Showing posts with label Jelajah Kuala Lumpur. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Kuala Lumpur. Show all posts

16/11/2015

Indeks "JELAJAH KUALA LUMPUR" - Daftar Semua Post di Kategori "JELAJAH KUALA LUMPUR"


Kembali ke Master Index

JELAJAH KUALA LUMPUR
#1Cara Pergi ke KL Sentral dari LCCTBaca di Sini
#2Cari Hotel Murah tapi Nyaman di KL? Try This: Crossroads Hotel!Baca di Sini
#3Mengintip Chow-Kit: \(‾▿‾\) (/‾▿‾)/ Sedapnya Nasi Lemak Bungkus dan Roti Canai dengan 3 Saus Kari!Baca di Sini
#4Megahnya Petronas Twin Towers!Baca di Sini
#5Menghabiskan Minggu Pagi di Bukit BintangBaca di Sini
#6Tebing Gagah dan Patung Raksasa di BATU CAVESBaca di Sini
#7Cara Pergi ke Genting dan Kembali ke Kuala LumpurBaca di Sini
#8Seakan-akan Ada di China, Padahal KL: It's CHIN SWEE Caves TempleBaca di Sini
#9Keliling First World Plaza di GentingBaca di Sini
#10Mampir ke Giant HypermarketBaca di Sini

19/09/2015

Jelajah Kuala Lumpur #10 - Mampir ke Giant Hypermarket

#recycledpost #throwbackSept2013

Pas lagi liburan di KL belum lama ini, saya sempatkan diri untuk mampir sejenak ke Giant Hypermarket. Karena hari sudah malam, ada terbesit rasa khawatir ketinggalan monorail terakhir (masalahnya saya nggak tahu operating hours keretanya, hewww). Jadi siap-siap pasang kaki cheetah sambil stand-by ngelirik jam. Naah, sembari menyusuri lorong-lorong yang ada, mata ini sempat menangkap beberapa benda dan produk yang cukup menarik perhatian saya. Sooo... tidak lupa saya abadikan sebagai kenang-kenangan biar bisa mejeng di blog ini. Hehe."ƪ(˘⌣˘)┐"ƪ(˘⌣˘)ʃ" ┌(˘⌣˘)ʃ" Here we go!!



Pertama, permen Angry Birds!! Ada rasa lemon untuk si blue bird, rasa stroberi untuk si red bird, dan yang si kuning... ┐(-_-)┌ rasa apa yaaa... hmmm lupaa. *pasang telunjuk di kening*



Kedua, meet the Dutch Lady, yakni saudaranya Frisian Flag! Saya menemukan sejumlah produk yang kemasan dan tampilannya serupa dengan produk Frisian Flag (seperti susu kotak yang ada di kulkas hotel tempat saya menginap), tapi labelnya adalah Dutch Lady. Logonya juga mirip-mirip gitu. Katanya sih, Frisian Flagadalah sister brand dari Dutch Lady (yang ada di Malaysia dan Vietnam) serta Foremost (yang ada di Thailand). Di Giant saya menemukan yoghurt rasa blueberry dari Dutch Lady. Ada juga varian lainnya. AAkhh.. it looks so good! Kapan ya Frisian Flagproduksi yoghurt jugaaa?



Jreeeeng... ketiga, mie instan! Tiga merek Indo sekaligus ada di KL: Indomie, Supermi, dan Mi Sedaap. Kira-kira mana yang paling laku yah dari ketiganya? Lucunya nih, dalam Bahasa Melayu "mie instan" disebut sebagai "mi segera". Hahaha.. Dan "gratis" disebut sebagai "percuma". Seorang teman dari Malaysia pernah berkata, mi yang paling terkenal di negri Jiran adalah Maggi. Jadi kalau di Indo, orang-orang selalu bilang mau makan 'indomie' nggak peduli mereknya apa, di Malaysia, juga demikian, yakni orang-orang menyebut makan instant noodle sebagai makan 'maggi' meski belum tentu itu merek yang dimaksud.


Keempat, naaaah kalau yang ini recommended! Adik saya membelinya karena sedang promo: buy 1 get 1 free. Tapi ternyata memang nggak salah beli, karena rasa susu ini enak sekali!!Magnolia Fresh Milk... dengan kandung oats alias gandum. Kalau kamu nggak meminumnya, kamu akan berpikir susu ini hanyalah seperti rasa susu putih pada umumnya. tampilannya sama. Tapi kalau sudah diminum, rasanya maknyus deh (nggak lebay, beneran)! Ada rasa manis-manisnya gitu, berasa rasa gandumnya, pokoknya enak deh dan menyegarkan sekali diminum dingin-dingin. Bisa kamu masukan ke kulkas hotel dan minum lusa atau esok harinya selama kamu belum pulang! Kalau mampir ke Giant di Malaysia, nggak ada salahnya sempatkan diri mencoba minuman sehat yang satu ini. Kok saya jadi promo ya, haha..

Jelajah Kuala Lumpur #9 - Keliling First World Plaza di Genting

#recycledpost #throwbackSept2013



Setelah turun dari bus di terminal bus Genting, selain ke Chin Swee, kamu bisa juga mengunjungi First World Hotel, secara bangunannya dekat banget dari terminal ini... (dan mentereng pula dengan warna warninya). Tinggal jalan kaki saja melalui aisle yang langsung terhubung dengan gedung ini. Sembari jalan di lorong, kalau kamu melihat ke sisi kiri akan nampak pemandangan roller coaster yang melingkar-lingkar bagai ular di atas pagar. Yup, di situ ada outdoor theme park ala-ala Dufan gitu.

Teruslah berjalan, maka kamu akan sampai di lobby hotel First World. Di lantai 1 ini ada semacam hutan buatan dimana ada banyak pohon imitasi yang batangnya gede banget, dihiasi dengan rangkaian lampu kelap kelip lengkap dengan suara binatang. Daaan kalau kamu ingin tahu ada apa aja di Resorts World Genting, maka di sini ada maket atau replika miniaturnya yang menunjukkan seluruh bagian Genting.



Setelah naik eskalator maka akan ketemu First World Plaza. Karena saya datang ketika sedang ada Mid Autumn Festival, ada banyak penjual mooncake juga dekorasi lampion raksasa yang terbuat dari susunan lampion-lampion yang lebih kecil. Wooah, beautiful to look at! Selain itu ada panggung juga yang di-setup untuk perayaan ini. Ada stall-stall kecil yang menjual aneka produk seperti kipas, labu minuman kayak yang suka dipake di Sun Go-kong, juga jasa lukis wajah, lukis gantungan kunci, ngebentuk balon (iiih ada doraemon ceking!), juga jasa lukis nama dimana huruf-hurufnya dibuat dari bentuk binatang kayak ikan lele, naga, burung, panda di bambu.. kreatif deh!


Selanjutnya ada juga replika berbagai icon kenamaan dunia, seperti Patung Liberty naek Harley (wkwk), menara Eiffel, perairan khas Venice, superman nembus tembok, T-rex yang lagi crash sama mobil, dan banyak lainnya. Di sini juga ada indoor theme park, salah satunya ada perahu-perahu yang bergelayutan di rel di langit-langit yang bisa kamu naiki. Adapula rumah hantu gitu, namanya Haunted Adventure. Untuk menarik pengunjung masuk ke sini, beberapa staff sengaja mondar mandir di depan wahana ini sambil mengenakan kostum horor bernuansa Halloween gitu...




Oohh yaaa.. di First World Plaza juga ada Ripley's Believe It or Not lhoo..! Would be super intriguing buat kamu yang suka hal-hal yang unik dan nggak biasa. Pada hari biasa, Ripley's buka dari jam 10.00-22.00, sedangkan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur dibuka dari jam 10.00-23.00. Opsi lain, misalnya ada casino yang disebut Starworld Casino. Tapi, perhatian! Kamu harus berpakaian rapi kalau mau masuk ke dalam (nggak boleh pakai sendal, celana pendek, dan lainnya - coba cek dulu sebelum main ke sini karena adik saya waktu itu pakai celana pendek dan nggak boleh masuk, hiks).


Kalau kamu masih juga bingung di sini mau ngapain, bisa pula habiskan waktumu bermain bowling. Saya sendiri spesial nyisihkan waktu untuk main sama adik saya... not a bad idea to spend your holiday unless you are a regular bowling customer in Indo. Ada 28 lanes dan dengar-dengar kalau main di atas jam 6pm sampai tutup, bowling pin-nya jadi glow in the dark gitu.. Kind of cool, rite? Harganya juga terjangkau apalagi kalau datang pas weekday. Asik juga niih, kalian bisa santai sejenak sambil have fun bareng teman atau keluarga dengan main beberapa game. Yang kalah wajib traktir minum atau suruh dia jadi victim tantangan Truth/Dare. Lol! Adapun tarif dan opening hours-nya bisa kamu temukan di website resminya.

Jelajah Kuala Lumpur #8 - Seakan-akan Ada di China, Padahal KL: It's CHIN SWEE Caves Temple

#recycledpost #throwbackSept2013

Menginjakkan kaki di Chin Swee Caves Temple yang sarat dengan ornamen orientalnya membuat saya merasa ada di Negri Bambu untuk sesaat. Bener lhoo, ketika iseng-iseng mengganti profile picture di sosmed dengan wajah saya berlatar pagoda Chin Swee, tak lama seorang teman pun berkomentar menanyakan kapan saya pergi ke China. Tourism site yang satu ini terletak di kawasan Genting. Jadi ketika mampir ke Genting, kamu bisa sisihkan waktu 1-2 jam untuk mampir ke sini bersama kameramu. Seperti Batu Caves yang merupakan kawasan wisata bernuansa Hindu, Chin Swee Cave Temple juga adalah kawasan wisata keagamaan, yakni agama Buddha.


Cara perginya: kamu bisa naik shuttle bus gratis warna hijau yang ngetem di terminal tempat bus kuning Genting men-drop off kamu. Nggak perlu beli tiket atau mendaftar. Asalkan busnya belum berangkat dan masih ada bangku kosong, kamu bisa masuk. Jadwalnya bisa dilihat pada gambar di atas. Terlihat di kolom sebelah kiri adalah jadwal keberangkatan bus dari terminal ini menuju Chin Swee, sedangkan di kolom sebelah kanan adalah jadwal keberangkatan bus dari Chin Swee kembali ke terminal ini. Selain naik bus, kamu bisa juga naik skyway, tapi setahu saya tidak buka setiap hari. Untuk jadwal skyway dan shuttle bus bisa kamu lihat di website resminya.

Dari kejauhan sudah terlihat sebuah kompleks wisata dengan appearance yang menarik. Jembatan yang berliku-liku, pagoda yang menjulang, dan gazebo-gazebo kecil bernuansa merah keemasan. Wooh! It's going to be interesting, isn't it? Kira-kira 10-15 menit, saya pun tiba di Chin Swee dan memasuki sebuah gerbang dengan patung-patung naga di atasnya yang kerap ditemukan di China atau Korea Selatan.

Bus ini berhenti tepat di lobby Tan Sri Lim Goh Tong Hall. Nanti kalau mau pulang, tunggu busnya di tempat ini juga. Di sini ada resto vegetarian, toilet, dan banyak patung dewa Buddha berukuran besar. Tampaknya juga terhubung dengan semacam hotel gitu. Kalau kamu ke berandanya, akan terlihat hamparan pepohonan di tengah-tengah kabut tebal (ternyata tempat ini tinggi sekali!). Masuklah ke hall ini, kemudian naiki tangga yang ada sampai lantai teratas, maka kamu akan menemukan pemandangan khas China di area yang disebut dengan Observation Tower ini. Di sini antara lain terdapat...


... pagoda, tembok yang dialiri air (yang mereka sebut sebagai Waterfall), kuil berukuran sedang, serta patung Tan Sri Lim Goh Tong.

Tidak jauh dari patung Buddha raksasa, terdapat scene para patung dewa seukuran manusia yang sedang bermain catur, seruling, dsb. Ada juga sebuah area yang disebut dengan Journey to Enlightment yang menampilkan berbagai scene yang berhubungan dengan kepercayaan agama Buddha, misalnya adanya karma - bahwa orang yang jahat akan dihukum dengan kejam di neraka atas perbuatan dosanya (ditampilkan dalam 10 Hell Chamber). Adegan penghukumannya bener-bener creepy lho...

Ada juga lorong yang dipenuhi lampion kuning dan merah, lukisan sembilan naga yang disebut 9 colour dragon wall of luck dengan batu besar bertuliskan tiga huruf mandarin raksasa di atasnya, kolam ikan kecil yang dipenuhi kura-kura, gerbang bernuansa Tiongkok, dan deretan patung batu berikut dengan penjelasannya masing-masing.

Kalau kamu lapar nggak usah khawatir karena di sini ada beberapa stand yang menjual makanan. Sempat beli sweet potato untuk ngemil. Juga bisa makan siang di sini.. Menu yang ada misalnya nasi lemak seharga RM6, mie/bihun goreng seharga RM5, dan banyak sayur lainnya. Ada juga aneka sate yang wuenak sekaleee seharga RM2 per tusuknya, antara lain ada sate kepiting, sate bakso, sate sosis, sate nugget, sate sushi, dan berbagai gorengan lainnya.

Jelajah Kuala Lumpur #7 - Cara Pergi ke Genting dan Kembali ke Kuala Lumpur

ƪ) (ʃ⌣ƪ) ciluuuuk... ƪ(˚▽˚)ʃ ...baaa! Sebelum mulai, yuk kita sedikit main tebak-tebakan super gak penting, heh... Coba kamu sambungkan lagu ini: "Tik..tik..tik.. bunyi hujan di atas ........., apa hayooo??"

That's right, babe! Jawabannya adalah: GENTING! Kamu pasti udah nggak asing mendengar kata yang satu ini yaaa.. Nggak heran, soalnya Genting memang adalah destinasi wisata yang populer buat para wisatawan. Popularitasnya bisa terlihat dari penuhnya bus yang saya naiki dan ramainya tempat ini meski saya nggak pergi di holiday season dan datang ke sini pas weekday.

Untuk menuju ke Genting dari Kuala Lumpur, pertama-tama pergilah naik KL Monorail ke Titiwangsa. Sampai di Titiwangsa Station, tanyalah orang atau petugas setempat dimana terminal bus yang menjual tiket ke Genting, supaya kamu nggak salah keluar arah dari station (kalau salah nanti harus nyeberang lagi gituuu). Letaknya dekat sekali koq dari Titiwangsa Station ini.


Sampai di sini segeralah menuju ke loket untuk membeli tiket yang dijual oleh Genting Highlands Transport Sdn Bhd seharga RM 5.90 per penumpang. Perhatikan jam keberangkatannya (yang terpagi adalah jam 07:00, kemudian 07:45, 08:30, dst seperti tertera di spanduk). Boleh dicatat gan, daripada ketinggalan bus, nanti harus tunggu 20-30 menit, sayang kan. Bus kuning bertuliskan GENTING ini berangkatnya on time banget lhoo..


Perjalanan kurang lebih sekitar 75 menit. Memasuki Genting Highlands atau 雲頂高原 (Yúndǐng Gāoyuán), jalanan tampak berkabut (benar-benar naik gunung niiih) dan medannya berkelok-kelok. Untung jalanannya beraspal rata, kalau tidak akan makin sulit saja mengendarai bus di tempat seperti ini (ingat gak sama kecelakaan bus di Genting yang beritanya sampai heboh, so don't forget to pray!). Tampak juga sejumlah hotel raksasa di area ini. Wuaah ngebayangin susahnya bawa alat berat, tiang pancang, beton, dsb ke tempat setinggi ini untuk membangun gedung-gedung setinggi itu...


Setelah sampai, bus ini akan berhenti di sebuah terminal yang berada di dekat First World Hotel yang temboknya di cat warna warni bak pelangi. Di terminal ini ada banyak kursi untuk menunggu, banyak bus yang berjejer, sejumlah kios makanan, dan tempat membeli tiket. Kalau kamu sudah puas menghabiskan waktumu di Genting dan ingin kembali ke KL, pergilah ke terminal bus ini dan carilah kios dengan papan oranye bertuliskan Genting Highlands Transport untuk membeli tiket pulang.

Perhatikan jadwal yang tertempel pada pintu kios, sebagaimana tampak pada gambar di sebelah kanan. Di sana tertera jadwal bus berangkat dari KL, maupun jadwal bus berangkat dari Genting untuk kembali ke KL (dimana yang terpagi adalah jam 08:30 dan yang termalam adalah jam 11:00). Dengan harga yang sama ketika pergi yakni RM 5.90, bus ini akan membawamu kembali ke stasiun Titiwangsa. Ooh yaa katanya sih bisa juga pergi ke Genting dari KL Sentral dan sebaliknya, tapi busnya beda deh bukan warna kuning. Juga ada cable car gitu.. Kamu bisa tanya oom Google kalau ingin tahu lebih banyak soal ini. :)

Jelajah Kuala Lumpur #6 - Tebing Gagah dan Patung Raksasa di Batu Caves

#recycledpost #throwbackSept2013


Tempat wisata wajib lainnya yang mungkin bakal bikin kamu nyesel kalau di-skip pas lagi mampir ke KL adalah Batu Caves soalnya banyak objek menarik di sini. Untuk menuju ke tempat ini, pergilah ke KL Sentral untuk selanjutnya menaiki jalur KTM Port Klang Line dan turun di perhentian terakhir, yaitu Batu Caves Station. Katanya bisa naik bus juga sih. Naaah... kalau biasanya naik kereta beli token biru, kali ini bentuk tiketnya adalah kertas (yang tetap harus di-tap di palang entrance/exit).


Interior kereta bernuansa biru putih, tampak modern, dan terasa masih baru. Kerasa bersih dan nyaman. Kala itu penumpangnya nggak terlalu banyak (padahal hari Minggu lhoo), sehingga suasananya juga terasa lengang (nggak perlu empet-empetan gitu). Karena letak stasiun Batu Caves nun jauh di paling ujung, bisa habis waktu sekitar setengah jam di atas kereta.




Begitu keluar dari stasiun, mata ini langsung disambut dengan pemandangan tebing yang spektakuler, sebuah ukiran alam yang menjulang tinggi dengan gagahnya. Wooah!! Luar biasa Allah Bapa pencipta alam semesta ini. Baru ngelangkahin satu kaki, para turis di kiri kanan saya langsung pada berdecak kagum (bener-bener kedengeran lhoo mereka pada berdecak gitu) dan sibuk mengambil gambar. 

Trust me, ngeliat di gambar rasanya beda sama ngeliat pakai mata sendiri, keren banget deeh! Sayangnya saat saya datang, hujan turun deras sekali, sekitar setengah jam gitu. Untungnya ada sebuah rumah makan yang cukup besar sehingga saya dan keluarga bisa berteduh di sana, sekalian beli payung.




Selain tebing, ada sejumlah patung raksasa di sini. Oooh ya, tempat wisata ini kental sekali dengan nuansa Hindunya sehingga dapat ditemukan beberapatemple, ukiran, dan patung yang berhubungan dengan agama Hindu, misalnya patung super raksasa di atas ini yang adalah "World's Tallest Murugan Statue". Gede banget (dan masih ada beberapa lagi, nggak cuma satu doang yang raksasa).

Di depan patung ada banyak burung merpati. Menarik banget menyaksikkan sebagian burung ini berderet dengan rapinya memenuhi atap salah satu toko yang ada di situ. Anak-anak kecil yang amazed ketika ngelihat para binatang bersayap ini dengan antusiasnya mencoba 'ngeberantakin' mereka, bikin burung-burung ini terbang bersamaan dan menghasilkan adegan yang keren dilihat, ahahaha... Hello there photographers, get your cam ready... You don't want to miss this adorable scene!




Karena namanya 'Batu Caves', tentu ada gua di sini. Di samping patung tadi ada tangga yang akan membawa kita masuk ke dalam gua tersebut. Masalahnyaa... anak tangganya ada 272 buah! *Excited karena menantang, tapi di sisi lain males juga, haha..* Kalau orang tua sih, nggak bakal kuat naiknya (memang nggak kelihatan ada orang tua yang naik ke sini). Yang umurnya baru 50 saja belum tentu kuat karena di umur segitu banyak yang lututnya mulai pada sakit kan, kurang oli gituuu.. 

Saya pun menaiki tangga ini berdua dengan adik saya. Yang menyulitkan adalah lebar anak tangga yang lebih kecil dari kaki dan tangga yang basah karena hujan baru saja reda sehingga harus hati-hati sekali. Dan menjelang di atas, ada monyet-monyet berkeliaran (watch your hats and bags!). Weks! Bikin kaki yang sudah pegal jadi ikutan was-was (takut monyetnya loncat dan bikin terpeleset). Tegang..!




Huff! Dengan napas yang terengah-engah dan betis yang udah sekel banget serasa abis lari keliling lapangan banteng tiga kali, sampai juga kami di sini! Gua ini ternyata adalah tampak dalam dari tebing yang kita lihat di awal tadi. Guanya tidak terlalu besar, tapi tinggi tinggi sekali. Suasananya juga agak gelap, tapi masih ada ruang terbuka sehingga cahaya bisa masuk, selain juga ada beberapa lampu kuning sebagai penerangan. 

Begitu sampai di sini, akan ada tangga turun, dan jalan sedikit lagi akan ketemu tangga naik lagi. Tenang, anak tangganya nggak sebanyak yang barusan kok... Di gua ini, kembali kami disajikan dengan pemandangan tebing batu yang mengesankan. Tapi yang betul-betul bikin asik sebetulnya adalah rasa puas yang muncul karena berhasil menyelesaikan "pendakian" ini.




Di dalam sini juga ada sejumlah patung Hindu serta semacam kuil-kuil kecil gitu. Selain itu ada juga donation box yang bentuknya unik seperti yang ada pada gambar di sebelah kanan (mirip tangki air ya, wkwk, saya tadinya pikir itu air suci yang suka ada di tempat wisata keagamaan :P). Naah sayangnya yang namanya tempat wisata selalu jadi sasaran corat-coret wisatawan. Meski nggak memenuhi tembok tebing, tapi ada cukup banyak coretan di sejumlah sudut tebing. Dan tong sampahnya kepenuhan sehingga ada sampah yang berserakkan: perlu ditambah nih tong sampahnya.

Jelajah Kuala Lumpur #5 - Menghabiskan Minggu Pagi di Bukit Bintang

#recycledpost #throwbackSept2013

Selamat hari Minggu pagiii...! Meski sedang jalan-jalan, satu yang nggak boleh terlewat: ke gereja! Sekalian mau tahu juga sihh seperti apa ibadah dan gereja di Kuala Lumpur. Setelah turun dari monorail di Bukit Bintang Station, saya dan keluarga pun berjalan santai sambil mencari letak Kuala Lumpur Baptist Church (KLBC) dengan petunjuk Google Maps dan memori samar-samar adik saya yang pernah ke sana sebelumnya.



Meski hari masih pagi, di kiri kanan jalan sudah tampak deretan mobil dan taksi yang sedang parkir. Ha, di pinggir jalan tiba-tiba melihat patung seukuran manusia yang mengenakan seragam perbaikan jalan: baju kuning dan celana hitam garis-garis lengkap dengan helmet dan pelindung mata. Tangannya adalah robot alias bisa gerak otomatis, dimana si patung ini kerap melambai-lambaikan bendera oranye sebagai tanda sedang ada "road construction". Yep! Memang betul, ternyata di daerah ini sedang ada pembangunan MRT (mass rapid train). Di sini terlihat deretan sejumlah alat berat raksasa yang bersama-sama sedang menunaikan tugasnya.



Tidak sulit menemukan gereja Gereja Baptist KL ini karena letaknya yang ada di huk dan bangunannya yang cukup tinggi. Kerennya nih, ada berbagai bahasa yang digunakan dalam Ibadah hari Minggu, yakni Bahasa Inggris (09:30), Bahasa Kanton (11:15), Bahasa Myanmar (13:30), Bahasa Mandarin (14:00), Bahasa Filipino (14:00) serta masih ada sejumlah bahasa lainnya seperti Korea dan Mizo di cabang-cabang lainnya dari gereja ini. Kami memutuskan untuk mengikuti ibadah berbahasa Inggris dan karena kami datang sebelum ibadah dimulai, saya jadi punya kesempatan untuk sedikit mengamati ruang Ibadah gereja ini. Dari warta yang dibagikan, saya mengetahui bahwa ibadah Bahasa Inggris ini dihadiri oleh 455 orang pada minggu yang sebelumnya.

Kursi jemaat dilapisi jok kulit berwarna coklat dan otomatis terlipat jika tidak ada yang duduk di atasnya, mirip seperti yang ada di bioskop. Saya pikir penggunaan kursi semacam ini sangat tepat karena bisa memaksimalkan kapasitas ruangan dan tidak perlu dirapikan setiap sebelum dan sesudah ibadah karena posisinya yang tertanam permanen. Pandangan ke panggung tidak terhalang meski ada dua lantai dalam ruangan (jadi tidak perlu TV LCD tambahan). Slide ibadah diproyeksikan ke tembok putih di tengah namun saya kira tetap terbaca jelas dari segala sisi, which imo is another clever idea, karena kalau begini tidak perlu beli dua proyektor serta tidak perlu beli layar sama sekali. Kami juga disambut dengan ramah dan diajak ngobrol oleh salah seorang pelayan gereja. Sangat menghargai wanita tersebut karena ketulusannya ketika menyapa kami bisa saya rasakan.


Sehabis ibadah kami menuju Loong Kee yang letaknya sangat dekat dari KLBC untuk membeli titipan salah seorang teman saya. Loong Kee ini adalah tempat jual dendeng kiloan, sosis, cookies dan aneka snack ringan seperti dried octopus atau fish snack. Rasanya dendengnya enak jugaaa... Dan asiknya nih, pas saya datang lagi ada promo untuk sejumlah produknya, termasuk buy 1 get 1 free untuk mooncake yang dikemas dalam kotak yang keren.


Menjelang siang, kami putuskan untuk makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu Caves. Setelah clingak clinguk ke kiri dan kanan, ketemulah sebuah resto bernama Dragon View Restaurant yang tampak cukup ramai. Kami pun memesan paket bebek panggang, ayam, dan babi merah yang rasanya nikmat betul (worth coming back deh pokoknya! Aakh.. jadi ngilerrr kalo inget taste-nya...真不错!!). Isi dagingnya banyak dan cukup untuk dimakan 4-5 orang. Harganya pun terjangkau. Cukup tambah pesan nasi dan teh hangat untuk melengkapi santap siang yang mengenyangkan dan menyenangkan ini.

Jelajah Kuala Lumpur #4 - Megahnya Petronas Twin Towers!

#recycledpost #throwbackSep2013

Nggak lengkap rasanya jika berwisata ke KL tanpa mengunjungi Petronas Twin Towers. Maklum, skyscrapper yang memiliki 88 lantai ini pernah mendapat gelar sebagai gedung tertinggi di dunia dan merupakan landmark kebanggaan warga setempat. Ada sejumlah cara yang bisa ditempuh untuk sampai ke sini, misalnya dengan naik kereta Kelana Jaya Line yang berhenti di stasiun KLCC yang letaknya persis ada di kompleks area bangunan ini.

Jika mau coba cara berbeda, kamu bisa ke sini dengan menaiki bus. Untuk naik bus, kamu perlu research dulu di internet supaya tahu nomor mana yang harus dinaiki karena di halte bus belum tentu ada papan petunjuk rute dan nomor bus seperti yang bisa ditemukan di setiap halte bus di Singapura. Saya yang tinggal di area Chow-Kit menaiki Bus RapidKL B103 (jurusan Titiwangsa - Bukit Bintang) dari halte bus di seberang hotel dengan membayar cash ke Pak Supir @RM1.00 karena nggak punya kartu. Bus ini berhenti persis di depan Suria KLCC, berdekatan dengan tempat tangga keluar stasiun KLCC. Pulangnya saya naik B115. Kalau perlu print rutenya, soalnya bus akan berhenti di berbagai halte, biar nggak kelewatan turunnya.



Suria KLCC yang logonya mirip pusaran air ini adalah pusat perbelanjaan ritel besar di KL yang utamanya menjual produk-produk branded gitu. Beberapa tenant terkenal yang ada di sini antara lain Isetan, Parkson, TGV Cinemas, Marks & Spencer, PETROSAINS, Signatures Level 2, Galeri PETRONAS,Cold Storage, Twin Towers Medical Center, dan Kinokuniya.


Selain itu, di sini juga terdapat KLCC Park yang ramaiii sekali dikunjungi orang, termasuk bule-bule. Banyak muka-muka turis di sini. Banyak anak kecil! Sebagian pengunjung duduk di undakan tangga yang menghadap langsung ke air mancur. Symphony fountain ini pada jam-jam tertentu bisa bernyanyi sambil menyala warna-warni lhoo seperti di Grand Indonesia. Taman ini luas sekali deh. Ada tempat buat jogging dan jalan-jalan santai di tengah pepohonan, ada playground buat anak kecil, dan banyak sudut oke buat foto karena area ini dikelilingi banyak sekali gedung tinggi, berasa banget metropolitannya.

Dari KLCC Park, menara kembarnya sudah terlihat, tapi hanya kelihatan separuh, kehalang gedung lain. Kamu harus ke bagian lain untuk dapat melihatnya secara utuh. Coba saja tanya orang letaknya dimana, supaya tidak buang waktu mencarinya. By the way, karena baik KLCC Park maupun spot untuk melihat Twin Towers adalah ruang terbuka, jangan lupa sedia payung atau cek dulu ramalan cuaca biar kamu nggak datang di saat hari hujan yang pastinya bisa menyulitkan kamu untuk mengambil foto.


Wuaaah.. jejaaangg! Petronas Twin Towers berdiri dengan megah di hadapan mata saya. Ketika malam hari ada lampu yang menyala, menyinari seluruh bagian luar gedung dan membuatnya tampak super keren, lebih keren dari Vanness Wu, David Beckham, sama Lee Min-ho dijejerin bertiga pake singlet. Hehe. Jadi terlihat seperti glow in the dark atau lampu fluorescent gituu.. Acungin jempool deh! Suka banget ngeliatin arsitekturnya. Rangka-rangka yang sangat mendetil ditambah bentuk yang mengerucut ke atas dengan sudut silinder maupun sudut tajamnya betul-betul memukau.

Menarik dilihat karena menara ini tidak hanya satu, tapi kembar dan terhubung dengan skybridge. Meski tidak sempat menaiki skybridge dan memandang KL dari tempat tinggi itu (dengar-dengar dapat tiketnya agak susah, harus ngantri panjang gitu dan terbatas sehingga bisa kehabisan), senang sekali bisa melihat karya yang sangat indah ini. Untuk bisa memoto seluruh bagian bangunan harus sedikit eksperimen niih ngambilnya dari posisi dan sudut mana, karena menara ini tinggi sekali. Ooh yaa.. di seberang Petronas Twin Tower ada juga gedung Public Bank Berhad yang disinari dengan lampu kuning ketika malam menjelang (gambar kanan). Keren jugaa.. kok lihat gedung ini saya jadi inget logo Transformer yah (ada miripnya kaan?).. haha..