minimarket dan hangatkan di dapur, atau bahkan bisa beli bahan makanan dan masak sendiri kalau niat abis, lol.


Tersedia juga kopi dan teh sebagai compliment di ruang dapur, serta kulkas untuk menaruh makanan. Kulkasnya penuh sih waktu saya buka. Saya nggak ingat ada breakfast atau tidak karena pagi-pagi makan di luar. Menariknya, ada instruksi bagi para tamu untuk mencuci sendiri perlengkapan masak atau makanan yang telah dipakai di tempat cuci piring setelah meminjamnya.

Kesimpulannya, meski tidak mewah dan fasilitas seadanya, tapi lokasinya strategis, it has all the basics you need, serta bersih, nyaman, dan terang. Sesuai deh, jika dibandingkan dengan harganya yang kompetitif dan terjangkau. Pilihan yang baik kalau Anda pergi berempat dan nggak dapat tempat di Hotel Sintra. Hehe...

17/02/2017

Jelajah Macau #1 - Pengalaman Naik Bus Umum dari Bandara ke Hotel

Menengok balik ke triwulan terakhir di tahun 2016, tepatnya pada bulan sembilan, bulan dimana semua orang sibuk nikahan sedangkan saya masih sibuk makan, lolll, bersyukur banget saya kembali diberkahi dengan kesempatan untuk nge-backpacker lagi. Kali itu cukup spesial karena perginya borongan ke beberapa destinasi wisata sekaligus, yaitu Macau, HongKong, serta Taipei dan Taichung di Taiwan, dimana saya sempat pula transit di Kuala Lumpur saat pergi dan bermalam di Singapura dalam perjalanan pulang ke Indonesia, menjadikan penjelajahan saya kali ini salah satu yang terpadat dan paling makan tempat di halaman paspor kecilku itu.

Karena itu... time for a new Jelajah series! Saatnya berubah wujud jadi jurnalis musiman. Liputan liburan kali ini akan saya pecah menjadi 3 seri, yaitu Jelajah Macau, Jelajah Hong Kong dan Jelajah Taiwan. Dan karena judulnya "backpacker", maka akomodasi, transportasi dan itinerary-nya adalah versi hemat bin ngirit (biar nggak jebol kantong anak muda ini karena pergi 11 hari ke 5 area berbeda), tapi tetap padat, manusiawi (penting nih wkwkwk...), dan menyenangkan. Moga-moga ada info yang bermanfaat untuk sampeyan yak. Soo, ayo kita mulai ngebolang dari Macau :) #throwbackSept2016


Berangkat pagi-pagi dari Jakarta, saya bersama dengan orang tua dan adik semata wayang saya tiba di Kuala Lumpur naik Air Asia, lalu makan siang di bandara sebelum kemudian pindah ke pesawat Air Asia X (sister company dari Air Asia yang melayani penerbangan jarak jauh) dengan tujuan ke Macau International Airport. Perjalanan dari KL ke Macau memakan waktu sekitar 3,5 jam dimana, surprisingly tidak ada perbedaan waktu antara KL dan Macau.

Tiba di bandara hampir jam 6 sore, ketika mendarat saya sempat melihat pemandangan yang menarik, yaitu sebuah pesawat yang sedang melakukan pengisian bahan bakar. Ada mobil bertuliskan "oil" dan selang besar yang disambungkan ke bawah tanah oleh seorang petugas. Kayak gitu ya bentuknya kalau lagi isi bensin. Hmm... tiba-tiba kepikiran, apa jadinya yak kalau avtur diisikan ke tengki bensin mobil? *kebayang Transformer gitu*


Ihik... di bandara ada sebuah poster besar yang berisi peringatan dari kepolisian agar wisatawan berhati-hati terhadap pencuri saat berada di ruang publik, seperti kantin, toko, dan bus. Ternyata mirip-mirip di Jakarta gitu harus mawas diri...

Fyi, ada dua mata uang yang bisa dipakai di Macau, yaitu MOP (Macanese Patacas) dan HKD (HongKong Dollar). HKD harganya sedikit lebih mahal dibandingkan MOP. Sebagai gambaran, info kurs Google Finance saat artikel ini ditulis yakni 1 HKD = Rp 1.719,64 sedangkan 1 MOP = Rp 1.668,54. Namun menurut penjual valas langganan saya, tidak banyak orang yang menjual MOP di Indonesia, sehingga ia menyarankan untuk membeli HKD saja, selain agar tidak susah menukarnya jika ternyata tidak terpakai semua, HKD bisa sekalian kami pakai di HK juga.


Setelah mengambil bagasi, kami bergegas keluar dari bandara karena langit sudah mulai gelap. Dari pintu keluar, kami segera belok kiri menuju halte bus, yang letaknya bersebelahan dengan tempat menunggu taksi. Pilihan pun jatuh kepada bus simply karena alasan universal = ongkosnya yang lebih ramah ketimbang naik taksi. Tidak sulit menemukan halte bus ini karena ada papan merah besar bertuliskan "Public Bus", serta antrian para calon penumpang yang sedang menunggu hadirnya om telolet om.


Penginapan yang kami tuju bernama "5 Footway Inn", terletak tidak jauh dari halte "Ponte 16" dan bisa dicapai langsung dengan menaiki bus nomor 26 dari bandara. Sekedar info, ada empat nomor bus umum yang lewat bandara Macau, yaitu 26, 51A, AP1, dan AP1X. Daftar rute bus dapat ditemukan pada tiang merah di halte, tepatnya pada papan silinder yang bisa berputar 360 derajat ini. Selain tertulis dalam aksara simplified chinese, syukurnya papan rute ini dilengkapi dengan abjad A-B-C (bahasa Spanyol) → bikin hidup ini lebih mudah, jadi nggak perlu sambil buka kamus kan malem-malem gini, haha..

Untuk Anda yang perlu infonya, saya akan coba tuliskan rute lengkap bus nomor 26, 51A, AP1, dan AP1X pada artikel ini di lain waktu saat sedang senggang. Oh ya, meski banyak bis gratis di Macau, perhatikan bahwa bus umum ini nggak gratis loh, tapi berbayar sesuai dengan jauh dekatnya perjalanan.


Bus no. 26 pun tiba. Tidak disangka ternyata wujud busnya adalah berupa mini van ber-AC warna putih ini dengan kapasitas sekitar 20-25 kursi serta memiliki langit-langit yang cukup tinggi sehingga 5-7 penumpang yang tidak kebagian kursi masih bisa berdiri. Tidak ada tempat khusus untuk menaruh koper. Penumpang bisa langsung membawa kopernya masuk dan menaruhnya dekat kaki saat duduk atau berdiri, which was totally fine, tapi mungkin akan sedikit rempong kalau bus ini sedang penuh karena ruang geraknya terbatas...


Penumpang bisa melakukan pembayaran dengan kartu Macau Pass (ada mesin tap di pintu masuk) atau membayar tunai kepada Pak Supir. Halte yang saya tuju adalah halte ke-18 setelah halte bandara. Segini jauh bayarnya cukup 5 MOP/HKD per orangnya, nggak rugi lah yak, haha.. Btw, di atas kepala Pak Supir ada running text gitu, utamanya dalam bahasa Mandarin, tapi jangan sedih brosis, untuk pemberhatian next halte ada tulisan pakai ABC-nya juga.


Oh ya, seperti bus umum di negara lain, kalau mau stop ada tombol yang harus ditekan supaya Pak Supir berhenti dan tidak skip halte tempat Anda mau turun. Tombolnya ada di langit-langit berbentuk persegi panjang, dan sepertinya hanya ada di beberapa titik. Jadi ketika Anda naik bus ini, cobalah untuk langsung locate ada dimana letak tombolnya, misalnya dengan mengamati saat ada penumpang lain yang turun dari bus. Jika Anda tidak yakin harus turun dimana, bisa info juga ke Pak Supir supaya nggak kelewatan.

16/11/2015

Indeks "JELAJAH BANGKOK" - Daftar Semua Post di Kategori "JELAJAH BANGKOK"


Kembali ke Master Index

JELAJAH BANGKOK
#1Tiket Pesawatnya Murah Banget, Asiiik!Baca di Sini
#2Pengalaman Naik Taksi DARI dan KE AirportBaca di Sini
#3Review Budget Hotel Murah (Kamar Pribadi Isi 5 Orang)Baca di Sini
#4Aneka Transportasi Massal di Bangkok + RutenyaBaca di Sini
#5Naik BTS SkyTrain dengan Rabbit Card (Ulasan Lengkap)Baca di Sini
#6Jadi Tahu Deh! Langkah-langkah Pembuatan Patung Madame Tussaud'sBaca di Sini
#7Ngejajal Dessert Serba Mangga di Dalam Food Truck "Mango Tango"Baca di Sini
#8Dari Siam Hingga Chitlom - Pusat Belanja Kota BangkokBaca di Sini
#9Wisata Air dengan Chao Phraya Tourist Boat: Halte Sungai!Baca di Sini
#10Ada Apa di Wat Pho? Patung Jumbo dan Banyak Banget Temple-nya!!Baca di Sini
#11Murah Gila!! Makan Sepuasnya dengan Pilihan Menu Super Banyak (Recommended Coy)Baca di Sini
#12Akhirnya ke Madame Tussaud's Juga. Pssst...! Beli Tiket Online Lebih Murah, Lhoo...Baca di Sini
#13Pergi ke Candi Legendaris Wat Arun + Foto Pakai Baju Tradisional Thailand di SanaBaca di Sini
#14Chang Pier: Mengunjungi Istana Raja (a.k.a. The Grand Palace)Baca di Sini
#15Turun dari Perahu di Ratchawong Pier untuk... Lihat-lihat ChinaTown-nya Bangkok!Baca di Sini
#16Semilir Angin Malam Phra Khanong (+ Misi Surprise Cake: Kakakku Ultah!!)Baca di Sini
#17Things to Do di Victory Monument (Belanja Murah, Dengar Musik, Makan Kenyang!)Baca di Sini
#18"Eeeh, ƪ(° ̯˚ ʃ) Koq, Ada Esplanade di Bangkok..."Baca di Sini
#19Seru Banget! Ini "Art in Paradise", Museum Ilusi Mata-nya Bangkok!Baca di Sini
#20Dibuang Sayang! 15 Benda Seru yang Saya Temukan Waktu Main ke BangkokBaca di Sini

14/10/2015

Jelajah Bangkok #20 - Dibuang Sayang! 15 Benda Seru yang Saya Temukan Waktu Main ke Bangkok

Langsung aja yaaa... Ini dia jeprat jepret dibuang sayang edisi Bangkok, yaitu foto-foto menarik yang belum saya muat di post-post sebelumnya (yang bicara seputar tips dan cerita akyu menjelajahi Bangkok di akhir Desember 2014 yang lalu). Ada 15 barang loh, kali ini!! Check them out, baby!



Gambar 1: Muahaha! Ini kartunnya lucu banget. Peringatan supaya nggak jongkok di atas dudukan toilet. Soalnya pas lagi sibuk ngeluarin harta karun, bisa-bisa mangkok toiletnya malah pecah dan ujung-ujungnya kita pingsan berdarah-darah. Panggilan alam pun berubah jadi panggilan rumah sakit. #nguingnguingnguing



Gambar 2: Jidat saya sedikit mengernyit melihat tulisan ini: "U Have Mouth, U Can Read, U Can Ask. Thanks." Heh. Ada kesan sindirannya, yah. Tulisan ini ada di dekat loket penjualan tiket kapal menuju Wat Arun. Mungkin dulu pernah ada yang salah naik kapal dan marah-marah?


Gambar 3: Ada beberapa tempat outdoor yang dimana di sana orang tidak diperbolehkan untuk merokok. Dendanya 2.000 Baht (sekitar Rp. 800ribu)!


Gambar 4: Menarik bahwa kursi-kursi prioritas di Bangkok, misalnya di transportasi umum atau bandara, diperuntukkan juga untuk monks (biksu), selain tentunya untuk mereka-mereka yang secara universal di berbagai negara diberikan prioritas kursi (orang tua, orang berkebutuhan khusus, ibu hamil, dan ibu yang membawa anak kecil).


Gambar 5: Wuaah... menemukan pohon yang bikin mata ijo tidak jauh dari China Town. Pohon duit! Dan cukup kagum melihat masih banyak uang yang berkibar-kibar meski posisinya ada di pinggir jalan.


Gambar 6: Ooh... ada mobil X-ray keliling punya sebuah rumah sakit di Bangkok. Bagian moncong mobilnya terlihat futuristik, suka deh lihatnya.


Gambar 7: Daaan... karena ini Thailand, maka nggak heran kalau ada vending machine si rumput laut crispy "Tao Kae Noi" dengan sejumlah pilihan varian rasa di dalamnya.


Gambar 8: Ternyata Rabbit Card yang orang pakai untuk naik BTS SkyTrain di dalamnya ada poin yang bertambah seiring dengan pemakaian kartu tersebut. Kartunya bisa di-scan ke mesin berwarna jingga ini dan poinnya bisa ditukar dengan kupon makanan atau belanja. Wuoh. Ide menarik nih untuk meningkatkan pemakaian transportasi publik. Transjakarta dooong buatin :) Ane pemakai setia TransJ nih. Kalau ada sistem ini pasti poinnya udah banyak. Kalau mau lihat cara pakai mesinnya, ada yang buat video pendeknya nih: di link ini.


Gambar 9: ternyata masih ada cukup banyak mesin telepon umum di Bangkok. Saya sempat menemukannya beberapa kali, dan umumnya ada di stasiun BTS gitu. Teleponnya bisa pakai koin, dan sepertinya ada beberapa yang juga menerima entah kartu atau uang kertas (karena ada slot yang bentuknya kotak lebar gitu, selain tempat insert koin yang bulat).


Gambar 10: Tebak deh, ini apa. Ternyata ini adalah kotak sumbangan untuk sebuah rumah sakit yang ada di Thailand. Bentuknya mencolok banget, yaitu jantung, dimana pengunjung bisa menyumbangkan uangnya melalui "pembuluh darah" yang tersedia. Besar sekali loh, ukurannya. Kreatif nih, daripada pakai kotak sumbangan biasa. Bikin orang jadi tertarik untuk mendekat dan lihat benda apakah ini.


Gambar 11: Ketika saya pergi ke Wat Arun, sedang ada renovasi besar-besaran. Untung masih ada temple yang nggak direnovasi dan bisa dinaiki sehingga saya tetap bisa merasakan serunya naik ke puncak temple. Ada banyak pekerja yang saya perhatikan naik pakai rangka ini untuk melakukan maintenance (seperti nge-cat, dsb) sampai ke bagian puncak yang tinggi. Hiii, mereka berani sekali.


Gambar 12: IndoMie yang ada dimana-mana!


Gambar 13: Snack jagung yang bungkusnya bergambar karakter kelinci LINE, Conny. Ooh, ada bonus stiker-nya juga. Stiker beneran nih, dan bukan stiker digital yang biasanya. Haha...


Gambar 14: WUOH. Juhi ikan. Grosiran pula. Fixed ngiler. AAakH, kalau saja hari itu nggak diburu waktu dan koper ai nggak penuh, udah pasti borong nih. Lumayan 'kan buat gigit-gigit sambil nge-blog. Fyi, Anda bisa menemukan juhi ikan ini (dan snack seafood lainnya) dijual di Wat Pho, nggak jauh dari halte sungai tempat Anda turun.


Gambar 15: WUOH lagi. Pohon Macaron!!! Ini sekilas dihitung sudah kelihatan ada lebih dari 1.000 piece Macaron dimana totalnya saja ada ada lebih dari 60 tingkat Macaron. Harga jual sebuah Macaron saja kalau di Jakarta sudah cukup mahal. Sebanyak ini, berapa coba harganya? Bisa beli motor baru ini.

11/10/2015

Indeks Bara Tinta - Daftar Isi Semua Post se-Blog!


Aloha!! Met kenalan buat agan yang guanteng2 dan aganwati yang cuantik2!!
Berhubung ente udah nanggung kecemplung dimari, nyoook.... 
monggo ajeng dan ujang, sekalian aje curcurpan ke artikel lainnya.

Directory dari blog BARA TINTA ini ada di tabel berikut. Cuuss gan:

DAFTAR ISI PER KATEGORI
#1BEDAH PRODUKBaca di Sini
#2EVENTSBaca di Sini
#3GADO-GADOBaca di Sini
#4DIY: DIGITALBaca di Sini
#5DIY: MASAKBaca di Sini
#6DIY: PRAKARYABaca di Sini
#7DIY: RANDOMBaca di Sini
#8DIY: STRATEGIBaca di Sini
#9JAJANBaca di Sini
#10JELAJAH BANDUNGBaca di Sini
#11JELAJAH BANGKOKBaca di Sini
#12JELAJAH JABODETABEKBaca di Sini
#13JELAJAH KOREABaca di Sini
#14JELAJAH KUALA LUMPURBaca di Sini
#15JELAJAH MELBOURNEBaca di Sini
#16JELAJAH PLUSBaca di Sini
#17JELAJAH SYDNEYBaca di Sini
#18LECTURE NOTESBaca di Sini
#19MANDARINBaca di Sini

07/10/2015

Jelajah Bangkok #19 - Seru Banget! Ini "Art in Paradise", Museum Ilusi Mata-nya Bangkok!

#throwbackDec2014

Melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang Esplanade Bangkok yang menjadi "rumah" bagi museum kece yang thankfully sempat saya sambangi ini, mari kita sambut... ini dia ART IN PARADISE!! #dibantuyadibantuya #tepoktanganjadiapa #prokprokprok



Museum seni ini ada di lantai 4 Esplanade. Tampak bagian luar museum yang menarik perhatian mata dengan tembok bercat colour blocking style.



Museum ini buka dari jam 10 pagi hingga 10 malam dimana loket penjualan tiket akan ditutup pada pukul 9 malam. Harga tiket untuk orang dewasa 300 Baht, untuk anak-anak (tinggi 100 cm - <120 cm) 200 Bath, serta gratis untuk anak dengan tinggi di bawah 100 cm.



Di pintu masuk ada sebuah contoh scene yang bisa trick our eyes dengan tipuan perspektif. Anda bisa bereksperimen dengan gaya yang konyol karena orang yang berdiri di samping kaki kursi akan tampak seperti raksasa. Pihak museum akan mencetak foto Anda untuk adegan ini sebagai kenang-kenangan (tidak perlu bayar fee tambahan lagi). Foto dapat di-claim saat pengunjung keluar nanti.



Taraaa.. gerbang yang menyambut saya masuk ke dalam. Eits, sebelum ke dalam, setiap orang harus menitipkan alas kakinya. Tentunya jangan datang sendirian ke sini, karena nanti nggak ada yang ambilin foto looh, dan mana seru juga sendirian, forever alone amat kesannya... Haha. Berdua juga jadi ribet kalau mau foto berdua dalam satu adegan yang sama. Minimal bertigalah baru asik.



Wuaahh.. sejauh mata memandang, ada banyak scene yang berbeda di sini. Untuk bantu pengunjung ambil foto, tiap scene dilengkapi dengan tanda mengenai sudut terbaik pengambilan foto, yaitu dimana tepatnya fotografer harus berdiri untuk membuat adegan di foto tampak nyata. Ada juga banner yang memberikan contoh ide gaya yang dapat Anda peragakan. Btw, lantainya mengkilat banget.


Meski ini bukan kali pertama saya pergi ke museum sejenis ini, tetep seru habisin waktu begini. Have I mentioned how cool the pictures were? Pelukisnya jago deh..! Gambar-gambar dua dimensi tersebut benar-benar dilukis sedemikian rupa sehingga bisa menampilkannya dalam rupa three D yang cukup nyata dan mampu mempesona mata. Enaknya itu, museum ini nggak terlalu ramai waktu saya ke sini, sehingga antrinya kilat banget pas pengen foto di scene yang dimau. Berikut saya kasih contekan ya gan, contoh-contoh scene yang ada di sini (yang adalah, ehem, beberapa foto dari hasil mi familia ngetem di tempat ini selama 2 jam).



Anda bisa pura-pura berselancar di laut dengan pose yang kaya udah pro aje...



Terperangkap dalam botol kaca...



Jungkir balik, kahyang, jalan di tembok, gelayutan di langit-langit, berdiri pakai satu jari, atau pose yoga yang nyeleneh ala apapun...



Foto rame-rame di hutan belantara...



Fight against the animals atau berlaga ada di ambang batas kehidupan karena kamu akan segera binasa diseruduk mereka. Ada gajah, banteng, macan, ikan hiu...



Bisa tepuk-tepuk kepala hewan juga, seperti jerapah ini...



Memulai petulangan yang seru ke dalam sebuah gua yang gelap bareng dua anak kecil ini...



Main piano bareng atau jadi guru les nggak dibayar anak perempuan ini...



Dikukuhkan menjadi raja sambil disaksikan oleh tokoh-tokoh kenamaan dunia...



Ikut bapak-bapak ini diskusi tajam terpercaya atas lukisan apa yah itu....



Jadi Marionette! Lucu yah...



Well, tentunya Anda bisa melakukan beragam gaya di beragam posisi yang berbeda untuk tiap scene yang ada di museum ini. Misalnya di sini Anda bisa dengan pedenya jalan keluar dari istana, merangkak ketakutan di atas jembatan gantung, atau berdecak kagum saat naik pesawat origami.



Naik perahu kano berduaan menyusuri Kampung Pulo perumahan di pinggir sungai ala-ala Venice Italiano... #ciyeeh



Jadi cover boy dan cover girl majalah TIME! WOoH, dan masih ada versi National Geographic-nya juga dengan tema mendarat di atas bulan bareng seorang astronot...



Photoshoot mesra dengan backdrop angsa kembar yang jadi icon legendaris buat nikahan...



Pamer harta dengan belanja segunung barang branded sambil maju mundur cantik...


Daaan.. sebetulnya masih ada banyak banget foto kami lainnya di aneka scene lainnya yang sukses bikin penuh memori kamera (fyi, museum ini ada dua lantai). Tapi supaya hemat kuota internet bacanya nggak capek, saya cuma muat sebagian di antaranya saja ya, guys!



Anyway, honorable mention-nya jatuh ke scene yang ini!! This was indeed my favorite spot...! Ini lukisan yang paling saya suka, mulai dari komposisi warna, background cahaya matahari di belakang tangan, fokus gambar, sampai temanya. Berdiri di sana pakai ekspresi bersahaja bikin look keseluruhnya jadi futuristik, tapi ada nuansa syahdu yang deep, mirip kayak ending scene di pelem-pelem Hollywood yang bikin renyuh hati setelah sang tokoh utama berhasil menyelamatkan dunia atau menang melawan musuh-musuhnya. #kyaaa